Dancow Parenting Center

Home / Semua Usia / Tetap Bereksplorasi Bersama Si Kecil di Bulan Puasa

Jun 13, 2017

Tetap Bereksplorasi Bersama Si Kecil di Bulan Puasa

Share Article ini

Tahukah Bunda, di zaman nabi, para sahabat sudah memperkenalkan puasa kepada si Kecil sejak usia dini. Hadis riwayat Bukhari Muslim merekam cara para sahabat mendidik anak-anaknya. Mereka mengajak si Kecil ke masjid untuk beribadah saat Ramadan. Sebagai imbalan, mereka membuatkan mainan dari kapas yang berwarna. Mainan dari kapas itu diberikan sebagai motivasi agar si Kecil tetap berpuasa.

Itu cara sahabat nabi, Bagaimana dengan Bunda? Agar si Kecil betah berpuasa, Bunda harus pandai membuat ibadah tersebut menyenangkan bagi dia. Ada banyak cara untuk membuat puasa menyenangkan untuk si Kecil. Semua tergantung kreativitas Bunda. Berikut beberapa caranya menurut buku Mengakrabkan Anak pada Ibadah (2004),  Yuk katakan  #IYABOLEH  untuk menerapkan eksporasi baik berikut ini;

1. Ciptakan suasana yang membuat si Kecil antusias

Agar si Kecil tertarik berpuasa, Bunda bisa memulai dengan menyambut Ramadan dengan aktivitas yang tidak biasa. Misalnya mendekor rumah dengan pernak-pernik Ramadan. Mulai dari tulisan Marhaban Ya Ramadan ataupun menempelkan pernak-pernik Ramadan di sudut-sudut rumah. Lebih seru lagi jika Bunda melibatkan si Kecil dalam aktivitas mendekor tersebut.

Saat menunaikan ibadah puasa, Bunda perlu juga mengajak anak bermain bersama. Pilihlah permainan yang tidak menguras energi banyak, sehingga ia tidak terlalu lelah hingga tergoda membatalkan puasanya. Bunda bisa memilih eksplorasi di bulan puasa dengan mengajaknya membuat kartu Lebaran atau mendesain kamar dengan nuansa Ramadan.

2. Ceritakan kisah-kisah atau dongeng seputar Ramadan

Dongeng sangat melekat pada anak. Biasanya si Kecil akan lebih cepat belajar dari cerita-cerita atau dongeng yang seru dan menarik. Nah, agar si Kecil tertarik untuk berpuasa, sebaiknya Bunda mulai membacakan dongeng soal manfaat atau hikmah puasa, sebelum dan saat Ramadan. Dengan begitu, diharapkan si Kecil antusias menyambut Ramadan dan tertarik untuk berpuasa.

Bahan untuk mendongeng pun bisa dari berbagai sumber, Bunda. Mulai dari buku dongeng atau buku kisah nabi-nabi. Tidak hanya dari buku, Bunda juga bisa menceritakan pengalaman pribadi yang seru saat menjalani puasa. Kisah puasa Bunda saat kecil pun bisa menjadi bahan cerita.

3. Menyajikan makanan dan minuman istimewa saat sahur dan berbuka puasa

Saat sahur bersama, biasanya si Kecil enggan bangun. Entah karena ia masih mengantuk atau belum terbiasa bangun pada dini hari. Agar si Kecil bersedia bangun, Bunda bisa menyajikan makanan sahur yang disukai dan jarang dinikmatinya. Dengan menyuguhkan makanan yang menarik, ia tentu akan lebih bersemangat menjalani puasa setelah sempat enggan bangun sahur.

Cara lain agar si Kecil bersemangat untuk sahur adalah mengajak dia menyiapkan makanan. Karena mengikutsertakannya, anak akan merasa terlibat dengan kegiatan sahur. Apalagi jika makanan yang disiapkan merupakan favoritnya, si Kecil tentu bakal sangat senang.

Selain menarik bagi si Kecil, ada hal yang harus diperhatikan dalam sajian sahur. Bunda sebaiknya menyuguhkan makanan yang dapat menahan lapar seperti daging, ikan, telur, tempe, ayam, sayuran berserat, dan buah-buahan yang mengandung banyak air. Sementara makanan berkarbohidrat dianjurkan tidak dikonsumsi berlebihan.

Lalu untuk menu berbuka, sajikanlah minuman yang menyegarkan atau makanan manis namun ringan. Misalnya saja puding melon atau sop buah. Selain lezat, menu seperti ini tentunya kaya gizi dan bisa memenuhi asupan nutrisi anak setelah seharian berpuasa.

4. Beri hadiah setelah si Kecil menunaikan puasa

Menahan lapar dan minum bagi si Kecil tentu penuh pengorbanan. Apalagi ia sedang dalam masa pertumbuhan, hingga akan mudah lapar dan haus. Karena puasa merupakan perjuangan bagi si Kecil, tidak ada salahnya Bunda memberikan hadiah untuknya.

Tujuan pemberian hadiah ini sendiri untuk memotivasi si Kecil agar mau kembali berpuasa di hari berikut atau pada Ramadan mendatang. Jangan pula Bunda mengajukan hadiah sebagai iming-iming atau janji. Sebab jika Bunda menjanjikan, si Kecil dikhawatirkan berpuasa hanya untuk mendapatkan hadiah.

Lalu apa bentuk hadiah itu? Bunda tak perlu melulu memberikannya hadiah dalam bentuk barang. Tapi bisa juga berupa ajakan jalan-jalan ke luar rumah atau mengunjungi tempat yang disukai si Kecil.

5. Jangan ada paksaan

Puasa belum wajib bagi si Kecil. Karena itu, ajaklah ia berpuasa sebagai pengenalan. Jika anak merasa sudah tidak bisa menahan lapar dan haus, Bunda harus memakluminya. Berikan ia kelonggaran agar tetap mau berpuasa di keesokan hari namun, Bunda juga dapat menyiasatinya dengan menetapkan target bagi si Kecil. Contoh, pada hari pertama puasa hingga jam tertentu. Di hari berikutnya waktu puasa bertambah dan seterusnya .

Bunda yuk baca juga artikel mengenai puasa di artikel “Bunda, Ajak Si Kecil Berbuka Puasa dengan Menu Penambah Energi Yuk”