Dancow Parenting Center

Home / Semua Usia / Daya Ingat Kuat, Anak Lebih Cepat Belajar

Jul 12, 2017

Daya Ingat Kuat, Anak Lebih Cepat Belajar

Share Article ini

Sejak anak lahir, kemampuan mengingatnya akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam perkembangan kognitifnya. Perkembangan memori anak berjalan beriringan dengan tumbuhnya kesadaran. Anak akan mengingat bagaimana rupa orang-orang di sekitarnya, suara, kata-kata, warna, hingga nama-nama teman di sekitar rumahnya.

Ketika mulai sekolah, kemampuan daya ingatnya diperlukan untuk menghafal huruf dan angka. Anak juga akan belajar untuk mengingat kapan harus makan, membuat PR, menyampaikan pesan dari gurunya, lagu-lagu kesukaannya, dan sebagainya. Kelak, anak juga akan mengingat pengalaman-pengalaman berkesan, baik atau pun buruk, yang akan membentuk dirinya sampai akhir hidupnya.

“Ketika seluruh metode mengingat yang berbeda ini digabungkan, bagaimana daya ingat akan berperan dalam hidup kita akan makin jelas. Kita adalah kita sekarang ini, karena apa yang dapat kita ingat,” kata dokter spesialis anak dr. Eva Devita, SpA(K).

Karena kemampuan mengingat  adalah sebuah proses yang dilakukan individu dalam jangka panjang, orangtua harus terus mengasah kemampuan anak dalam hal ini. Dengan melatih daya ingat anak, Bunda juga akan melatih konsentrasi anak, pemahaman, kemampuan berbahasa, menumbuhkan kepercayaan diri, dan meningkatkan memorinya.

Anak usia 5 tahun memiliki lama konsentrasi atau perhatian sekitar 5-10 menit. Daya konsentrasinya belum terlalu lama karena rasa ingin tahunya terhadap banyak hal dan keinginannya untuk mengeksplorasi sekelilingnya masih sangat besar. Anak pun cenderung bosan bila terlalu lama melakukan atau memperhatikan sesuatu.

Kemampuan untuk berkonsentrasi yang tidak terlalu lama ini menyebabkan anak belum dapat menyimpan informasi terlalu banyak dalam memorinya, kecuali informasi itu diberikan berulang-ulang atau sangat menarik perhatiannya. Mereka dapat menceritakan pengalaman di sekolah atau bermainnya secara sederhana dan berurutan namun kurang detail.

Maka kemampuan berkonsentrasi akan mempengaruhi daya ingat anak. Konsentrasi atau fokus yang baik akan memudahkan informasi terserap ke dalam otak anak dan menjadi memori jangka pendek, apabila diulang-ulang informasi tersebut maka akan tersimpan makin kuat dan menjadi memori jangka panjang. Hal ini dapat terlihat dari kemampuan anak mengingat lirik lagu, gerakan tari, atau kisah-kisah yang diceritakan guru di sekolah.

Memori atau daya ingat adalah kemampuan untuk mendapatkan, menyimpan, dan mengingat kembali informasi atau pengalaman. Menurut Michelle Anthony, MA, PhD, dalam artikelnya, Cognitive Development in 3-5 Year Olds di Scholastic.com, kemampuan ini baru berkembang setelah anak berusia 3 tahun, walaupun mereka lebih mampu untuk mengenal sesuatu daripada mengingatnya. Kemampuan untuk membuat strategi mengingat sesuatu secara spontan  juga belum berkembang sampai beberapa tahun kemudian. Anak-anak prasekolah lebih mudah mengingat sesuatu apabila mereka berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, atau kegiatan yang dilakukan berkesan, atau diajak bercerita tentang apa yang telah dilakukannya.

Daya ingat akan sangat memengaruhi anak apabila sudah mulai masuk usia sekolah (7-12 tahun). Pada masa itu anak akan mendapatkan banyak pengetahuan baru yang harus diingat dan dipahaminya, sehingga membutuhkan daya konsentrasi yang baik agar dapat mengingat dengan baik.

Pada usia 5 tahun, anak masih dalam fase prasekolah, sehingga tuntutan untuk menghapal sesuatu tidak seperti anak usia sekolah. Namun, pada fase prasekolah anak harus dilatih untuk dapat berkonsentrasi cukup lama sehingga dapat mendengar guru bicara di kelas atau menyelesaikan tugas seperti mewarnai atau menggambar.

“Anak dengan daya konsentrasi yang baik maka daya ingatnya pun akan terasah baik sehingga mampu mengingat ketrampilan yang dipelajarinya dengan lebih baik,” kata dokter yang berpraktik di RSAB Harapan Kita, Jakarta, ini.

Anak dengan daya konsentrasi yang rendah maka daya ingatnya pun akan kurang. Pada usia prasekolah seringkali anak yang tidak dapat berkonsentrasi dengan baik tidak dapat duduk tenang ketika di kelas, mendengarkan guru, atau menyelesaikan tugas yang diberikan. Akibatnya penyerapan informasi yang disampaikan tidak optimal. Apabila tidak diatasi tentunya akan mempengaruhi prestasi akademisnya kelak.

Dalam aktivitas sehari-hari, kemampuan konsentrasi dan daya ingat seorang anak diperlukan terutama agar anak mengingat data penting tentang dirinya dan pelajaran yang didapat di sekolah (warna, alfabet, angka). Data yang harus diingat anak di antaranya nama lengkap, usia, nama orangtua, dan alamat rumah. Anak juga harus dapat mengingat di mana lokasi kamar mandi, tempat sampah, ruang makan, tempat menyimpan mainannya, dan lain sebagainya.

Untuk anak usia prasekolah, konsentrasi dan daya ingat dapat dilatih melalui kegiatannya sehari-hari seperti membaca buku cerita atau permainan edukatif secara berulang, mengerjakan permainan puzzle, menjaga rutinitas, membuat lagu untuk hal-hal yang harus diingatnya, dan secara rutin berkomunikasi dengan anak untuk menanyakan tentang aktifitasnya.

Menurut Carolyn Hoyt dalam Developing Your Child’s Memory, yang terpenting adalah pengulangan untuk menguatkan informasi yang didapat anak dari pengalaman pertamanya. Untuk melatih konsentrasi anak, Bunda dapat mencoba beberapa teknik di antaranya:

  • Ciptakan satu kegiatan atau permainan di tempat yang tenang sehingga anak tidak mudah teralihkan perhatiannya.
  • Atur kegiatan si Kecil dengan memakai “timer”, yaitu aktivitas dilakukan bersama anak dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, minta anak menyelesaikan tugas (mewarnai/menyusun puzzle) dalam kurun waktu tertentu. Apabila “timer” berbunyi, maka anak diperbolehkan melakukan aktivitas yang lain.

Apabila aktivitas untuk melatih konsentrasi dan daya ingat di atas dilakukan secara rutin sambil bermain dan tidak memaksa anak, maka anak akan menikmatinya sebagai bermain seperti biasanya. Namun, apabila orangtua melakukannya dengan membuat target anak harus dapat menguasai sesuatu dalam jangka waktu tertentu atau memaksa anak melakukan aktivitas yang tidak disukainya, maka anak akan merasa tertekan dan tidak dapat menikmati kebebasannya untuk bereksplorasi.

Jika anak tertekan atau bosan dengan stimulasi yang berlebihan, maka orangtua dapat memberikan anak kesempatan untuk beristirahat dan membiarkannya melakukan aktivitas apa pun yang diinginkannya dengan pengawasan. Ajak anak berkomunikasi dan mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Selanjutnya orangtua dapat membuat kesepakatan dengan anak tentang aktivitas apa yang disenanginya untuk dapat dilakukan bersama. Orangtua kemudian dapat memodifikasi aktivitas tersebut untuk membantu daya konsentrasi dan daya ingat anak.

Sebagai contoh, anak mungkin lebih senang dengan aktivitas fisik dibandingkan duduk diam mengerjakan tugas. Maka orangtua dapat membuat permainan mencocokkan benda atau mengelompokkan benda (alat transportasi/warna/binatang, dan lain sebagainya) sambil menyebarnya di sudut atau sisi ruangan yang berbeda. Sehingga anak terpenuhi kebutuhannya untuk bergerak, pengetahuannya bertambah, konsentrasi, dan daya ingatnya pun terasah.

Bunda yuk baca juga artikel mengenai daya ingat di artikel “Agar Daya Ingat Si Kecil Optimal di Masa Sekolah”.