Nutrisi

Perkembangan dan Perbedaan Motorik Kasar dan Halus pada Anak

16-09-2020

Ini Dia Perkembangan Motorik Anak

Bunda, tahukah bila perkembangan motorik si Buah Hati, yaitu motorik kasar dan halus, berbeda-beda di setiap tahap usianya? Motorik kasar dan halus tidak hanya berpengaruh pada gerak fisik Si Buah Hati, tapi juga cara berpikir, beraktivitas, hingga proses mencerna makanan.

Mari ketahui perbedaan motorik kasar dan halus terlebih dahulu agar dapat menstimulasi si Buah Hati dengan cara yang tepat di sini!

Apakah Perbedaan Motorik Kasar dan Halus?

Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan si Buah Hati. Sedangkan motorik halus berhubungan dengan kemampuannya mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil, serta memerlukan koordinasi yang cermat.

Menurut dokter spesialis anak Widodo Judarwanto, beberapa anak memiliki perkembangan motorik kasar yang baik namun tidak pada perkembangan motorik halusnya. Pada umumnya, anak-anak ini memiliki kemampuan olahraga yang sangat baik. Sedangkan anak dengan perkembangan motorik halus yang lebih baik, memiliki kemampuan di bidang yang membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi. Misalnya, bagaimana cara melakukan pewarnaan gambar yang rapi dan tidak keluar garis.

Salah satu tahapan perkembangan motorik anak yang paling penting terjadi pada tahap golden age atau masa emas tumbuh kembang Si Buah Hati, yaitu pada usia 3-5 tahun. Di momen ini, Si Buah Hati mengalami puncak perkembangan anak usia dini yang sangat pesat di otak dan sel-sel tubuhnya. Oleh sebab itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui bedanya motorik kasar dan halus pada anak usia prasekolah.

Baca Juga: 5 Nutrisi Penting untuk Perkembangan Motorik Anak Usia 2 Tahun

Kemampuan Motorik Kasar Si Buah Hati Usia Tiga Tahun

Setelah mengetahui perbedaan motorik kasar dan halus, Bunda dapat mempelajari perkembangan kemampuan motorik kasar si Buah Hati yang berusia tiga tahun. Pada usia ini, biasanya ia sudah dapat melakukan beberapa gerakan berikut ini:

  • Berdiri dan melompat dengan satu kaki

Secara bertahap, perkembangan otot punggung, kaki, dan keseimbangan si Buah Hati semakin meningkat. Ia dapat mengubah arah saat berjalan tanpa tersandung kakinya sendiri, dan bergerak ganti posisi dari merangkak ke berjongkok lalu berdiri.

  • Menangkap bola besar dengan kedua tangan

Si Buah Hati yang sudah menginjak usia tiga tahun dapat belajar mengayunkan dan menangkap menggunakan kedua tangannya dengan baik.

  • Mengendarai sepeda roda tiga

Di usia ini, si Buah Hati sudah belajar untuk mengoordinasikan gerakan kaki dan tangannya pada waktu yang bersamaan.

Kemampuan Motorik Halus Si Buah Hati Usia Tiga Tahun

Sementara itu, di bawah ini adalah beberapa keterampilan motorik halus yang umumnya ditunjukkan oleh Si Buah Hati setelah memasuki usia tiga tahun.

  1. Belajar memegang pensil dengan baik

Kemampuan otot halus di tangan dan jarinya sudah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Ia dapat mengendalikan jari-jemarinya untuk menggenggam benda.

  1. Menggunakan satu tangan saat beraktivitas

Si Buah Hati yang sudah dapat menggenggam benda dengan baik, mulai penasaran untuk melakukan suatu hal menggunakan satu tangan. Misalnya, mencoba mengarahkan benda ke posisi tertentu.

  1. Menumpuk balok mainan hingga enam tingkat

Kegiatan ini menunjukkan bahwa koordinasi tangan dan matanya telah berkembang dengan baik. Dampingi ia saat melakukan permainan yang satu ini ya, Bunda.

Penting bagi Bunda untuk terus memantau perkembangan motorik Si Buah Hati pada masa Prasekolah. Sebab, kemampuan motorik yang berkembang optimal di usia dini dapat memengaruhi kondisi tumbuh kembangnya sampai ia dewasa.

Cara Stimulasi Motorik Kasar

Mengetahui perbedaan motorik halus dan motorik kasar pada anak usia prasekolah membuat Bunda menyadari bahwa bentuk stimulasinya juga berbeda. Si Buah Hati dapat Bunda ajak melakukan berbagai aktivitas menyenangkan yang melatih kekuatan otot di sekitar tangan, kaki, dan tubuhnya.

Apa saja cara stimulasi motorik yang bisa dilakukan Buah Hati usia tiga tahun?

Aktivitas di dalam ruang:

  • Bermain menggunakan bantal, guling, atau boks yang ada di rumah. Menciptakan arena bermain di mana Si Buah Hati dapat bermain ‘halang rintang’.
  • Menari dengan iringan musik yang mereka sukai seperti lagu ‘Baby Shark’ atau lainnya.
  • Melompat dari satu titik ke titik lain yang sudah ditandai oleh Bunda.
  • Bermain pura-pura, misalnya dengan mengikuti sebuah cerita. Si Buah Hati dapat berpura-pura menjadi robot, pesawat, dinosaurus atau apapun sesuai fantasinya.

Aktivitas di luar ruang:

  • Mengasah keseimbangan dengan berjalan di sebuah papan atau deretan batu yang ditemukan di halaman atau area taman.
  • Memanjat untuk memperkuat kaki dan tangan, bisa dilakukan di area taman bermain anak.
  • Menaiki sepeda roda tiga, skuter, atau permainan yang bisa ia naiki.
  • Renang. Umumnya anak-anak senang bermain dengan air. Renang juga melatih koordinasi tangan dan kaki.
  • Bermain lempar dan tangkap bola.

Cara Stimulasi Motorik Halus

Stimulasi motorik halus melibatkan otot-otot halus di tangan, pergelangan, dan jari tangan, termasuk kaki dan jari kaki. Bagi anak-anak usia prasekolah, keterampilan ini sangat penting mengingat mereka sudah harus belajar menggengam alat tulis. Berikut cara stimulasi motorik halus pada anak usia tiga tahun:

  • Bermain playdough untuk melatih kemampuan taktil tangan.
  • Menyusun puzzle bersama-sama. Dengan mengambil dan meletakkan potongan puzzle, si Buah Hati belajar untuk menjumput benda menggunakan jari-jari tangannya.
  • Menggambar dan mewarnai. Bunda dapat menyediakan buku mewarnai dan peralatan gambar yang menarik minatnya.
  • Melakukan prakarya dengan menggunakan gunting. Ajari ia memakai gunting dengan benar dan gunakan gunting khusus untuk anak prasekolah.
  • Bermain di pasir, misalnya membuat istana dari pasir atau bepura-pura menjadi seorang arkeolog yang sedang melakukan penggalian.
  • Bermain dengan balok untuk membuat berbagai jenis bentuk bangunan. Semakin tinggi ia dapat menyusun baloknya, semakin baik kemampuan motorik halusnya.

Nah, sekarang Bunda sudah tahu perbedaan motorik kasar dan halus berikut cara menstimulasinya. Lakukanlah bersama si Buah Hati secara rutin dan saat suasana hatinya sedang ceria. Kebersamaan Bunda dengan si Buah Hati juga dapat menciptakan bonding atau kelekatan yang sangat bermanfaat bagi perkembangan mentalnya.

Bantu optimalkan perkembangan motorik si Buah Hati dengan memberikannya makanan dengan gizi seimbang. Lengkapi asupan makanannya dengan DANCOW 3+ Nutritods, susu yang diformulasikan khusus untuk si Buah Hati dengan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa dibandingkan dengan formula sebelumnya, tinggi zat besi dan zink, tinggi vitamin A dan C, Omega-3 dan Omega-6, serta Lactobacillus rhamnosus.

Yuk, Bunda, temukan fakta lainnya tentang perkembangan motorik anak di masa Prasekolah di DANCOW Parenting Center #Nutritods101 #ToddlerExpert #PreschoolExpert!