Home / Semua Usia / 1 - 3 tahun / 5 Penyakit yang Kerap Diderita si Kecil di Usia 1 tahun

Jan 10, 2017

5 Penyakit yang Kerap Diderita si Kecil di Usia 1 tahun


Rate Produk ini

Sampai usia 2 tahun, kekebalan tubuh si Kecil masih rentan. Menurut dokter spesialis anak, Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi. kondisi imun inilah yang membuat si Kecil mudah terserang penyakit. Misalnya batuk, pilek, demam, perut kembung, diare, atau alergi.

Nah, bila si Kecil mengalami deretan penyakit itu, Bunda tidak perlu cemas ataupun panik. Sebab Bunda bisa mengenali gejalanya dan melakukan tindakan pencegahan agar penyakit si Kecil tidak bertambah parah. Seperti cara berikut.

1. Batuk dan pilek

Batuk pilek merupakan penyakit yang sering dialami oleh si Kecil. Ditambah lagi kondisi tubuh si Kecil yang mungkin sedang tidak fit atau kondisi cuaca tidak menentu dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Kala mengalami batuk pilek, biasanya si Kecil mengalami gejala hidung berair, tersumbat, lalu diikuti batuk dan demam. Penyakit ini pun bisa muncul sepanjang tahun.

Untuk mencegah bertambah parah, Bunda bisa mengunakan uap air panas. Caranya dengan menuangkan air panas ke baskom yang sudah diberikan beberapa tetes minyak essensial oil. Kemudian, gendong atau pangku si Kecil dan dekatkan agar mudah menghirup uapnya. Bunda bisa pula membuatkan semangkuk hangat sup ayam yang bisa membantu meredakan flu si Kecil.

2. Infeksi Telinga

Infeksi telinga adalah salah satu penyakit yang kerap menyerang si Kecil, sedikitnya satu kali kali infeksi telinga sebelum usai 3 tahun. Biasanya, penyakit ini berawal dari infeksi virus seperti flu, sehingga rongga telinga tengah ikut meradang bahkan dapat terjadi penumpukan cairan di balik gendang telinga.

Untuk mencegah penyakit ini, Bunda harus memastikan kesehatan si Kecil selalu terjaga. Agar ia tidak terserang radang tenggorokan atau hidung yang berujung pada sakit telinga.

3. Diare

Sejak dulu, diare masih menjadi masalah kesehatan nasional. Bahkan menurut Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan, penyakit diare merupakan penyebab utama kematian pada si Kecil yang berusia di bawah 5 tahun. Sehingga waspada bila diare terjadi. Periksakan ke dokter atau tenaga kesehatan bila diare terjadi. Si Kecil dinyatakan diare bila buang air besar “lebih encer” (tanpa ampas) dan “lebih sering” dari biasanya. Bahkan bisa mengeluarkan kotoran berdarah, tergantung dari penyebabnya.

Untuk pencegahannya Bunda bisa melakukan perawatan pertama dari rumah, yaitu pastikan semua kondisi rumah, terutama tempat si Kecil sering berada agar selalu bersih. Selain itu, selalu memberikan makanan bergizi, dan sebaiknya dibuat sendiri agar kualitas gizi dan kebersihannya tetap terjaga. Bunda juga bisa membiasakan si Kecil mencuci tangan sebelum dan setelah makan, menjaga kebersihan kamar mandi, serta selalu menutup makanan agar tidak dihinggapi lalat atau binatang lain.

4. Sembelit atau Konstipasi

Konstipasi adalah kondisi saat si Kecil mengalami permasalahan sistem pencernaan sehingga tidak membuang air besar secara teratur. Si Kecil yang mengalami konstipasi, pada umumnya akan mengeluarkan kotoran yang berukuran lebih besar serta keras ketimbang biasanya.

Penyebab utama terjadinya sembelit karena si Kecil kekurangan cairan dan asupan makanan berserat seperti sayuran serta buah-buahan. Selain itu, si Kecil bisa jadi pernah mengalami trauma sehingga tidak rutin membuang air besar hingga sembelit. Misalnya pernah merasa nyeri karena kotoran yang terlalu keras atau ketakutan pada toilet yang kotor.

Yang bisa Bunda lakukan untuk mencegahnya adalah selalu memberikan si Kecil cairan yang cukup terutama air putih. Pastikan juga agar si Kecil selalu mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran setiap hari.

5. Infeksi Saluran Kemih

Bila menemukan gejala demam pada si Kecil, tanpa gejala lain yang jelas, Bunda harus waspada. Terlebih bila si Kecil belum bisa mendeskripsikan sakit yang dirasakan. Karena bisa jadi si Kecil terkena infeksi saluran kemih.

Bila mengalami, biasanya si Kecil akan menunjukkan gejala demam tanpa disertai flu, nafsu makan menurun, muntah, urin berbau tidak seperti biasanya, dan lebih rewel dari biasanya. Bila begitu, sebaiknya Bunda langsung membawa si Kecil ke dokter.

Sebagai pencegahan, Bunda harus menjaga asupan cairan si Kecil dan selalu mengajarkannya agar tidak menahan buang air kecil. Ajarkan pula untuk selalu membersihkan dan mengeringkan daerah pembuangan air kecil.

Nah Bunda, yuk selalu jaga kebersihan lingkungan si Kecil, terutama tempatnya sering bermain. Dokter spesialis anak, Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi. mengatakan bahwa Bunda pun mesti menjaga asupan nutrisi si Kecil agar terlindungi dari serangan penyakit. Seperti banyak mengkonsumsi makanan bergizi dan susu pertumbuhan. Selain itu, periksakan si Kecil ke dokter atau tenaga kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih lanjut.

 

DANCOW Bantu Lindungi Eksplorasi si Kecil.