Home / Semua Usia / 4 Nutrisi Penting untuk Optimalkan Proses Belajar Si Kecil

Jan 09, 2018

4 Nutrisi Penting untuk Optimalkan Proses Belajar Si Kecil

Share Article ini

Si Kecil yang sudah memasuki usia 3 tahun ke atas, masih akan terus berkembang otaknya dan akan mencapai 95% volume otak orang dewasa pada usia 6 tahun. Di usia ini juga, si Kecil mampu menyerap informasi dua kali lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Terlebih lagi, di periode ini, umumnya si Kecil sudah mulai masuk kelompok bermain untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Banyak hal yang memengaruhi kemampuan belajar si Kecil dan semuanya saling berhubungan. Namun demikian kecerdasan dan intelegensi yang tinggi sangat menentukan keberhasilan proses belajar si Kecil.  Karena dengan kecerdasan yang tinggi si Kecil akan mudah untuk memahami banyak hal dalam proses belajarnya. Selain itu kecerdasan otak juga akan memengaruhi emosi dan kemauan belajar.

Untuk mendukung proses belajar si Kecil, berikan nutrisi penting yang diperlukan untuk perkembangan otak mereka, seperti disampaikan oleh ahli gizi Dr. (c) Rita Ramayulis, DCN, MKes, berikut ini:

  1. Karbohidrat, protein, dan lemak
    Energi merupakan hasil metabolisme dari zat gizi makro yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Komposisi zat-zat gizi ini harus berada dalam jumlah seimbang agar otak mampu memproses informasi dan menerima rangsangan dari satu saraf ke saraf lain dengan cepat. Anak yang kurang mengasup energi atau kelebihan asupan energi akan mudah mengantuk, kurang semangat, yang tentunya dapat mengganggu proses belajarnya, demikian menurut Georgia E. Hodgkin, Kepala Department of Nutrition and Dietetics, School of Allied Health Professions di Loma Linda University, California, dalam jurnal Nutrition and Academic Achievement, 2009.

 

  1. DHA
    Omega 3, atau disebut juga asam alfa-linoleat (ALA), akan membentuk DHA (asam dokosaheksaenoat) yang penting untuk perkembangan otak, demikian menurut G.J. Anderson dan W.E. Connor dalam artikelnya, Accretion of Fatty Acid Diet Suplement with DHA di The American Journal of Clinical Nutrition. Asupan DHA yang cukup, yaitu 0,5% dari asupan energi, akan membantu anak berkonsentrasi dalam belajar sehingga bisa meningkatkan prestasi belajar di sekolah.

DHA banyak ditemukan pada ikan laut. Minyak ikan mengandung DHA yang tinggi. Penambahan minyak ikan pada menu makanan, termasuk susu, dapat membantu memenuhi kebutuhan DHA si Kecil. Ada pun omega 3 dapat diperoleh dari bahan makanan hewani dan tanaman laut seperti alga, fitoplankton, seafood, ikan,dan minyak ikan.  Sedangkan omega 6 berasal dari minyak tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian seperti minyak bunga matahari, safflower, minyak kedelai, jagung, dan margarin.

  1. Zat besi
    Zat besi merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan anak untuk mendukung kemampuan belajarnya. Kekurangan zat besi akan memberikan efek biomikia, yaitu terjadi penurunan metabolisme oksidatif dan pengurangan massa otak sehingga mengakibatkan kelainan struktur dan fungsi otak. Keadaan ini terkait dengan gangguan daya ingat. Menurut Paul Thomas, EdD, RD, di National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements, zat besi juga merupakan substansi pembangun sel-sel darah merah yang berfungsi mengantar oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Jika tubuh tidak cukup mendapatkan oksigen, kita akan cepat lelah. Kelelahan itu bisa memengaruhi segala sesuatu, dari fungsi otak hingga kemampuan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi.

 

  1. Kolin
    Kolin merupakan vitamin yang larut dalam air dan dikategorikan dalam kelompok vitamin B.  Menurut Steven H. Zeisel dalam artikel A Brief History of Choline. Annals of Nutrition and Metabolism (2012), kolin diperlukan sebagai makanan otak pada anak-anak dan sangat penting untuk pengembangan daya ingat anak. Asupan kolin dapat merangsang proses pelapisan lemak pada jaringan saraf, memperbaiki komunikasi saraf dengan otot, dan meningkatkan neurotransmitter ke otak. Bahan makanan yang kaya akan kolin adalah kacang kedelai, kuning telur, kembang kol, tomat, susu, jagung, biji bijian, dan lain sebagainya.

Untuk menakar apakah asupan nutrisi si Kecil sudah terpenuhi atau belum, Bunda bisa mengatur isi dan porsi piring makannya. Seharusnya setiap kali makan si Kecil harus mengonsumsi karbohidrat seperti nasi/ jagung/ kentang; lauk seperti ikan/ ayam/ daging/ telur/ tahu/ tempe/ dan kacang-kacangan, juga aneka ragam sayuran dan buah.

“Sederhananya, Bunda dapat membagi piring makan menjadi empat bagian. Jika ternyata salah satu bahan atau dua kelompok bahan tidak terpenuhi, artinya asupan nutrisi si Kecil tidak terpenuhi,” tukas Rita.

Susu dapat membantu memenuhi asupan nutrisi penting tersebut. Karena, produk susu biasanya dilengkapi zat gizi tertentu seperti vitamin, mineral, dan lemak esensial agar kualitasnya lebih baik. Pastikan Bunda mengetahui kebutuhan nutrisi yang sesuai untuk usia si Kecil. Pilih susu yang mengandung omega 3, omega 6, dan kolin, untuk membantu mengoptimalkan proses belajar si Kecil.

Bunda, yuk baca juga artikel tentang proses belajar si Kecil di artikel "Nutrisi Penunjang Kecerdasan dan Kemampuan Belajar si Kecil"