Dancow Parenting Center

Home / Semua Usia / Menabung dan Investasi Kembali untuk Pendidikan Si Kecil

Jun 20, 2017

Menabung dan Investasi Kembali untuk Pendidikan Si Kecil

Share Article ini

Tahun ajaran baru sudah dimulai, Bunda. Seperti biasanya, Bunda dan Ayah membutuhkan banyak anggaran untuk memenuhi kebutuhan pendidikan si Kecil di tahun ajaran baru ini. Apalagi bila si Kecil baru saja memulai pendidikan formalnya. Bunda dan Ayah harus mengeluarkan biaya untuk pendaftaran sekolah, biaya seragam serta buku, dan dana guna kebutuhan lainnya. Biaya besar itu tentu perlu Bunda dan Ayah rencanakan dan persiapkan jauh-jauh hari, sehingga tidak membebani kondisi keuangan keluarga.

Hal ini sejalan dengan saran perencana keuangan, Prita Hapsari Ghozie SE, MCom, GCertFP, CFP. dalam live chat bersama DANCOW, Prita Hapsari menyatakan bila dana pendidikan di Indonesia, terutama di sekolah favorit, tergolong besar. Ini bisa memberatkan keuangan keluarga bila Ayah dan Bunda tidak mencicil tabungan atau berinvestasi jauh-jauh hari. "Terlebih dengan tingkat inflasi yang tinggi, dana pendidikan bisa meningkat secara signifikan," kata Prita.

 

Lalu, kapan sebaiknya Bunda dan Ayah mulai merencanakan dan menabung untuk pendidikan si Kecil? Menurut Prita, hal itu perlu dilakukan sedini mungkin. Semakin panjang rentang periode menabung dan berinvestasi, bertambah kecil pula nominal cicilan yang perlu disisihkan setiap bulan, sehingga tidak memberatkan keuangan keluarga. "Bunda bisa memulai perencanaan dan menabung dana pendidikan sejak si Kecil lahir," menurut Prita

Untuk jenis simpanan bagi pendidikan si Kecil, Bunda dan Ayah perlu menyesuaikannya dengan jangka waktu penyimpanan. Bila dana pendidikan akan dibutuhkan dalam waktu kurang dari 1 tahun ke depan, sebaiknya Bunda memilih tabungan. Sementara jika lebih dari 1 tahun, pilihlah investasi. "Kalau Bunda dana pendidikan baru dipakai lima tahun kemudian, Bunda bisa melakukan investasi emas atau mencoba di reksadana," kata Prita.

Tabungan pendidikan bisa Bunda pilih ketika si Kecil akan masuk sekolah pada tahun berikutnya. Agar pengelolaannya jelas dan tidak tumpang-tindih dengan simpanan keluarga, ada baiknya tabungan itu disimpan dalam rekening terpisah. Sedangkan besaran uang yang harus Bunda dan Ayah simpan ke tabungan pendidikan adalah sekitar 10 persen dari penghasilan. "Porsi ini bisa meningkat apabila terdapat kelebihan dana," ujarnya.

Lalu bagaimana kalau Bunda atau Ayah memperoleh penghasilan di luar gaji, seperti THR atau bonus. Untuk yang satu ini, Prita Gohzie menyarankan agar Bunda dan Ayah tidak membelanjakan seluruh penghasilan tambahan itu. Ada baiknya bila sebagian dana dialokasikan untuk tabungan dan investasi, terutama bagi simpanan pendidikan si Kecil. "Sama seperti penghasilan tetap, setidaknya Bunda dan Ayah menyisihkan 10 persen dari bonus atau THR," ujar Prita

Yang perlu Bunda ingat dalam merencanakan simpanan pendidikan si Kecil adalah memperhitungkan faktor inflasi atau kemungkinan kenaikan biaya pendidikan per tahun. Bila tahun ini uang pendaftaran masuk ke PAUD/Playgroup X sebesar Rp 4 juta, bisa jadi dua-tiga tahun kemudian meningkat menjadi Rp 5-7 juta. "Untuk mengantisipasi itu, Bunda bisa memanfaatkan kalkulator finansial sehingga bisa menghitung cicilan investasi secara berkala," menurut Prita Gohzie.

Nah, Bunda sudah paham bila perencanaan dan tabungan pendidikan untuk si Kecil sangat penting, bukan? Kini yang perlu Bunda dan Ayah lakukan adalah menjaga komitmen dalam menabung dan berinvestasi bagi pendidikan si Kecil. Cara yang paling mudah yang dapat Bunda dan Ayah terapkan  adalah melakukan autodebet segera setelah menerima gaji bulanan dan menyimpannya  pada rekening berbeda. dengan begitu, tidak ada lagi kata lupa untuk menyisihkan uang tabungan bagi pendidikan si Kecil.

Bunda yuk baca juga artikel mengenai pendidikan di artikel “Hal yang Harus Diperhatikan Saat Si Kecil Akan Sekolah”. 

Selamat mencoba, Bunda!