Dancow Parenting Center

Home / Semua Usia / Trik Menciptakan Waktu Berkualitas Bersama Si Kecil Meski Bunda Bekerja

Oct 30, 2017

Trik Menciptakan Waktu Berkualitas Bersama Si Kecil Meski Bunda Bekerja

Share Article ini

Saat ini, semakin banyak Bunda yang bekerja di luar rumah.  Ada beragam alasan yang menyertainya seperti hendak mengamalkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, mengembangkan keterampilan dan keahlian diri, menciptakan aktualisasi diri, atau membantu ekonomi keluarga.

Apa pun alasannya, yang sering menjadi dilema adalah bagaimana menciptakan waktu bersama anak di saat harus berperan ganda.

Kabar baiknya, Bunda yang berperan ganda, justru banyak memberikan dampak positif bagi perkembangan anak. Survei yang dilakukan sebuah perusahaan asuransi di Inggris, LV, bersama lembaga psikologi yang ada di London mengemukakan, ibu yang bekerja banyak mengajarkan arti tanggung jawab dan kemandirian pada anak.

Bunda yang bekerja juga mengenalkan pada anaknya hidup hemat karena untuk mendapatkan segala sesuatunya harus dibarengi kerja keras . Dengan penjelasan tentang bagaimana uang hasil jerih payah saat bekerja dapat digunakan untuk membeli berbagai benda, anak akan lebih berhati-hati terhadap permintaan mereka, dan lebih menghargai apa yang mereka miliki.

Bunda yang bekerja juga menjadi contoh dan teladan bagi anak-anak, terutama anak perempuan untuk bekerja lebih keras, dan berani menyelesaikan berbagai masalah dalam menghadapi tantangan yang berat bagi perempuan di masa depan.

Tapi sekali lagi, di tengah berbagai keuntungan yang disebutkan di atas, lagi-lagi ketika Bunda mengurangi waktunya di rumah untuk bekerja di kantor, dikhawatirkan anak akan kehilangan perhatian dari orangtuanya. Beberapa Bunda cemas anaknya akan berubah menjadi anak nakal atau kurang perhatian.

“Perkembangan anak dipengaruhi oleh terpenuhinya kebutuhan emosi anak dan penerapan pengasuhan yang tepat dari kedua orangtuanya. Kasih sayang dan perhatian yang cukup merupakan sumber pemenuhan kebutuhan emosi anak, agar anak mampu menghadapi masalah atau tantangan yang ia temui, sekalipun sang ibu harus bekerja di luar rumah,” ungkap Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psikolog.

Sesungguhnya hanya karena Bunda bekerja tidak berarti dirinya tidak dapat memiliki ikatan yang kuat dan penuh kasih dengan anak-anak. “Dalam situasi seperti ini, Bunda mungkin tidak memiliki banyak waktu dalam sehari dengan anak-anak, seperti yang dilakukan ibu lainnya, tapi itu tidak berarti Bunda tidak dapat terhubung dengan anak-anak dengan cara yang positif dan berarti. Jika kuantitas terbatas, maka kualitas menjadi harus lebih diperhatikan,” lanjut Vera.

Nah, bagaimanakah cara Bunda yang bekerja bisa mendapatkan waktu yang berkualitas bersama anak-anaknya, inilah yang disarankan Vera;

  • Keluar dari kantor, persiapkan diri untuk menghadapi situasi di rumah. Jika diperlukan, luangkan waktu sekitar 10 menit untuk “me time” sambil melakukan perjalanan pulang, misalnya mampir ke mini market dekat rumah untuk sekedar beli minuman ringan. Persiapkan diri untuk menghadapi anak-anak yang sudah menunggu Bunda seharian.
  • Tentukan kapan waktu khusus Bunda bersama si Kecil sehingga ada komitmen dimana Bunda juga terdorong untuk memenuhinya. Misalnya sebelum anak tidur, Bunda akan meluangkan waktu untuk berbagi cerita atau mendongeng. Bagaimana jika Bunda pulang, si Kecil sudah tidur? Bunda dapat lakukan di pagi hari, misalnya sempatkan bercengkerama sebentar dengan anak saat membangunkannya di pagi hari. Bisa juga menciptakan salam khusus saat Bunda berpamitan atau kebiasaan main tebak-tebakan via telpon di siang hari saat Bunda istirahat makan siang. Ritual ini akan membuat anak merasa ada ikatan khusus antara Bunda dan dirinya.
  • Jangan mudah emosi untuk hal-hal kecil.

Saat pulang ke rumah, Bunda mendapati kondisi rumah berantakan? Jangan habiskan energi untuk merasa stres atau emosi, apalagi untuk hal-hal kecil. Jika terjadi, segera cuci tangan dan membasuh muka, lalu tarik napas dalam-dalam atau biarkan diri berada di sebuah ruangan selama beberapa menit untuk rileks. Alih-alih marah, lebih baik habiskan waktu dan energi untuk bercanda bersama si Kecil.

  • Peluk dan dengarkan si Kecil.

Setiap anak, tidak peduli berapa umurnya, membutuhkan sentuhan seorang ibu. Luangkan waktu saat di rumah untuk selalu dekat dengan anak. Lakukan kontak fisik seperti memeluk atau membelai karena kontak fisik sangatlah penting bagi anak untuk merasakan rasa sayang kita. Saat bersama si Kecil, dengarkan cerita-ceritanya, bahkan bila ceritanya yang terdengar absurd atau konyol sekalipun. Kesediaan Bunda mendengarkan cerita akan membuka kesempatan si Kecil untuk selalu terbuka pada orangtuanya.

  • Lakukan aktivitas bersama.

Si Kecil mungkin bisa membantu mengelap sendok-garpu yang akan digunakan. Setelahnya mungkin si Kecil bisa membantu membawa yang kotor ke tempat cuci. Pada anak yang lebih besar, Bunda bisa memintanya mengelap meja atau menyapu sisa makanan yang jatuh ke lantai. Setelah acara makan, lakukan permainan ringan seperti menata puzzle atau ular tangga yang intinya melibatkan kebersamaan Bunda dan si Kecil. 

  • Matikan gadget dan televisi.

 Nikmati malam hari bersama anak-anak. Beri perhatian penuh pada anak karena ini sangat penting untuk membentuk ikatan dan kasih sayang.

  • Pertimbangkan untuk mendapatkan bantuan.

Jika keuangan memungkinkan, pekerjakan asisten rumah tangga yang akan mengerjakan cucian, membersihkan rumah hingga menyiapkan makanan sehingga waktu Bunda bersama si Kecil akan lebih banyak karena tak ditambahi dengan pekerjaan rumah. (*)

Bunda yuk baca juga artikel tentang Bunda yang bekerja di artikel "Daycare, Solusi Alternatif bagi Bunda yang Bekerja"