Perhatikan Ciri Perkembangan Fisik dan Motorik Si Kecil | DANCOW Parenting Center
Stimulasi

Perhatikan Ciri Perkembangan Fisik dan Motorik Si Kecil

09-06-2018

Perhatikan Ciri Perkembangan Fisik dan Motorik Si Kecil

Untuk memantau perkembangan si Kecil, Bunda perlu mengetahui sejumlah hal yang patut diperhatikan. Menurut buku Panduan Terlengkap Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5 Tahun, Nurul Chomaria menuliskan beberapa ciri perkembangan fisik-motorik anak yang sudah berusia 1 tahun. Di antaranya:

1. Berat badan si Kecil sekitar tiga kali berat badan lahirnya
Bunda, sangat disarankan untuk selalu mencatat perkembangan si Kecil setiap bulannya. Ini berguna untuk memantau dan melakukan tindakan perbaikan sesegera mungkin bila terjadi ada indikasi gangguan pertumbuhan berat badan atau kelebihan gizi.

2. Terlihat tingkat pertumbuhannya melambat
Ketika baru lahir, si Kecil pasti akan mengalami perkembangan fisik yang signifikan. Namun tidak begitu kala usianya sudah di atas 1 tahun. Kala itu, ia akan terus mengalami perubahan tumbuh kembang. Salah satunya semakin tinggi. Tapi perkembangannya tidak akan sedrastis ketimbang tahun pertama kehidupannya.

3. Ukuran kepala si Kecil meningkat
Salah satu faktor yang bisa Bunda perhatikan dari perkembangan si Kecil adalah perubahan ukuran lingkar kepala. Setiap enam bulan, ia akan mengalami pertumbuhan lingkar kepala sekitar 1,3 centimeter. Selain itu, ubun-ubunnya juga akan menutup penuh.

4. Lingkar dada lebih besar dari lingkar kepala
Dalam kondisi sehat, tubuh si Kecil pun berkembang dengan baik. Bila dilakukan perbandingan, maka lingkar dadanya akan lebih besar ketimbang lingkar kepala.

5. Baby fat hilang
Pada fase ini, lemak khas ada pada tubuh anak baru lahir akan mulai menghilang. Ia pun akan semakin terlihat kurus dan mengalami perubahan bentuk tubuh ketika mulai berjalan. Penampilan perawakannya mulai terlihat seperti anak-anak.

6. Keterampilan motorik terasah
Keterampilan motorik kasar si Kecil juga mulai terasah. Misalnya: berdiri tanpa berpegangan, berjalan, lari, naik tangga, minum sendiri dari gelas tanpa tumpah. Keterampilan motorik halus juga mulai berkembang: mencoret-coret, menumpuk dua mainan.

Yang perlu Bunda ketahui pula, sebagian besar jendela kritis perkembangan otak terbuka di usia ini. Di masa inilah otak sangat reseptif dan responsif. Dengan kata lain, perkembangan otak dan koneksi saraf yang akan mengatur keterampilan serta potensi di hidup anak terbentuk di masa ini. Selain menstimulasi kecerdasan, aktivitas fisik juga bisa membantu perkembangan otaknya. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan untuk menstimulasi perkembangannya di usia ini.

Untuk menstimulasi perkembangan otak anak, Bunda perlu memberi pengalaman gerak fisik. Dalam sehari, sebaiknya ia beraktivitas fisik minimal selama 30 menit. Juga aktivitas tak terstruktur, setidaknya 60 menit hingga beberapa jam. Berikan pula kegiatan di dalam ruangan dan luar ruangan untuknya bereksplorasi sembari melatih perkembangan otot kecil dan otot besar.

Aktivitas fisik yang bisa Bunda ajak Si Kecil lakukan antara lain: memukul benda, menendang benda, menangkap, memantulkan beragam bentuk dan ukuran bola. Selain itu, untuk membantunya belajar tentang bentuk lewat beragam indranya, Bunda bisa ajak ia menyusun balok berbagai ukuran, lempar lingkaran, serta bermain puzzle. Untuk motorik halus serta otot-otot kecil, Bunda juga bisa ajarinya mencoret-coret atau menggambar.

Dancow bantu lindungi eksplorasi si Kecil #DANCOWLindungi