Home / Semua Usia / 3 - 5 tahun / Yuk, Ajak Si Kecil Beraktivitas Fisik!

Dec 15, 2017

Yuk, Ajak Si Kecil Beraktivitas Fisik!

Share Article ini

Untuk mencapai kondisi kesehatan yang prima, selain pentingnya memerhatikan asupan gizi si Kecil, juga tak kalah penting adalah mendorongnya melakukan aktivitas fisik.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), seorang anak membutuhkan sekitar 60 menit berolahraga fisik setiap harinya. Total 60 menit ini tidak harus didapatkan dalam satu waktu yang sama, tetapi dapat dijumlahkan dalam sehari menjadi 60 menit.

Kenapa aktivitas fisik penting? Menurut dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH, inilah beberapa keuntungan bila si Kecil selalu didorong untuk melakukan aktivitas fisik;

-         Aktivitas fisik atau olahraga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik anak seperti meningkatkan lean body mass, meningkatkan kepadatan tulang, kekuatan otot dan tulang, meningkatkan kesehatan jantung, peredaran darah, serta kesehatan paru-paru.  Sebuah penelitian di Iowa, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa anak-anak yang secara aktif bermain memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan tulang yang optimal. Banyak penelitian lain yang membuktikan bahwa bermain aktif mencegah anak dari kelebihan berat badan dan obesitas.

-         Membantu mengembangkan koordinasi dan gerakan motorik.

-         Meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan belajar dan berlatih, serta meningkatkan kesehatan mental psikologis. Saat beraktivitas fisik, si Kecil akan merasa gembira. Hal ini akan membantu anak mengurangi stres dan membantu kemampuan sosial anak serta mengasah perkembangan otak.

-         Bila dilakukan bersama keluarga, aktivitas fisik dapat memberikan quality time pada si Kecil dan meningkatkan bonding dengan orangtua.

-         Bila dibiasakan melakukan aktivitas fisik sejak dini kelak si Kecil tumbuh menjadi seorang dewasa dengan gaya hidup aktif.

RAGAM AKTIVITAS

Adapun panduan aktivitas fisik atau berolahraga bagi anak-anak yang direkomendasikan oleh dokter Bernie adalah sebagai berikut:

-         Usia batita

Pada periode usia ini, si Kecil diharapkan sudah dapat berjalan, berlari, dan melompat. Pada masa ini, olahraga diperlukan untuk memperkuat kemampuan dasar motorik kasar dan kemudian melatih fungsi dan kemampuan motorik, serta perkembangan lainnya seperti kemampuan koordinasi mata-tangan (motorik halus), keseimbangan, dan ritme gerak fisik.

Bentuk paling sering dari aktivitas fisik pada masa ini adalah bermain secara aktif seperti berjalan, berlari, memanjat, dan lainnya. Bentuk lain adalah yang disebut interactive guided play atau bermain interaktif dengan arahan seperti berlatih menari, yang juga melatih anak untuk mengikuti instruksi.

 Sesekali selipkan aktivitas yang memerlukan banyak tenaga dalam waktu singkat, seperti melompat-lompat, memanjat, berlari. Mainkan musik dan ajak si Kecil bergerak sesuai irama. Belajarlah bermain bola dengan cara lempar tangkap dan menendang. Permainan yang didorong dan ditarik seperti kereta-keretaan meningkatkan pemahaman anak tentang kesadaran ruang

  • Usia Prasekolah  

Anak yang berusia 4 - 5 tahun dianjurkan melakukan minimal 180 menit atau 3 jam aktivitas fisik dengan intensitas ringan hingga tinggi per harinya. Aktivitas fisik tersebut dapat berupa sejumlah aktivitas di lingkungan luar rumah atau aktivitas bermain ataupun rekreasi. Pada usia ini, anak diharapkan dapat mengembangkan kemampuan melempar, melompat dan berlari.

Si Kecil di usia prasekolah memiliki banyak sekali pilihan permainan yang dapat dijadikan aktivitas fisik. Selipkan latihan yang membuat anak bernafas lebih cepat dan dalam. Misalnya, ajak anak berlomba jarak pendek saat bersepeda.

Selain rekomendasi aktivitas fisik, anak-anak juga dianjurkan membatasi kegiatan yang sedentary atau tidak aktif dalam kesehariannya. Hal ini dapat dicapai misalnya Bunda, Ayah atau pengasuh meminimalisasi waktu yang dihabiskan oleh si Kecil untuk duduk, menggunakan stroller atau menonton TV. Waktu yang dianjurkan adalah kurang dari 1 jam sehari, bahkan apabila dapat lebih pendek akan lebih baik.

Pada saat melakukan aktivitas fisik, umumnya si Kecil akan berkeringat. Tak apa, hal ini sangat sehat dampaknya bagi si Kecil. Namun demikian, jangan sampai si Kecil mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu, sodorkan minuman, jangan tunggu sampai si Kecil mengeluh haus. Karena jika si Kecil bilang haus, berarti telah terjadi dehidrasi ringan. Sebaiknya minum cairan yang sejuk (bukan dingin), sebelum, selama dan setelah olahraga. Jumlah sekitar 200-250 cc (1 gelas) setiap 20 menit berolahraga. Minuman yang dianjurkan berupa air putih atau jus buah segar (bukan kemasan).

Untuk mendukung aktivitas fisiknya, pastikan si Kecil mendapatkan nutrisi sesuai usianya. Memberikan nutrisi yang tepat dan sempurna bisa membantu mendukung kesehatan serta kebutuhan gerak Si Kecil. (*)

Bunda yuk baca juga artikel tentang aktivitas fisik si Kecil di artikel  "Biasa Jalan Kaki, Bantu Otot Kaki Si Kecil Kuat.