Dancow Parenting Center

Home / Semua Usia / Nutrisi Penunjang Kecerdasan dan Kemampuan Belajar si Kecil

Jul 11, 2017

Nutrisi Penunjang Kecerdasan dan Kemampuan Belajar si Kecil

Share Article ini

Kecerdasan si Kecil berawal dari nutrisi yang dikonsumsi, begitu kata pakar perkembangan otak lulusan Harvard, Amerika Serikat, Keith Corners, PhD, MA. Dalam bukunya berjudul Feeding The Brain: How Foods Affect Children (De Capo Press, 2001), ia menuturkan, nutrisi berperan besar dalam tumbuh kembang otak anak. Asal tahu saja, ungkap Keith, sebagian besar makanan yang disantap si Kecil digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak.

Hal senada dikatakan pakar gizi dari Poltekkes 2 Jakarta, Rita Ramayulis DCN, M.Kes. Ia mengatakan, “Otak adalah organ vital dalam kecerdasan anak.  Untuk itu, jika ingin si Kecil cerdas, pilih nutrisi  yang bermanfaat untuk tumbuh kembang otak anak. Semakin berkualitas nutrisi otak yang dikonsumsi, semakin baik daya kerja dan fungsi otak.”  

Selain nutrisi, yang tak kalah penting adalah peran stimulasi sebagai pembentuk dan pengembang kecerdasan si Kecil. “Nutrisi dan stimulasi menjadikan jaringan antar sinaps dari sel-sel di otak akan semakin cepat dan kuat tersambung. Dalam kondisi ini, daya tangkap si Kecil terhadap informasi akan semakin cepat. Ia lebih mudah belajar dan menangkap stimulasi yang diberikan. Proses belajar pun dapat dilakukan dengan baik,” ujar Rita.

NUTRISI OTAK YANG TEPAT

Makanan sehari-hari yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang pada dasarnya sudah tepat dan mendukung tumbuh kembang otak anak. Apalagi, gizi seimbang berperan dalam pemeliharaan semua fungsi organ vital. Misalnya, nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan otak juga bermanfaat untuk organ lainnya seperti kesehatan mata, tulang, dan lain-lain.

Meski begitu, menurut Rita, ada beberapa zat gizi yang memiliki fungsi khusus untuk otak anak. Berikut di antaranya:

  1. DHA, LA, dan ALA

DHA

DHA atau asam dokosaheksaenoat, merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang, termasuk golongan omega-3.

 

Fungsi:

Sangat penting untuk perkembangan mata dan otak. Seperti dipaparkan oleh National Center for Biotechnology Information, US National Library of Medicine, 97% penyusun otak adalah asam lemak omega-3.

Sumber Makanan:

DHA secara alami terkandung dalam ASI. Selain ASI, DHA juga terdapat pada hati, daging, ikan, sayuran seperti baya, kangkung, dan susu yang diperkaya dengan DHA.

 

LA dan ALA

LA (Linoleic Acid) dan ALA (Alpha Linolenic Acid), keduanya termasuk dalam kelompok asam lemak omega-6. Asam lemak tak jenuh ini tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus didapat lewat asupan makanan.

 

Fungsi:

Kedua asam lemak ini bermanfaat untuk mencegah kerusakan sel-sel saraf di otak.

Sumber Makanan:

Susu yang diperkaya dengan LA dan ALA, minyak nabati seperti minyak jagung, minyak biji kapas, minyak kedelai, serta minyak almond.

 

 

  1. Kolin

Kolin atau choline. Nama lainnya adalah lesitin. Vitamin yang termasuk dalam kelompok Vitamin B ini larut dalam air.

 

Fungsi:

Membentuk membran sel, termasuk yang ada di otak. Membran sel pada tubuh layaknya antena yang berfungsi menyampaikan sinyal di dalam sel saraf. Ukuran dan jumlah sel otak dapat bertambah banyak dengan bantuan kolin. Sejatinya, tubuh sudah memproduksi kolin, meski begitu jumlahnya kurang mencukupi sehingga harus diatasi oleh makanan. (Mindell, Earl, The Vitamin Bible, Arlington Books, 1982) 

Sumber Makanan: Telur, susu, hati ayam, daging sapi, kacang kedelai, kol, kacang tanah, bunga kol, bayam brokoli, dan lain-lain.

 

 

  1. Taurin

Taurine atau taurin, kerap dikenal juga sebagai aminoethanesulfonic acid. Nama taurine sendiri muncul karena dalam kenyataannya, para peneliti menemukan senyawa itu dalam empedu sapi, sehingga muncullah ide untuk menamai senyawa ini dengan taurus, sesuai nama latin untuk sapi/banteng.

 

Fungsi:

Peran taurin dalam tubuh mengolah lemak sehingga dapat digunakan tubuh. Taurin juga bermanfaat untuk membantu perkembangan sistem saraf pusat, termasuk sistem saraf di otak. Keberadaan taurin membantu perkembangan perhubungan sel-sel di otak. (Jody Vasallo, The Vitamin and Mineral Counter, Barkeleys Books, 2001)

Sumber Makanan: Ikan-ikanan, telur, daging, dan produk susu beserta olahannya seperti yoghurt, es krim, dan lain-lain.

 

  1. Tyrosine dan Tryptophan

Fungsi:

Bekerjasama dengan omega 3 dan omega 6, protein berupa Tyrosine dan Tryptophan berperan membangun neurotransmitter di otak. Neurotransmitter adalah sejenis bahan kimia yang bertugas memasukkan informasi ke dalam sel saraf dengan cara melekatkan diri pada bagian tertentu dari sel saraf. Neurotransmitter yang baik akan membuat otak dapat menangkap, menyimpan, dan mengeluarkan informasi dengan optimal. (Saxelby, Catherine, Nutrition for life, Reed, 1993)

Sumber Makanan: Susu yang telah ditambahkan zat ini, kacang-kacangan, telur, dan lainnya.

 

  1. Asam Folat

Asam folat merupakan bagian dari B Kompleks. Nama lainnya adalah vitamin B9.

 

Fungsi:

Berfungsi sebagai pembentukan selubung saraf otak anak, bahkan mencegah otak dari kecacatan. (Jody Vasallo, The Vitamin and Mineral Counter, Barkeleys Books, 2001)

Sumber Makanan: Susu, keju, gandum, bayam, brokoli, kedelai, hati ayam, dan lainnya.

 

  1. Zat Besi

Mineral penting bagi tubuh. Zat gizi mikro ini sangat vital keberadaannya dalam hemoglobin (komponen sel darah merah).  

 

Fungsi:

Mengangkut oksigen ke otak. Kalau jaringan otak kekurangan oksigen, maka fungsinya akan terganggu. (Jody Vasallo, The Vitamin and Mineral Counter, Barkeleys Books, 2001)

Sumber Makanan: Kuning telur, hati sapi, jantung sapi, daging ayam, sayuran berdaun hijau, dan lainnya.

 

  1. Zinc

Mineral penting yang juga bernama lain seng.

 

Fungsi:

Berperan dalam membangun membran otak. Meski begitu, bila asupan protein mencukupi, kebutuhan zinc juga biasanya akan terpenuhi. (Jody Vasallo, The Vitamin and Mineral Counter, Barkeleys Books, 2001)

Sumber Makanan: Daging-dagingan, ikan laut, susu, dan lainnya.

 

  1. Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks terdiri atas vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan B12.

 

Fungsi:

Membangun kesehatan otak, membangun sel-sel saraf, dan menjaga jaringan sel saraf agar tetap sehat. (Jody Vasallo, The Vitamin and Mineral Counter, Barkeleys Books, 2001)

Sumber Makanan: Biji-bijian, daging, susu dan produk olahannya, kacang-kacangan, dan lain-lain.

Bunda yuk baca juga artikel mengenai asupan penunjang kecerdasan di artikel “Dukung Kecerdasan Si Kecil dengan Asupan Nutrisi Tepat”.