Dancow Parenting Center

Home / Peran Orang Tua Asah Kreativitas Anak

Peran Orang Tua Asah Kreativitas Si Kecil

Sep 29, 2015

Peran Orang Tua Asah Kreativitas Anak

Share Article ini

Tahukah Bunda, kreativitas anak akan berkembang jika orangtuanya selalu bersikap non otoritatif (demokratik). Sikap demokratik ditunjukkan dengan cara mendengarkan omongan si Kecil, menghargai pendapatnya, serta mendorongnya berani bereksplorasi aktif seperti yang ia inginkan. Sebaiknya, Bunda jangan memotong pembicaraan si Kecil di saat ia ingin mengungkapkan pikiran atau perasaanya. Jangan memaksakan pada si Kecil bahwa pendapat kita sebagai orang tua adalah yang paling benar. Bunda sebaiknya juga tidak banyak melarang atau membatasi ruang gerak eksplorasi si Kecil. Biarkan ia berani melakukan sesuatu atau mengambil keputusan sendiri selama tidak membahayakan atau merugikan oranglain atau diri sendiri.

Jangan mengancam atau menghukum si Kecil bila pendapat atau perbuatannya dianggap salah. Si Kecil tidaklah salah, karena pada umumnya mereka belum tahu apa yang mereka kerjakan dan perlu juga kita ingat bahwa si Kecil sedang dalam tahap belajar.  Oleh karena itu, tanyakan mengapa mereka berpendapat atau berbuat demikian, berilah kesempatan bagi si Kecil untuk mengemukan alasan-alasannya. Berikanlah contoh-contoh, ajaklah si Kecil berpikir, jangan mendiktenya atau memaksanya, biarkan mereka mencoba memperbaiki kesalahan dengan caranya sendiri. Dengan demikian, kita tidak mematikan keberanian mereka untuk mengemukakan pikiran, gagasan, pendapat atau melakukan sesuatu. Selain itu orangtua harus mendorong kemandirian si Kecil dalam melakukan sesuatu, menghargai usaha-usaha yang telah dilakukannya, memberikan pujian untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Cara-cara ini merupakan salah satu unsur penting pengembangan kreativitas anak.

Selain itu, Bunda juga harus merangsang si Kecil untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian di lingkungan sekitar. Bunda pun juga harus banyak baca dan belajar agar mampu menjawab setiap keingintahuan si Kecil. Penyediaan sarana untuk merangsang si Kecil berpikir lebih dalam juga perlu Bunda, misalnya dengan memberikan gambar-gambar, buku-buku. Jangan menolak, melarang atau menghentikan rasa ingin tahu si Kecil, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Bunda, berikan kesempatan si Kecil untuk mengembangkan khayalan,  merenung,  berpikir dan mewujudkan gagasan dengan caranya masing-masing. Biarkan mereka bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk atau warna-warna dengan cara yang tidak lazim, tidak logis, tidak realistis atau belum pernah ada. Biarkan mereka menggambar sepeda dengan roda segi empat,  langit berwarna merah, daun berwarna biru. Sebaiknya Bunda jangan banyak melarang, mendikte, mencela, mengecam, atau membatasi si Kecil. Berilah kebebasan, kesempatan, dorongan untuk mencoba serta penghargaan atau pujian padanya saat ia bisa melakukan suatu hal. Dengan demikian kreativitasnya akan terasah secara optimal. Iapun akan mampu berpikir secara divergen (meluas),  intuitif (berdasarkan intuisi), abstrak, bebas dan juga simultan.
 

Artikel ini ditulis oleh: Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi.