Dancow Parenting Center

Home / Semua Usia / Anak 3 Tahun Butuh Susu yang Tepat

Jul 28, 2017

Anak 3 Tahun Butuh Susu yang Tepat

Share Article ini

Sejatinya, anak balita (usia 3 tahun ke atas) masih mengalami proses tumbuh kembang yang pesat. Hal ini dibuktikan oleh perkembangan otak yang mencapai 90% dari ukuran otak dewasa saat si Kecil memasuki usia 6 tahun. Di usia ini, ia juga mampu menyerap informasi dua kali lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Tak heran jika para ahli perkembangan anak mengandaikan otak kanak-kanak sebagai spons dengan daya serap yang tinggi. Dalam hal fisik, pertumbuhan si Kecil juga menunjukkan peningkatan yang pesat. Setiap tahun, tinggi badannya bertambah kurang lebih 7,5 cm. 

Nutrisi dan stimulasi yang tepat dibutuhkan untuk terus mendukung tahapan tumbuh kembang ini, salah satunya  meningkatkan kemampuan kognitif seperti penalaran dan logika. Nalar dan logika sangat dibutuhkan bagi kemajuan belajar si Kecil dengan mengeksplorasi lingkungannya.  Nutrisi lengkap dalam jumlah yang cukup juga diperlukan untuk melindungi kesehatan si Kecil. Perlindungan ini merupakan fondasi penting bagi perkembangan fisik dan mentalnya.   

Perkembangan dan pertumbuhan pesat balita ini ikut mematangkan keterampilan emosi dan sosialnya. Saat bersama anak lain yang sebaya, si Kecil mulai menunjukkan kemampuan berinteraksi dan bermain bersama. Di usia ini, tak ada salahnya jika ia diikutkan pada kegiatan dalam kelompok bermain (KB)  atau PAUD. Gunanya untuk mengasah kemampuan bersosialisasi, berkreasi, dan berimajinasi. 

Tantangannya adalah kegiatan bersama di luar rumah memperbesar risiko si Kecil terinfeksi kuman, terutama kuman yang menyerang organ pencernaan dan saluran pernapasan. Ditambah lagi, mayoritas anak usia 3 tahun ke atas masih mengalami kekurangan asupan nutrisi harian, terutama asupan energi, vitamin A, C, dan zat besi.  Padahal, kecukupan nutrisi lengkap diperlukan untuk mendukung proses tumbuh kembang dan aktivitasnya.

SUSU YANG TEPAT UNTUK 3 TAHUN KE ATAS

Kebutuhan nutrisi anak bervariasi atau bergantung  pada usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin dan aktivitasnya. Anak usia 3 tahun yang telah banyak melakukan aktivitas fisik butuh lebih banyak energi. Asupan karbohidrat sebagai sumber energi harus mencukupi, begitu pula dengan asupan lemak sebagai cadangan energi.

Susu merupakan sumber nutrisi yang bisa membantu melengkapi kebutuhan anak usia 3 tahun ke atas. “Susu memiliki manfaat sangat besar untuk membantu meningkatkan kualitas hidup manusia karena banyak mengandung zat gizi yang lebih mudah diserap tubuh seperti protein,  vitamin D, kalsium, fosfor, magnesium, vitamin A, zink, asam lemak esensial, laktosa, dan asam amino esensial,” ungkap ahli gizi Emalia Rhitmayanti, SGz, MP dari Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.

“Susu karena itu sangat dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan gizi, terutama anak-anak,” tambah Emalia. “Kandungan lemaknya merupakan salah satu komponen penting dari jaringan-jaringan tubuh yang vital, khususnya otak  (sistem saraf pusat). Lemak juga berperan sebagai proteksi dan pemberi kehangatan bagi tubuh.”

ASUPAN YANG DISARANKAN

Untuk anak usia 3-5 tahun, konsumsi susu dapat membantu kecukupan nutrisi dan perlindungannya. “Hal ini juga berlaku untuk anak dengan kuantitas dan kualitas makan yang tergolong normal dan baik (mendapatkan pola makan seimbang dari serealia, sayuran, buah-buahan, lauk hewani dan lauk nabati)” kata Emalia.

Produk susu pertumbuhan yang baik dilengkapi dengan nutrisi untuk perlindungan berupa bakteri baik dan serat pangan. Susu pertumbuhan juga mengandung nutrisi untuk perkembangan otak, yaitu DHA, Omega-3 dan 6, serta nutrisi untuk pertumbuhan fisik, yaitu protein dan kalsium.  Tentunya jumlah kandungan susu pertumbuhan sudah disesuaikan dengan kebutuhan di setiap tahapan usia si Kecil.

Konsumsilah susu sejumlah yang dianjurkan per takaran saji.  Kurang lebih, 3 sendok takar susu/ 2 gelas susu (@240ml) per hari, demikian disarankan dalam artikel Dietary Recommendation for Children and Adolescents: a Guide for Practitioners (Gidding SS, Dennison BA, Birch LL, Daniels SR, Gillman MW, Lichtenstein AH, et al.) yang dimuat di jurnal Pediatrics tahun 2006.

Jika anak mendapat asupan turunan produk susu yang lain, konsumsi susu dapat dimodifikasi misalnya menjadi 1 gelas (240 ml), 200 g yoghurt, dan 2 lembar keju (40 g). “Apa pun komposisinya, yang paling penting diingat ialah konsumsi susu atau produk turunannya sesuai yang dianjurkan per takaran saji dan variasikan dengan makanan lain,” lanjut Emalia.

Tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG)  yang ditetapkan Kemenkes Tahun 2013 menyebutkan, dua gelas susu (dari 3 sendok takar susu per gelasnya) menyumbang lemak sebesar 25% (16 g) dari kebutuhan anak usia 3-5 tahun (62 g).  Sisanya dapat dipenuhi dari bahan makanan sumber lemak lainnya agar si Kecil tetap mengonsumsi makanan yang bervariasi. Konsumsi susu sesuai  aturan pakai juga dimaksudkan agar si Kecil  tetap berselera menyantap makanan utama dengan porsi yang dibutuhkan.

Bunda yuk baca juga artikel mengenai susu si Kecil di artikel “Penyajian Susu Pertumbuhan Anak yang Tepat Bikin Si Kecil Makin Sehat”.