Home / Semua Usia / Bunda, Apakah Kebutuhan Gizi Si Kecil Sudah Terpenuhi?

Jan 10, 2018

Bunda, Apakah Kebutuhan Gizi Si Kecil Sudah Terpenuhi?

Share Article ini

Anak-anak tumbuh dan berkembang sejak lahir hingga dewasa. Nutrisi yang baik adalah bahan bakar untuk proses perkembangan ini, sehingga sangat penting mengajarkan anak tentang kebutuhan nutrisi dan menerapkan pola makan yang sehat sejak dini. Penerapan pola makan yang baik ini sangat membantu agar mereka berkembang menjadi orang dewasa yang sehat.

Anak usia 1, 3, dan 5 tahun, misalnya, mempunyai kebutuhan nutrisi yang berbeda. Ahli gizi Dr. (c) Rita Ramayulis, DCN, MKes, mengatakan, semua zat gizi dibutuhkan semua kelompok usia tersebut, tetapi dengan jenis berbeda. Perkembangan otak anak usia 1-3 tahun lebih pesat daripada anak usia 4-6 tahun.

“Maka semakin besar anak, semakin besar kebutuhan akan zat gizi di usia tersebut. Usia 4-6 tahun pasti lebih tinggi kebutuhannya karena  sedang bertumbuh fisiknya dan berkembang kecerdasannya, begitu juga pembentukan sistem imunitasnya. Tetapi nanti jika telah melewati masa itu dan telah dewasa, kebutuhan gizinya akan dilihat per kilogram berat badan,” jelasnya.

Untuk itu, Bunda perlu mengetahui beberapa pedoman dalam pemenuhan kebutuhan gizi si Kecil:

Usia 1-2 tahun
Anak  berada  pada periode pertumbuhan  dan perkembangan  cepat, mulai  terpapar  terhadap infeksi  dan secara fisik mulai aktif, sehingga kebutuhan terhadap zat   gizi  harus  terpenuhi  dengan memperhitungkan aktivitas  bayi/anak  dan  keadaan  infeksi. 

Pedoman Gizi  Seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada 2014 menyatakan,   konsumsi  makan sehari -hari harus mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah (porsi) yang sesuai   dengan kebutuhan  setiap orang atau kelompok umur.  Definisi  Gizi Seimbang  sendiri meliputi:

  1. Cukup  secara  kuantitas, cukup secara kualitas.
  2. Mengandung berbagai zat gizi  (energi,  protein,  vitamin  dan  mineral) yang  diperlukan  tubuh untuk  tumbuh   (pada anak-anak),  untuk menjaga kesehatan, dan untuk melakukan  aktivitas  dan fungsi  kehidupan  sehari-hari (bagi  semua  kelompok umur  dan  fisiologis).
  3. Menyimpan zat gizi untuk  mencukupi  kebutuhan tubuh, yang terdiri atas:
  • Zat tenaga atau energi, diperlukan untuk melakukan aktivitas fisik sehari-hari yang sebagian besar diperoleh dari bahan pangan sumber karbohidrat, lemak, dan protein.
  • Zat pembangun atau protein, penting untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel rusak yang didapatkan dari bahan makanan hewani atau tumbuh-tumbuhan (nabati).
  • Zat pengatur atau vitamin dan mineral berperan untuk proses metabolisme atau bekerjanya fungsi organ tubuh. 

Usia  2-5  tahun
Kebutuhan gizi anak meningkat  karena berada pada masa pertumbuhan  cepat  dan aktivitasnya  tinggi. Anak mulai memilih makanan yang disukai termasuk jajanan, sehingga  pengenalan  kepada  makanan  yang  beranekaragam sangat  penting. 

Untuk  memenuhi  kebutuhan  zat  gizi  selama  sehari  dianjurkan agar anak makan secara teratur tiga kali sehari  dimulai dengan sarapan, makan siang, dan makan malam, dengan tambahan kudapan pagi  dan kudapan sore dengan kepadatan gizi yang tinggi.

Pedoman Gizi Seimbang  juga menyarankan agar anak-anak mengurangi konsumsi  makanan yang tidak sehat dan tidak bergizi seperti junk food, dan dianjurkan agar selalu makan bersama keluarga. Sarapan setiap hari penting  bagi anak karena mereka sedang  tumbuh dan mengalami  perkembangan  otak yang sangat tergantung pada asupan makanan secara teratur. 

Bunda juga bisa memberikan susu, bukan sebagai pengganti makan melainkan sebagai bagian dari makanan yang dikonsumsi anak. “Kuncinya anak harus mendapat gizi seimbang berdasarkan  kelompok bahan makanan tadi, di mana susu adalah bagian dari bahan makanan yang harus dipenuhi,” kata Rita.

Tanda-tanda si Kecil memiliki gizi yang baik:

  • Berat badan ideal
  • Pertambahan tinggi badan optimal
  • Mempunyai kemampuan intelektual yang baik
  • Kemampuan berpikir (IQ)
  • Fokus
  • Cerdas emosi (EQ)
  • Rambut mengkilat dan tidak mudah patah
  • Kulitnya berwarna cerah dan tidak bersisik
  • Tidak mudah mengantuk dan aktif bermain

Untuk mengukur berapa banyak nutrisi yang harus dikonsumsi anak sesuai usianya, Bunda bisa berpegang pada Tabel Angka Kecukupan Gizi  (AKG) yang dianjurkan sesuai ketetapan Peraturan Menteri Kesehatan RI berikut ini.

Tabel Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia

Angka Kecukupan Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat,  Serat dan Air yang dianjurkan untuk orang Indonesia (per orang per hari)

*Nilai median berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) orang Indonesia dengan status gizi normal berdasarkan Riset Kesehatan Dasar  (Riskesdas) 2007 dan 2010. Angka ini dicantumkan agar AKG dapat disesuaikan dengan kondisi berat dan tinggi badan kelompok yang bersangkutan. 

Bunda, yuk baca juga artikel tentang kebutuhan gizi si Kecil di artikel "Gizi Seimbang, Dukung Pertumbuhan Optimal"