Home / Semua Usia / Mudahnya Memenuhi Gizi Si Kecil dengan Pola Makan Terukur

Jan 19, 2018

Mudahnya Memenuhi Gizi Si Kecil dengan Pola Makan Terukur

Share Article ini

Para ahli gizi menyarankan penerapan pola 3J (Jenis, Jumlah, Jadwal) dalam mengatur pola makan keluarga, khususnya anak. Pola makan yang terukur ini sangat bermanfaat bagi anak karena kebutuhan gizi anak akan terpenuhi setiap saat atau setiap waktu.

Dalam penerapan pola 3J, harus diketahui terlebih dahulu umur anak, karena beda umur maka beda jenis dan jumlah makan anak. Selanjutnya harus diketahui pola aktivitas dan pola tidur anak karena akan menentukan kapan jadwal makan utama dan selingan yang harus diberikan pada anak.

  1. Jenis

Jenis makanan mencakup ragam bahan makanan yang harus diberikan kepada anak dan tekstur makanan yang bisa diterima anak. Terdapat empat kelompok makanan yang harus diberikan kepada anak mulai usia 1+ hingga 5+ sesuai rekomendasi Pedoman Gizi Seimbang, yaitu:

a.    Karbohidrat kompleks sebagai makanan pokok, seperti nasi, kentang, jagung, tepung-tepungan, dan lain sebagainya.

b.    Sayuran, seperti wortel, labu siam, buncis muda, bayam, dan tomat.

c.     Buah-buahan, dapat dimulai dari buah-buahan yang kaya asam lemak seperti alpukat, dan tekstur yang mudah diterima anak seperti mangga, pepaya, dan pisang.

d.    Protein, mencakup protein hewani seperti ikan, telur, ayam dan daging, serta protein nabati yang mencakup kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe, serta  susu dan hasil olahannya seperti keju. Tiga kelompok protein ini harus diberikan pada anak setiap hari.

  1. Jumlah
    Mengenai jumlah atau porsi makanannya, ahli gizi Dr. (c) Rita Ramayulis, DCN, MKes, memaparkan pembagiannya sebagai berikut:

 

  • Porsi makanan anak usia 1-3 tahun laki-laki dan perempuan
     

JENIS

PORSI

Karbohidrat

3 porsi

Protein

 

  • Hewani

1 porsi

  • Nabati

1 porsi

Sayur

1,5 porsi

Buah

3 porsi

Susu (ASI dilanjutkan hingga usia 2 tahun)

1-2 porsi

Minyak

3 sdt

Gula

2 sdm

  • Porsi makanan anak usia 4-6 tahun laki-laki dan perempuan
     

JENIS

PORSI

Karbohidrat

4 porsi

Protein

 

  • Hewani

2 porsi

  • Nabati

2 porsi

Sayur

2 porsi

Buah

3 porsi

Susu (ASI dilanjutkan hingga usia 2 tahun)

1-2 porsi

Minyak

4 sdt

Gula

2 sdm

 

Sebaiknya Bunda tidak menghitung kalori makanan sendiri, tapi pahami saja porsi yang harus dikonsumsi oleh anak. Yang perlu Bunda pelajari adalah berapa porsi setiap kelompok bahan makanan yang harus dikonsumsi anak. Selanjutnya Bunda perlu mengetahui ragam bahan makanan untuk setiap kelompok makanan.

  • Yang termasuk dalam kelompok karbohidrat kompleks, antara lain nasi dan kentang rebus. Kentang 1 buah berarti ½ porsi karbohidrat. Jika anjurannya 4 porsi, maka anak harus mengonsumsi 3,5 porsi lagi pada jam makanan berikutnya.
  • Omelet berasal dari 1 butir telur. Telur merupakan kelompok protein hewani, dan 1 butir telur setara dengan 1 porsi protein hewani. Jika anjurannya adalah 2 porsi maka anak harus mengonsumsi 1 porsi lagi pada jam makan berikutnya.
  • Satu gelas susu berarti 1 porsi protein susu. Anjurannya adalah 1-2 porsi, maka anak dapat mengonsumsi 1 porsi lagi pada jam berikutnya.
  • Jangan lupa berikan sayur dan buah-buahan. Sedangkan gula boleh dikonsumsi dalam jumlah terbatas, karena gula mengandung karbohidrat yang sudah diperoleh dari jenis karbohidrat kompleks.

3.Jadwal

Menurut Rita, pengaturan waktu makan untuk anak harus disesuaikan dengan usia, dan aktivitas harian anak. Selain sedang bertumbuh dan berkembang, anak sepanjang hari akan melakukan berbagai aktivitas. Anak tentu memerlukan ketersediaan energi dan zat gizi setiap saat. Anak mempunyai ukuran lambung yang masih kecil sesuai dengan ukuran tubuhnya, sehingga mereka tidak bisa menerima makanan banyak sekaligus.

Untuk itu, pemberian makan pada anak harus dilakukan beberapa kali waktu dalam sehari. Gunanya supaya organ pencernaan dapat bekerja lebih efisien dan efektif, tidak terlalu dibebani dengan porsi yang besar. Selain itu ketepatan waktu pemberian makanan setiap hari akan membuat kerja organ pencernaan lebih baik.

       Mudah bukan, menerapkan pola 3J untuk si Kecil? Jika pola 3J ini diterapkan, kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga pasti dapat terpenuhi setiap waktu. Bunda, yuk  baca juga artikel tentang gizi si Kecil di artikel "Kendalikan Hobi Ngemil Pada si Kecil"