Dancow Parenting Center

Home / Semua Usia / Cara Gadget Menstimulasi Tumbuh Kembang Anak

Jul 21, 2017

Cara Gadget Menstimulasi Tumbuh Kembang Anak

Share Article ini

Mendengar kata anak dan gadget, biasanya selalu terbayang hal-hal negatif, seperti kecanduan bermain gadget atau bagaimana mereka mengakses konten-konten yang dapat merusak pola berpikirnya. Namun, jika digunakan dengan bijak, gadget bahkan bisa menstimulasi tumbuh kembang anak.

Gadget dan perangkat media audiovisual saat ini memang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Menurut Jovita Maria Ferliana, M.Psi., Psikolog dari RS Royal Taruma seperti dikutip Nakita.Id, pengenalan dan penggunaan gadget bisa dibagi ke beberapa tahapan usia. Untuk anak usia di bawah 5 tahun, “Pemberian gadget sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, dan suara,” katanya.

Di usia ini, yang utama bukanlah gadget-nya, tapi peran orangtua. Gadget digunakan lebih sebagai sarana untuk mengedukasi anak oleh orangtua.

BERADAPTASI DENGAN ZAMAN

Sebetulnya, apa saja dampak positif gadget? Yang pertama, menurut Jovita,  gadget akan membantu perkembangan fungsi adaptif seorang anak. Kemampuan beradaptasi membuat si Kecil bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya dan perkembangan zaman. Jika perkembangan zaman sekarang ditandai dengan kemunculan perangkat dan aplikasi digital yang semakin canggih, maka anak pun harus tahu cara menggunakannya.

“Artinya fungsi adaptif anak berkembang,” tutur Jovita. Jadi, seorang anak harus tahu fungsi gadget dan harus bisa menggunakannya karena salah satu fungsi adaptif manusia zaman sekarang adalah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sebaliknya, anak yang tidak bisa mengikuti perkembangan  teknologi bisa dikatakan fungsi adaptifnya tidak berkembang secara normal.

Namun, fungsi adaptif juga akan menyesuaikan budaya dan tempat seseorang tinggal. Kalau anak tinggal di sebuah desa yang langka gadget, maka wajar kalau ia tidak tahu dan tidak kenal yang namanya gadget.

Nilai positif lain adalah gadget memberi kesempatan anak untuk leluasa mencari informasi. Apalagi anak-anak sekolah sekarang dituntut untuk mengerjakan tugas melalui internet.

Tentunya, orangtua harus tetap mendampingi karena justru di usia di bawah 5 tahun, peran orangtua lebih dominan. Fungsi orangtua adalah menjelaskan dan membantu anak mengaitkan antara apa yang ada di gadget dengan apa yang ia lihat di dunia nyata. Misalnya, ketika gadget menampilkan warna merah, maka orangtua mengatakan, “Nah, ini warna merah,” dan seterusnya.

 

KAPAN BOLEH DIKENALKAN?

American Academy of Pediatrics pada tahun 2016 telah mengeluarkan rekomendasi terbarunya dalam hal paparan media elektronik (gadget/TV) untuk anak. Anak usia kurang dari 18 bulan sebaiknya tidak menggunakan media layar (screen media) kecuali video-chatting.

Pada anak usia 18-24 bulan, perkenalan dengan media digital harus diseleksi berdasarkan program yang berkualitas tinggi dan dinikmati bersama Bunda atau Ayah. Selama menggunakan gadget, anak harus didampingi dan terus diajak berkomunikasi agar memahami apa yang dilihat.

Pada anak usia 2-5 tahun, penggunaan screen media harus dibatasi hanya 1 jam per hari yang berisi program yang berkualitas tinggi. Orang tua tetap harus mendampingi anak dalam menonton atau menggunakan gadget agar anak memahami dan dapat mengaplikasikan atau mengambil manfaat dari apa yang ditontonnya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari aspek interaksi sosial, perkembangan anak-anak usia di bawah 5 tahun sebaiknya memang lebih ke arah sensor-motorik. Yaitu, anak harus bebas bergerak, berlari, meraih sesuatu, merasakan kasar-halus. Bukankah gadget juga bisa memberikan stimulasi eperti pengenalan warna atau games yang melibatkan aktivitas? Betul sekali, “Namun, kemampuan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan objek nyata tidak diperoleh anak. Tentu beda antara memencet tombol dengan jika anak sendiri yang melompat, kan?” papar Jovita.

Selama menggunakan gadget orang tua harus mendampingi dan memberikan penjelasan pada anak. Ketika melihat benda-benda tersebut di kehidupan nyata, orang tua dapat mengingatkan lagi tentang apa yang sudah dilihat si Kecil di layar. Sebagai contoh, anak dapat menambah pengetahuannya tentang proses hujan-banjir, proses tumbuhnya bunga, proses pembuatan mainan tertentu, dan masih banyak lagi.

Dokter Eva Devita, SpA(K), Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial di RSAB Harapan Kita, Jakarta menambahkan, anak usia 6 tahun atau lebih sudah boleh menggunakan gadget atau media elektronik lainnya, tetapi tetap batasi waktunya.  

Pastikan kegiatan tersebut tidak memengaruhi waktu tidur, aktivitas fisik, dan perilaku lain yang berpengaruh pada kesehatan anak. “Pastikan materi dari gadget yang digunakan bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar anak, mengenal hal-hal baru, melatih daya ingat, dan memecahkan masalah,” kata dr. Eva.

Terapkan  batasan waktu dan program apa saja yang boleh dilihat atau dimainkan anak. Buatlah aturan yang disepakati bersama dengan anak kapan gadget boleh digunakan, misalnya sepulang sekolah dari pukul 16.00 sampai 18.00, tidak menggunakan gadget di kamar tidur, dan sebagainya.

Agar anak dapat mematuhi peraturan, informasikan tentang risiko atau dampak buruk dari penggunaan gadget yang berlebihan. Anak harus memahami bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatannya (kesehatan mata, kesulitan konsentrasi, berat badan), kurangnya waktu istirahat atau tidur, sampai kecanduan.

Selain memberikan batasan waktu dan program yang boleh dilihat dengan gadget-nya, Bunda dapat mengatur atau memakai aplikasi khusus yang tidak memungkinkan anak mengunduh atau menyaksikan program yang tidak sesuai untuk usianya.

 

SOLUSI BER-GADGET

Berbagai penelitian menunjukkan penggunaan gadget pada usia yang sangat dini, memberikan dampak yang tidak baik terutama terhadap perkembangan bahasa serta interaksi sosial anak. Untuk kelompok anak usia sekolah pun manfaat dari gadget atau media interaktif seperti media sosial dan video games tergantung pada lama penggunaan dan apa yang dilihat anak atau dilakukan anak dengan gadget tersebut.

 

Jennifer Holmes dalam tulisannya tentang “9 Effects of Modern Gadgets on Children Development” menuliskan ada 9 dampak gadget untuk perkembangan anak, yaitu perkembangan otak menjadi terganggu dan menyebabkan gangguan atensi, kognitif, belajar, meningkatnya impulsivitas, dan berkurangnya kemampuan untuk mengendalikan diri. Anak yang lebih banyak waktunya di depan gadget juga lebih rentan mengalami obesitas dibandingkan dengan mereka yang lebih banyak melakukan aktivitas fisik.

 

Penggunaan gadget yang lama dapat memicu ketagihan atau adiksi sehingga anak cenderung impulsif, mudah tantrum, atau melawan orangtua. Interaksi dengan gadget yang berlebihan juga mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi dan bersosialisasi, sulit untuk tidur, serta interaksi dengan alam berkurang. Paparan yang lama dengan layar gadget juga dapat mengganggu fungsi penglihatan anak.

 

Solusinya, pilih program yang bersifat interaktif dan merangsang perkembangan anak misalnya program puzzle, pengenalan bentuk, angka, benda atau alat transportasi dan lainnya. Untuk anak yang sudah masuk usia sekolah maka gadget dapat dimanfaatkan untuk menambah informasi atau pengetahuan tentang materi yang dipelajari di sekolah. Bunda yuk baca juga artikel  tentang penggunaan gadget pada anak lainnya di artikel

“Cerdas Menggunakan Gadget untuk Si Kecil dan Bunda”.