Dancow Parenting Center

Home / Semua Usia / Agar Si Kecil Tak Jadi Anak Pemalu

Sep 07, 2017

Agar Si Kecil Tak Jadi Anak Pemalu

Share Article ini

Ketika anak lain sudah memiliki teman, si Kecil masih saja malu-malu untuk mulai berteman dengan lingkungan sekitarnya. Bunda tentu khawatir, jangan-jangan nanti dia tidak punya teman gara-gara jadi anak pemalu. Anak pemalu cenderung menarik diri. Mereka kerap menempel pada orangtua, menangis, atau mengamuk bila dipaksa berhadapan dengan hal-hal baru di hadapan orang yang tak dekat dengannya.

Menjadi anak pemalu memang dianggap sangat tidak membantu, terutama di dunia sekarang ini, di mana anak-anak diharapkan berada di luar sana dan menjadi yang terbaik dalam segala hal, termasuk dalam interaksi sosial. Tetapi, anak pemalu juga punya segi positif. Umumnya mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang menganalisis setiap situasi secara utuh sebelum “masuk.” Anak-anak seperti ini cenderung membuat keputusan bijak.

Penanganan terbaik dengan memberi banyak waktu, dukungan, dan kesabaran bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru. Jika Bunda memiliki anak pemalu, tugas kita untuk membantunya membangun kepercayaan diri dan mengajarkan kepadanya cara berinteraksi sosial. Selain itu, cobalah tip berikut mengatasi anak pemalu seperti yang disarankan Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psikolog.,;

1. Jangan memberi anak label: Bagaimana cara kita berbicara kepada anak-anak akan menjadi suara batin mereka. Jika orangtua secara terbuka memberi label pemalu pada si Kecil, tidak percaya diri atau negatif, maka itu hanya akan meningkatkan masalah karena si Kecil akan mulai mempercayainya. Sebaiknya, bicarakan hal-hal positif tentang si Kecil dan membantunya berkembang lebih baik.

2. Dorong interaksi satu lawan satu: Interaksi yang dimaksud adalah anak yang cenderung melakukan interaksi dan bermain dengan anak seusianya. Anak-anak memiliki cara berkomunikasi dan bergaul sendiri, jadi biarlah hal itu terjadi secara alami. Bunda hanya perlu sering membawanya ke tempat di mana ia akan bertemu dengan anak seusianya. Misalnya, seperti taman, arena bermain agar si Kecil terbiasa berinteraksi dengan anak-anak lain seusianya.

3. Jelaskan di depan tentang situasi yang diharapkan: Setiap anak dapat merasa tidak nyaman dalam situasi tertentu atau menghadapi orang yang baru ia temui, terutama jika si Kecil adalah tipe pemalu. Untuk membuatnya nyaman, katakan padanya ke mana Bunda akan pergi dan apa yang akan terjadi, siapa saja orang yang akan ia temui dan berapa lama Bunda akan berada di sana. Jika perlu lakukan role play bersama anak yang menyerupai situasi yang akan dihadapinya.

4. Jadilah penyemangat: Terus dorong si Kecil untuk melakukan percakapan, lebih percaya diri, lebih vokal dan tidak takut berbicara di depan orang atau dalam situasi apa pun. Rayakan rasa percaya dirinya saat ia telah berusaha dan memuji prestasinya. Dalam situasi ketika ia merasa sangat malu, bicarakan prestasinya yang lalu dan bantulah si Kecil untuk percaya bahwa ia dapat melakukannya lagi.

5. Bicarakan tentang pentingnya kontak mata: Kapan pun Bunda berbicara dengannya, pastikan untuk melakukan kontak mata. Katakan padanya mengapa penting untuk melakukan kontak mata saat ia berbicara dengan siapa pun. Bantu si Kecil berlatih di rumah, dan bersikaplah sangat lembut saat mencoba menceritakan kepadanya apa yang harus dilakukan dan bagaimana ia bisa lebih percaya diri.

6. Pahami rasa malunya dengan tidak memojokkan ketika sikap malunya muncul. Misalnya saat anak malu dan tidak mau bersalaman saat diajak bertamu, pahami dan berikan kesempatan pada anak dengan mengatakan,  “Kalau belum mau salaman sekarang gak apa...nanti salamannya pas kita mau pamit aja ya.”

Bunda yuk baca juga artikel mengenai sifat pemalu si Kecil di artikel “Tumbuhkan Kepercayaan Diri pada Anak Pemalu"