Stimulasi

Yuk, Kenali Gangguan Pernapasan Anak dan Gejalanya

09-07-2020

Pernapasan anak

Menjaga kesehatan Si Buah Hati adalah salah satu bentuk dukungan Bunda agar proses tumbuh kembang anak berjalan optimal. Pasalnya, jika Si Buah Hati sehat tentu penyerapan nutrisi yang ia dapat menjadi lebih baik. Selain itu, anak yang sehat juga bisa beraktivitas dan mendapat stimulasi yang ia butuhkan dalam tumbuh kembangnya dengan lebih baik pula.

 

Saluran pernapasan yang sehat dibutuhkan Si Buah Hati untuk mendukung aktivitas hariannya, termasuk untuk aktivitas bermain, olahraga, sampai aktivitas belajar. Saat bernapas, tubuh akan mendapat asupan oksigen yang dibutuhkan anak untuk proses pertumbuhan dan untuk mendukung aktivitasnya. Jika terjadi gangguan kesehatan pernapasan anak, maka kerja tubuh Si Buah Hati tentu juga akan terganggu.

 

Gangguan pernapasan anak bisa disebabkan karena penyakit yang cukup ringan seperti selesma, atau karena gangguan kesehatan yang lebih berat. Apapun itu, tentu gangguan pernapasan pada anak perlu ditangani dengan cara yang tepat supaya proses tumbuh kembang anak tetap bisa berjalan optimal. Bunda perlu selalu jeli memantau kondisi pernapasan anak. Berikut ini adalah beberapa jenis gangguan pernapasan yang mungkin dialami anak-anak dan juga gejala-gejala yang perlu Bunda ketahui. Baca, yuk!

 

Apa saja yang termasuk organ saluran pernapasan?

Sistem saluran pernapasan manusia pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu saluran pernapasan atas dan saluran pernapasan bawah seperti berikut ini.

  • Saluran pernapasan atas mencakup organ hidung, tenggorokan, dan mulut.
  • Saluran pernapasan bawah mencakup organ paru-paru, bronkus, trakea, dan diafragma.

 

Apa saja gangguan pernapasan yang dapat dialami anak?

  1. Influenza

Influenza atau flu adalah penyakit pernapasan akibat virus yang umum terjadi pada toddler. Influenza yang cukup berat dapat mengakibatkan Si Buah Hati mengalami demam, pegal-pegal di otot, rasa lelah, batuk, pusing dan hidung tersumbat. Walaupun umum, influenza pada toddler perlu segera diatasi karena dapat mengakibatkan pneumonia dan infeksi bakteri.

  1. Selesma

Selesma, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai common cold, memang mirip dengan flu dan sama-sama diakibatkan oleh virus. Gejala selesma pun serupa dengan gejala flu, seperti hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, batuk ringan. Tetapi pada selesma biasanya gejala-gejala ini muncul bertahap dan lebih ringan.

 

  1. Asma

Asma juga merupakan gangguan pernapasan pada anak yang umum terjadi di Indonesia. Gejalanya bervariasi, mulai dari ringan dan hanya dialami anak secara periodik, sampai dengan yang berat dan berlangsung terus sepanjang tahun. Gejala asma yang umum terjadi adalah batuk, dada terasa berat, kesulitan bernapas atau napas pendek-pendek, dan napas berbunyi atau wheezing. Pemicu asma bisa berbeda-beda pada tiap anak, salah satunya adalah alergi debu, udara, atau cuaca. Bagi anak yang asma, risiko terkena bronkitis atau pneumonia menjadi lebih tinggi.

 

  1. Bronkitis

Adalah gangguan pernapasan anak yang terjadi ketika ada infeksi virus yang kemudian menyebabkan peradangan dan penyumbatan pada organ bronkiolus di paru-paru. Gejala umumnya adalah batuk yang terus-menerus, hidung meler, nafas berat, dan sakit tenggorokan. Gejala bronkitis memang mirip dengan asma, sehingga seringkali Bunda kesulitan membedakannya. Untuk itu, jika Si Buah Hati mengalami gejalanya, sebaikya Bunda segera berkonsultasi dengan dokter anak, ya.

 

  1. Sinusitis

Disebut juga infeksi sinus karena terjadi peradangan pada jaringan di sinus. Ada cairan menumpuk di rongga di belakang hidung dan mata yang biasanya terisi udara sehingga menimbulkan infeksi. Gejala sinusitis adalah nyeri dan terasa tekanan di wajah sekitar mata dan hidung, hidung tersumbat atau meler, dan batuk. Sinusitis pada toddler pun gejalanya bisa berlangsung lebih lama dibanding pada orang dewasa.

 

  1. Pneumonia

Sama seperti bronkitis, pneumonia adalah gangguan pernapasan akibat infeksi paru-paru yang bisa terjadi karena penyakit akibat virus seperti flu, atau dikarenakan bakteri mapun jamur. Si Buah Hati bisa mengalami pneumonia akibat penyakit pernapasan lainnya. Pneumonia perlu segera diatasi karena dapat membahayakan Si Buah Hati. Gejala pneumonia diantaranya adalah, napas pendek-pendek, demam tinggi, batuk, rasa lelah dan lesu, dan sakit di dada saat bernapas. Bunda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak jika anak menunjukkan gejala-gejala pneumonia. 

 

  1. Croup

Penyakit saluran pernapasan anak ini biasanya diakibatkan oleh virus yang kemudian menyebabkan pembengkakan pada organ trakea dan laring sehingga pernapasan anak menjadi terhalang. Beberapa gejala croup adalah suara serak, napas berbunyi saat menarik napas dalam, dan suara batuk yang menyerupai gongongan.

Selain gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, anak yang mengalami gangguan pernapasan juga bisa terhambat pertumbuhan dan pertambahan berat badannya. Karena itu, Bunda perlu terus memantau apakah pertumbuhan dan perkembangan Si Buah Hati sesuai dengan tahap usianya. Kini pantau tumbuh kembang jadi lebih gampang dengan Nutrirods 101 Monitor, Bunda. Karena, Nutrirods 101 Monitor dirancang oleh DANCOW yang berkolaborasi dengan Nutrirods Council Expert untuk membantu Bunda memantau dan mendukung tumbuh kembang Si Buah Hati. Kemudian, jangan lupa untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak jika Si Buah Hati menunjukkan gejala-gejala gangguan saluran pernapasan, ya.

 

Untuk mengoptimalkan perkembangan Si Buah Hati, Bunda juga bisa melengkapi asupan nutrisi nya dengan memberikan DANCOW 1+ Nutritods, susu pertumbuhan yang diformulasi khusus untuk anak Indonesia usia Toddler 1-3 tahun. Dengan kandungan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa juga 3X lebih banyak vitamin D dibanding formula sebelumnya, protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta serat pangan inulin, DANCOW 1+ Nutritods membantu mencukupi kebutuhan gizi Si Buah Hati. Dilengkapi dengan dukungan manfaat Lactobacillus rhamnosus, DANCOW 1+ Nutritods membantu memberikan perlindungan kesehatan  saat Si Buah Hati aktif bereksplorasi.