Home / Semua Usia / 1 - 3 tahun / Cara Mudah Memenuhi Kebutuhan Gizi Si Kecil yang Sedang Sakit

Jan 03, 2018

Cara Mudah Memenuhi Kebutuhan Gizi Si Kecil yang Sedang Sakit

Share Article ini

Si Kecil tentu merasa tak nyaman ketika sedang sakit, karena hidung yang tersumbat, batuk yang tak henti-hentinya, mulas, atau kelelahan yang membuatnya demam. Apalagi, jika ia sedang dalam usia yang ingin selalu mengeksplorasi lingkungannya. Namun ketika si Kecil sedang sakit, hal itu juga bisa menyulitkan Bunda. Karena Bunda lah yang harus selalu ada di dekatnya untuk membuatnya merasa lebih baik. Salah satunya, memastikan kebutuhan nutrisinya tercukupi selama sakit.

Menurut ahli gizi Dr. (c) Rita Ramayulis, DCN, MKes, ada beberapa jenis zat gizi yang harus diberikan sesuai dengan kondisi tubuh si Kecil yang sedang sakit:

  1. Protein, untuk mencegah hilangnya massa otot anak. Protein berfungsi membangun sel tubuh anak, membantu menyeimbangkan cairan tubuh, dan meningkatkan kemampuan kekebalan tubuh untuk melawan penyakit itu sendiri.
  2. Vitamin C, yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan, menjaga fungsi kerja organ-organ tubuh, membantu proses pemulihan tubuh dari penyakit, membantu penyerapan zat besi, serta membantu proses penyembuhan luka.
  3. Vitamin A, yang berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, bekerja sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas, memulihkan jaringan yang luka, dan menjaga kesehatan mata.
  4. Zinc. Ketika anak sakit, sistem pertahanan tubuhnya rendah. Zat gizi ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh anak kembali.  Zinc bisa didapat dari bahan makanan seperti ayam, yang juga kaya akan protein dan vitamin A.

Namun sebelum memastikan kebutuhan gizi tersebut terpenuhi, Bunda perlu memahami  kondisi yang terjadi ketika si Kecil sakit, dan bagaimana agar ia tetap nyaman saat harus mengonsumsi makanannya:

Pahami kalau anak sakit jadi sulit makan. Karena nafsu makan anak menurun, berikan makanan dengan tekstur lembut atau cair dalam porsi kecil setiap 2 jam. Tak perlu buru-buru memberikan nasi dan lauk-pauk dalam porsi besar, lebih baik berikan protein yang lebih mudah dicerna seperti telur rebus, susu, atau ikan yang dikukus. Tingkatkan juga konsumsi buah-buahan.

Berikan lebih banyak cairan. Ketika anak belum siap menerima makanan padat, sangat penting untuk menjaga agar ia tidak kekurangan cairan. Coba berikan jus atau air buah untuk memenuhi kebutuhan vitamin C dan menggantikan elektrolit dari tubuhnya. Selain itu juga kuah sayur, sup, jelly, atau susu yang padat gizi. Hal ini akan membuat si Kecil tetap terhidrasi, sekaligus memberikan energi yang dibutuhkan sebelum dapat mengonsumsi makanan padat.

“Anak tidak butuh serat banyak karena saat sakit pencernaannya perlu diistirahatkan dulu. Karena itu, mikronutrien dibutuhkan dalam bentuk airnya saja,” ujar Rita.

Perlahan, berikan makanan padat lagi. Ketika anak sudah mulai pulih dari sakitnya, perlahan kembalikan makanan padat dalam menu makanannya. Mulailah dengan makanan tanpa rasa yang ringan, seperti crackers, roti panggang tanpa mentega, atau sup ayam, jenis makanan yang biasanya membangkitkan seleranya. Tak masalah jika si Kecil hanya ingin satu jenis makanan saja. Yang penting, ia mau mulai makan dan menerima energi yang dibutuhkan untuk memulihkan tubuh.

Biarkan anak yang menentukan keinginannya. Ketika si Kecil sakit, tak perlu memaksanya untuk makan. Pola makannya akan menjadi tidak menentu, tetapi pada akhirnya ia akan kembali normal. Bunda juga tak perlu khawatir ketika berat badan si Kecil turun, asalkan ia tidak kekurangan cairan.

“Ketika anak pulih, tubuhnya akan memiliki keinginan makan lebih besar. Dia akan makan dengan porsi lebih besar, itu strategi untuk mengejar ketertinggalan tadi. Bunda bisa menyediakan snack-snack padat gizi. Yang perlu dijaga, jangan makan yang manis-manis atau digoreng,” ungkap Rita. Namun jika penolakannya pada makanan padat masih berlangsung, konsultasikan ke dokter anak.

Berikan makanan yang membuatnya nyaman, atau istilahnya, comfort foods. Hanya saja, pastikan comfort foods-nya tetap mengandung zat gizi yang ia butuhkan dengan tetap berpegang pada zat gizi yang sesuai dengan kondisinya.

Ketika sedang sakit, anak memang menjadi sulit makan. Oleh karena itu, ikuti saja pola yang terjadi saat kondisinya sedang tak mampu menerima  banyak makanan, sambil tetap menyediakan makanan sarat gizi sesuai jenis penyakitnya. Dengan demikian, kondisi anak bisa segera pulih tanpa kehilangan gizi yang dibutuhkannya sehari-hari.

Bunda, yuk baca juga artikel tentang si Kecil sakit di artikel "5 Cara Agar si Kecil Tidak Mudah Sakit"