Dancow Parenting Center

Home / Semua Usia / 1 - 3 tahun / Ajarkan "Anger Management" pada si Kecil

Ajarkan

Oct 05, 2015

Ajarkan "Anger Management" pada si Kecil

Share Article ini

Menginjak usia setahun, si Kecil sudah mulai bisa mengekspresikan perasaannya. Mulai dari rasa senang, sedih, suka dan tidak suka, hingga marah. Bagaimana bila si Kecil melepaskan emosinya di tempat umum? Kebanyakan Bunda akan panik, bahkan ada yang membiarkan si Kecil meraung-raung sampai menjadi pusat perhatian.

Menurut Jurnal Pendidikan Anak, Volume 3, Edisi I, Juni 2014, biasanya ekspresi akan akan berbeda-beda. Mulai dari menangis, memukul, menendang, menjerit, memelengkungkan punggung, menahan napas, melemparkan barang, sampai menggigit Bunda atau Ayahnya. Dalam jurnal itu, peneliti anak, Zainul Muttaqin mengatakan, ungkapan kemarahan atau temper tantrum terjadi karena anak belum mampu mengungkapkan kemarahan dan emosi secara tepat.

Kemarahan sendiri merupakan ungkapan emosi yang natural dan sehat untuk dipelajari, dan Bunda tidak perlu melarang si Kecil untuk marah. Sebagai penyeimbang, latihlah si Kecil untuk bisa mengekspresikan kebahagiaan dan kemarahannya secara tepat sehingga menjadi pribadi yang baik di lingkungan sosialnya kelak. Yuk Bunda, kita simak tips berikut untuk mengajari si Kecil mengontrol emosi mereka.

1. Ketahui Pemicu

Ketika si Kecil mulai mengeluarkan sinyal-sinyal emosinya, Bunda harus mulai sadar hal apa yang membuatnya tidak nyaman. Apakah si Kecil kelaparan, bosan, atau kelelahan. Bisa jadi si Kecil kelelahan dan bosan karena seharian ada di kereta dorong ketika Bunda sedang berbelanja. Bunda bisa menggendongnya sebentar atau sekedar beristirahat sambil mengudap camilan di tempat kesukaan si Kecil.

2. Tenangkan si Kecil

Ketika si Kecil murah mengeluarkan sinyal emosinya, yang pertama Bunda lakukan adalah tenangkan diri dahulu, tarik napas dalam, kemudian tenangkan si Kecil untuk ikut juga mengambil napas. Ajarkan si Kecil untuk menenangkan diri dengan menarik napas ketika dalam keadaan marah. Kemudian ambil tangan si Kecil dan peluklah, sambil katakan “Tidak” bila si Kecil akan memulai serangan pukulan atau kemarahannya. Kemudian ajarkan si Kecil untuk berkata “Aku marah" atau "Aku bosan, Bunda” sebagai gantinya.

Baca juga: Trik Meredam Amarah Si Kecil

3. Jangan Menyakiti Diri Sendiri dan Orang Lain

Poin ini menjadi sangat penting bagi Bunda, karena si Kecil belum memiliki kata-kata untuk ungkapkan kemarahan, sehingga hanya bisa menyerang. Untuk menghindari hal ini semakin parah, Bunda harus mengajarkan dan selalu mengingatkan si Kecil untuk tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain di sekitar mereka.

Karena jika dibiarkan, tidak baik untuk kehidupan si Kecil selanjutnya. Sambil memeluk si Kecil, Bunda bisa mengatakan “Kamu boleh marah, tapi jangan pernah sekalipun menyakiti badanmu atau orang lain ya.” Atau kalimat lain yang dimengerti oleh si Kecil.

4. Jangan Merusak Sesuatu

Sama halnya dengan poin di atas, selalu ingatkan si Kecil untuk tidak merusak barang atau benda. Terlebih bila sedang di tempat umum. Bunda bisa menjauhkan barang-barang yang mudah diraih oleh si Kecil, terutama barang pecah belah. Ajaklah si Kecil bicara dengan lemah lembut dan ajarkan mereka cara melampiaskan amarahnya dengan cara lain, misalnya dengan cara mencabuti rumput liar di taman rumah.

5. Tidak Semua Keinginan Terpenuhi Dalam Waktu Singkat

Pernahkah Bunda mengalami momen si Kecil menangis keras di depan toko mainan dan mereka merajuk untuk dibelikan mainan baru? Si Kecil menangis keras sampai menjadi pusat perhatian semua orang. Sebagian besar Bunda pasti pernah mengalami hal ini. Bunda tidak perlu merasa malu karena membiarkan si Kecil menangis. Karena ketika Bunda selalu menuruti semua keinginan si Kecil bisa jadi mereka akan menjadi manja dan berpikir semua bisa ia dapatkan dengan menangis.

Ada kalanya si Kecil harus sabar untuk bisa memiliki barang yang ia inginkan. Terlebih ketika si Kecil menginginkan suatu benda yang terlalu mahal, ajarkan mereka untuk bersabar dan mulai menabung agar bisa membeli barang yang mereka inginkan.

Baca juga: Ketika Bunda Tidak Menuruti Semua Keinginan Si Kecil

6. Biasakan untuk Memberi Contoh yang Baik Pada si Kecil

Peran Ayah dan Bunda sangatlah penting bagi si Kecil. Untuk itu, selalu bersikap baiklah ketika sedang di depan mereka. Karena di usia ini, sebenarnya si Kecil sedang dalam tahap proses mengamati dan mengikuti apa yang mereka lihat dan dengar. Jadilah role model yang baik bagi si Kecil.

Bila Bunda sedang marah, sebaiknya pindah ke ruangan lain yang jauh dari pandangan si Kecil. Atau ketika Bunda memarahi si Kecil jangan pernah menggunakan kalimat kasar atau kalimat negatif. Secara tidak langsung sikap Ayah dan Bunda menjadi pelajaran bagi si Kecil. Selain itu ingatkan juga seluruh keluarga untuk memberikan contoh yang baik bagi si Kecil, terutama bila Bunda bekerja dan waktu si Kecil lebih banyak dengan kakek-neneknya maupun baby sitter.

Selain tips di atas mungkin Bunda bisa ekplorasi cara menenangkan si Kecil ketika mereka sedang marah. Karena treatment untuk menenangkan setiap Bunda pada si Kecil memiliki cara yang berbeda-beda. Yang terpenting Bunda selalu mendampingi si Kecil pada saat mereka membutuhkan Bunda. Karena setiap saat adalah proses bagi si Kecil untuk menjalani perkembangan kehidupan mereka.

DANCOW Lindungi Si Kecil dan Dukung Cinta Bunda agar Ia Berani Bereksplorasi #DANCOWLindungi

Baca juga: Saat Si Kecil Belajar Memaafkan