Dancow Parenting Center

Home / Pola Asuh Anak: Cara Berbicara yang Baik untuk Si Kecil yang Bicara Kasar

Mar 24, 2016

Pola Asuh Anak: Cara Berbicara yang Baik untuk Si Kecil yang Bicara Kasar

Share Article ini

Kemampuan berbahasa seorang anak mengalami peningkatan seiring dengan usianya yang kian bertambah. Seorang anak memiliki kemampuan mendengar dan meniru yang luar biasa dari percakapan di lingkungan sekitar yang ia dengar. Bagaimanapun, setiap perkataan yang ia dengar tak selalu layak untuk ia tiru, terlebih lagi bila ia masih menginjak usia 3 tahun. Pada usia ini, kemampuannya dalam membedakan antara hal yang baik dan hal yang buruk belum berkembang dengan baik.

Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi cara berbahasa si Kecil. Salah satunya pergaulan. Pada usia 3 tahun, anak mulai meniru tingkah laku orang-orang di sekelilingnya, termasuk teman sepermainan yang mungkin suka berbicara kasar dan kotor. Selain itu, tontonan di televisi juga tidak selamanya baik. Bahkan Bunda bisa temukan makian, umpatan atau hinaan pada acara anak-anak yang menjadi favoritnya.

Bunda sebaiknya tidak langsung menanggapi dengan emosi ketika mendengar si Kecil mengucapkan kata-kata tak pantas. Tetap tenang dan pahami alasan anak sengaja melakukan hal yang tidak menyenangkan Bunda. Mungkin saja ia ingin mencari-cari perhatian dan merasa senang atas reaksi terkejut orang tua. Berikut beberapa cara mendidik anak yang tertular bicara kasar dan kotor dari lingkungan. Terapkan pola asuh anak yang baik, misalnya dengan mengajarinya cara berbicara yang baik agar dia bisa bertutur dengan santun.

Sikap Tenang

Bunda sebaiknya tidak langsung terpancing emosi saat si Kecil tiba-tiba mengucapkan kata-kata kasar kepada Bunda, teman main, maupun saudaranya. Ketika Si Kecil melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan tersebut, cobalah untuk tetap bersikap tenang dengan menjaga reaksi dan ekspresi Bunda. Boleh jadi, Si Kecil sebenarnya tidak mengerti arti dari kata-kata yang ia ucapkan tersebut dan hanya sekadar asal sebut atau asal ucap belaka. Dekati Si Kecil dan beri pengertian kepadanya bahwa kata kotor atau kata kasar yang ia ucapkan tersebut tidak layak untuk ia ucapkan dan tidak layak untuk didengar oleh siapapun. Buatlah Si Kecil mengerti agar ia tidak akan pernah mengulanginya lagi. 

Jangan Hiraukan

Sesekali Bunda perlu untuk tidak menghiraukan hal yang tak pantas diucapkan oleh Si Kecil sehingga ia pun akan merasa tidak memiliki motif untuk melakukannya lagi. 

Bersikap Empati

Boleh jadi Si Kecil sedang marah sehingga sengaja melakukan hal yang tidak disukai oleh Bunda. Pola asuh anak yang tepat dengan bersikap empati pada situasi hati anak sangatlah penting. Dekati Si Kecil dan tanyakan alasannya berkata kasar, barangkali karena ia sedang kesal. Dalam situasi ini, ungkapkan keberatan Bunda terhadap kata-kata tak pantas yang telah ia ucapkan. Kemudian, jelaskan pula peraturan atau tata krama dalam berbicara di rumah serta akibat yang akan ia tanggung jika mengulangi perkataan kasarnya lagi.

Ajari Si Kecil mengenai pentingnya berempati terhadap sesama melalui cara berbicara yang baik. Sebab, acapkali kata-kata kotor ditujukan untuk temannya, namun si Kecil tidak menyadari hal itu bisa menyakiti perasaan temannya. Ajak ia untuk membayangkan kesedihan teman yang diejek. Beri tahu pula kepadanya tentang cara menilai orang lain tidak boleh terbatas dari penampilan fisik.

Hindari Sikap Arogan

Hukuman secara mental seperti membentak dan memarahi, maupun hukuman secara fisik misalnya menyentil atau mencubit karena Si Kecil berbicara kasar atau kotor, tidak efektif untuk membuat Si Kecil tidak mengulangi perbuatannya lagi. Hal yang akan terjadi justru sebaliknya. Si Kecil akan kembali mengulangi ucapan kasar atau kotornya hanya untuk memancing emosi Bunda. 

Menahan untuk Tidak Tertawa

Jangankan tertawa, untuk sekadar tersenyum pun Bunda sebaiknya tidak lakukan. Si Kecil akan menduga bahwa perkataan kasar atau jorok yang ia katakan tersebut dianggap menghibur sehingga ia akan mengulangi perbuatannya. 

Cari Tahu Sumbernya

Jelaskan kepada Si Kecil mengenai alasan tidak baik dari perkataan kasar atau kotornya tersebut. Cari tahu awal ia mendapatkan perbendaharaan kata tersebut. Perjelas Si Kecil bahwa apa yang ia dengar tidak pantas untuk diucapkan. 

Disiplin

Lakukan tindakan tegas jika Si Kecil mengulangi perbuatannya. Hukuman yang mendidik akan lebih baik daripada sanksi keras yang melukai fisik. Si Kecil mungkin akan merengek, meskipun demikian Bunda harus bersikap konsisten karena perbuatannya berucap kata kasar atau kotor tersebut tidak bisa ditolerir di lingkungan manapun. Hargai Si Kecil dengan memberi pujian jika ia tidak mengulanginya. 

DANCOW Bantu Lindungi Eksplorasi si Kecil.