Dancow Parenting Center

Home / Semua Usia / 1 - 3 tahun / Tumbuhkan Kepercayaan Diri pada Anak Pemalu

Mar 24, 2016

Tumbuhkan Kepercayaan Diri pada Anak Pemalu

Share Article ini

Suatu hari Bunda mendapat kesempatan mengajak anak playdate bersama teman-teman Bunda di kafe. Bunda sengaja memilihkan tempat berkumpul yang dilengkapi dengan playground untuk eksplorasi balita. Tapi, ternyata si Kecil tidak mau melebur bersama teman sebaya. Dia tidak mau lepas dari gendongan Bunda dan menolak untuk ikut bermain.

Pada beberapa acara pertemuan lainnya, Bunda terus mengamati perilaku si Kecil. Dia selalu menunjukkan sikap yang sama. Lalu Bunda menyimpulkan bahwa ada sifat pemalu di dalam dirinya. Sehingga Bunda jadi khawatir dia akan mengalami kesulitan dalam pergaulannya kelak.

Bunda, setiap anak adalah unik dan mempunyai karakter yang berbeda satu sama lain. Mungkin si Kecil kesayangan Bunda memang anak yang pemalu. Ia perlu waktu beradaptasi dengan lingkungan baru. Dia selalu berhati-hati dengan orang yang belum dikenal, enggan bertemu orang baru serta lebih nyaman berada dekat Ayah Bunda. Selain itu, dia lebih suka mengamati terlebih dulu daripada langsung mengeksplorasi tempat baru.

Bila si Kecil memang pemalu Bunda tidak perlu memaksanya berubah menjadi seperti anak-anak lain. Cobalah melihat dari sisi yang positif. Biasanya anak dengan karakter seperti ini merupakan pengamat yang baik. Dia belajar dengan melihat orang lain terlebih dahulu alih-alih langsung terjun melakukan tugasnya.

Bunda dan Ayah harus mengarahkan agar dia untuk mendukung perkembangan sosial anak sehingga bisa menumbuhkan kepercayaan diri. Bunda bisa mencoba memberi bimbingan agar dia bisa lebih mudah bergaul dengan orang lain. Berikut tips untuk meningkatkan kepercayaan diri untuk anak pemalu.

  • Ajak si Kecil pergi bereksplorasi berbagai tempat dan situasi baru. Biarkan ia mengasah bakat observasinya, ajak anak mengobrol tentang apa saja yang ia amati di tempat baru tersebut. Minta dia mendeskripsikan hasil pengamatan. Dengan demikian ia tidak sekadar sebagai penonton tetapi observeraktif.
  • Ajak si Kecil bertemu orang baru sesering mungkin. Beri ia contoh bagaimana mengobrol dan bersosialisasi dengan orang baru dari berbagai kalangan. Dengan kemampuan observasinya, dia akan belajar dan akan meniru bagaimana cara bergaul.
  • Jangan menyematkan label seperti “pemalu” atau “penakut” pada anak. Memanggil si Kecil dengan label seperti menutup potensinya. Lebih baik Bunda memberinya apresiasi dengan mengatakan, “Bunda tahu Dio belum ingin bermain dengan teman barumu. Tidak apa-apa, lihat dulu bagaimana Anya bermain ya. Nanti kalau Anya butuh bantuan, Dio bantu Anya ya.”
  • Beri si Kecil waktu beradaptasi, jangan diburu-buru. Jika si Kecil sampai tertekan bisa membuatnya stress dan tidak bahagia. hal itu justru akan mebuatnya semakin menutup diri terhadap situasi baru.

DANCOW Bantu Lindungi Eksplorasi si Kecil.