Parenting

Yuk, Tanya Jawab Seputar Cara Menyapih Anak bersama Para Ahli Berikut Ini

04-09-2018

Ini Beberapa Cara Menyapih Anak

 

Kegiatan menyapih bagi Bunda kadang kala memang menjadi momen yang berat. Terlebih bagi para Bunda yang baru pertama memiliki anak. Tentunya, cara menyapih anak bisa sangat menguras fisik, pikiran, hingga emosi.

Namun, apakah kegiatan menyapih merupakan hal yang bijak dilakukan pada anak di usia tertentu? Atau ada pengecualian tentang kegiatan menyapih ini? Apakah Bunda harus “tega” terhadap Si Kecil agar momen menyapih menjadi lancar?

Kira-kira pertanyaan cara menyapih anak tersebut adalah yang paling sering muncul di kepala Bunda. Namun untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut secara benar, ada baiknya Bunda membaca beberapa tanya jawab tentang kegiatan menyapih bersama para ahli berikut ini.

1. Sebenarnya, usia berapakah anak harus disapih?

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pemberian ASI di lanjutkan hingga berusia 2 tahun.

Sementara itu, Dr. Utami Roesli SpA, IBCLC, FABM dari RS St Carolus, mengatakan bahwa seharusnya anak sudah bisa mulai disapih di usia empat tahun dua bulan. Yang terpenting menurutnya, anak tidak boleh dipaksa terlalu keras untuk disapih, dan Bunda juga harus siap. Jika Bunda masih belum tega, maka tandanya Bunda belum siap.

2. Apakah ada cara khusus dalam menyapih anak?

Menurut dr Elizabeth Yohmi, SpA, IBCLC, yang paling penting dari kegiatan menyapih adalah tidak adanya tindakan paksaan. Anak hendaknya harus diajak bicara secara terus menerus, dan harus berdasarkan keputusan dari Bunda dan anak.

“Daripada harus mengoleskan sesuatu ke payudara Bunda, maka akan jauh lebih baik dengan menggunakan cara yang bijak, yakni mengajak Si Kecil berbicara agar dia secara perlahan dapat mengerti, barulah kemudian ajarkan dia untuk minum susu pertumbuhan,” ujar dr Elizabeth.

3. Lantas, bagaimana mempersiapkan anak agar ia mau disapih?

dr Wiyarni Pambudi SpA, IBCLC mengungkapkan bahwa menjelang waktu anak mulai disapih, cobalah untuk memberi tahu dengan lembut bahwa ia sudah cukup besar, dan harus sedikit demi sedikit belajar untuk minum air putih, atau yang paling baik adalah dengan mengajarinya untuk minum susu pertumbuhan.

Jika Si Kecil telah berhasil, maka jangan lupa pula untuk memberikannya pujian. Termasuk ketika ia sudah mulai bisa tidur malam tanpa harus menyusui. Di sini, Ayah juga dituntut untuk membantu membentuk sikap anak agar menjadi mandiri.

4. Bagaimana cara agar Bunda bisa lancar menyapih anak?

Di lain sisi, kadang kala justru Bunda lah yang belum siap untuk menyapih Si Kecil, padahal ia sudah siap dan cukup mandiri untuk menerima hal tersebut. Lagi-lagi, dr Wiyarni mengatakan anak yang ceria merupakan tanda bahwa ia sudah siap disapih. Jadi di sini, Bunda lah yang harus ikhlas untuk mengajarkan anak beralih ke beberapa asupan nutrisi selain ASI seperti susu pertumbuhan.

5. Apa dampaknya jika anak disapih melalui paksaan?

dr Elizabeth kembali mengatakan bahwa jika Bunda menyapih anak melalui paksaan, maka hal tersebut akan mempengaruhi psikologis anak, karena ia akan merasa seperti sudah dicampakkan oleh orangtuanya sendiri.

Pernyataan ini juga dibenarkan oleh dr Ni Wayan Ani Purnamawati, Sp.KJ yang mengatakan bahwa jika melalui paksaan, maka anak akan melihat Bunda sebagai sosok yang menakutkan, sehingga membuat ia selalu berada dalam kondisi cemas.

dr Wayan lebih menyarankan Bunda agar menyapih anak secara bertahap, dengan mengurangi pemberian ASI secara perlahan menjelang usia dua tahun. Dengan cara ini, anak akan memiliki keinginan sendiri untuk berhenti menyusui dan Bunda bisa mengalihkannya dengan memberi susu pertumbuhan.

6. Apa dampaknya jika anak tak segera disapih?

Menurut dr Wiyarni, semakin lama anak dimanja dengan dibiarkan terus menyusui, maka ia pun akan lebih susah untuk belajar mandiri. Padahal semakin bertambah usia anak, maka ia sudah bisa mendapatkan beragam sumber nutrisi lain salah satunya adalah susu pertumbuhan yang baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil.

Dengan mengalihkan sumber nutrisi dari ASI menuju susu pertumbuhan, anak juga lebih aktif dan lebih kuat dalam berbagai aktifitas seiring dengan pertumbuhannya.

“Dari segi nutrisi, maka ASI menjadi salah satu zat gizi pokok di usia 0-1 tahun, khususnya untuk mendapatkan asupan protein, lemak serta vitamin. Namun seiring pertumbuhannya, maka anak juga harus mengalihkannya ke susu pertumbuhan dengan kandungan asam lemak yang sangat baik bagi fungsi otaknya, serta sebagai daya tahan tubuh,” ungkap dr Wiyarni.

DANCOW Advanced Excelnutri+ 1+ merupakan susu pertumbuhan untuk usia 1-3 tahun yang mengandung vitamin A, C, E; selenium, zink, minyak ikan, omega 3, omega 6, dan Lactobacillus rhamnosus untuk membantu lengkapi asupan nutrisi Si Kecil. Asupan gizi yang tercukupi, dapat membantu melindungi kesehatannya, sehingga Bunda bisa bilang #IyaBoleh pada Si Kecil.  

Semoga tanya jawab bersama para ahli di atas, dapat menjawab keraguan Bunda seputar cara menyapih anak