Yuk! Kejar Keterlambatan Imunisasi | DANCOW Parenting Center
Parenting

Yuk! Kejar Keterlambatan Imunisasi

09-12-2018

Yuk! Kejar Keterlambatan Imunisasi

Hingga si Kecil berusia satu tahun, imunisasi dasar wajib dipenuhi untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit yang berbahaya pada awal masa anak-anak. Untuk mencapai perlindungan maksimal, imunisasi harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ada yang cukup dilakukan sekali, ada pula yang dilakukan berulang. Bahkan, pemberian ulang imunisasi ini ada yang dilakukan saat seseorang mencapai umur tertentu.

“Jadwal Imunisasi tersebut dibuat berdasarkan rekomendasi WHO dan organisasi profesi yang berkecimpung dalam imunisasi setelah melalui uji klinis,” ujar Dokter Kusnandi Rusmil, Spesialis Anak dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, seperti yang dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, idai.or.id, 29 Mei 2015.

Namun pada beberapa anak, jadwal imunisasi ini tidak dapat dipenuhi karena kondisi tertentu. Seperti ketika jadwal pemberian imunisasi, ternyata si Kecil tengah tengah sakit. Selain itu, beberapa Bunda juga tidak memiliki banyak pengetahuan terhadap vaksin dan bagaimana cara mengejar keterlambatannya.

Sebetulnya, pemberian imunisasi yang tidak sesuai jadwal bukan merupakan hambatan dalam melanjutkan vaksinsi. Sebab pemberian imunisasi yang tidak sesuai jadwal, tetap memberikan respon imunologis atau respon perlindungan pada tubuh, meski belum untuk kurun waktu yang panjang. Nah, berikut ini beberapa rekomendasi untuk imunisasi lanjutan yang terlambat, terutama setelah anak berusia di atas satu tahun:

Diptheria, Pertusis, dan Tetanus (DPT)

Imunisasi DPT diberikan 3 kali sebagai imunisasi dasar dan dilanjutkan dengan booster 1 kali dengan jarak 1 tahun setelah DPT3. Pada usia 5 tahun, sebelum si Kecil masuk SD, dapat diberikan imunisasi DPT (DPaT/Tdap). Apabila Imunisasi DPT terlambat diberikan, maka berapa pun interval keterlambatannya jangan mengulang dari awal, namun langsung lanjutkan imunisasi sesuai jadwal. Bila belum pernah memperoleh imunisasi dasar, maka si Kecil akan memperolehnya sesuai jumlah dan interval yang seharusnya.

Bagaimana dengan pemberian imunisasi DPT keempatnya? Imunisasi DPT keempatnya tetap diberikan dengan jarak 1 tahun dari yang ketiga, dengan catatan sebagai berikut:

- Bila imunisasi DPT keempat diberikan sebelum ulang tahun keempatnya, maka pemberian imunisasi DPT kelima dapat diberikan sesuai jadwal, paling cepat 6 bulan sesudahnya.
- Bila imunisasi DPT keempat diberikan setelah ulang tahun keempatnya, maka pemberian imunisasi DPT kelima tidak diperlukan lagi.

Polio

Ada dua macam imunisasi polio yang tersedia:
- Imunisasi polio oral (OPV) dengan jadwal pemberian: saat lahir, usia 2, 4, 6, dan 18 bulan
- Imunisasi polio suntik (IPV) dengan jadwal pemberian: usia 2, 4, 6, 18-24 bulan dan 6 – 8 tahun

Bila imunisasi polio terlambat diberikan, Anda tidak perlu mengulang pemberiannya dari awal lagi. Cukup melanjutkan dan melengkapinya sesuai jadwal tidak peduli berapa pun interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya.

Campak

Imunisasi Campak sebaiknya diberikan pada usia 9 bulan dan dosis penguatan pada usia 24 bulan, serta memasuki SD kelas 1-6. Terkadang terdapat program PIN (Pekan Imunisasi Nasional) campak yang bertujuan sebagai penguatan. Program ini bertujuan untuk mencakup sekitar 5% individu yang diperkirakan tidak memberikan respons imunitas yang baik saat diimunisasi dulu.

Untuk anak yang terlambat atau belum mendapat imunisasi campak, dapat diberikan kapan pun. Sementara jika si Kecil sudah memperoleh vaksin MMR pada usia 15 bulan, tidak perlu lagi diberikan vaksin campak di usia 24 bulan.

Measles, Mumps, dan Rubella (MMR)

Imunisasi MMR diberikan pada saat anak berusia 15-18 bulan dengan jarak minimal 6 bulan dari pemberian imunisasi campak. Imunisasi MMR merupakan imunisasi dengan virus hidup yang dilemahkan, sehingga harus diberikan dalam kondisi anak yang sehat dan dengan jarak minimal 1 bulan sebelum atau sesudah penyuntikan imunisasi lain.

Booster perlu diberikan saat anak berusia 6 tahun. Bila lewat 6 tahun dan belum juga mendapatkannya, berikan imunisasi campak atau MMR kapan saja saat bertemu. Pada prinsipnya, pemberian imunisasi campak 2 kali atau MMR 2 kali.

Haemophillus influenzae B (HiB)

Mirip dengan DPT , Imunisasi HiB sebelum si Kecil berusia setahun dan diulang pada umur 1,5 tahun. Vaksin HiB juga dapat diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. Apabila si Kecil datang ke dokter pada usia 1-5 tahun, HiB hanya diberikan 1 kali. Sementara jika si Kecil sudah di atas usia 5 tahun, tidak perlu lagi vaksin HiB, karena penyakit ini hanya menyerang anak balita.

PCV

Tidak seperti imunisasi yang lain, jadwal kejar imunisasi terhadap pneumokokus ini diberikan tergantung usia si Kecil. Bila ia telah berusia di atas satu tahun, maka akan memperoleh dua dosisi vaksin PCV dengan interval 6-8 minggu. Sementara si Kecil yang sudah berumur 2 tahun akan mendapatkan satu dosis vaksin PCV.

Influenza

Vaksin influenza diberikan dosis tergantung usia anak. Ketika si Kecil berusia kurang dari tiga tahun, akan memperoleh dosis 0,25 ml. Dan si Kecil yang berusia tiga tahun mendapatkan dosis 0,5 ml.

Hepatitis A dan Tifoid

Imunisasi hepatitis A dan tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun. Imunisasi hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6-12 bulan. Imunisasi tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun, dengan ulangan setiap 3 tahun. Kalau si Kecil terlambat mendapatkannya, maka kedua vaksi dapat diberikan kapan saja hingga ia dewasa.

DANCOW Lindungi Si Kecil dan Dukung Cinta Bunda agar Ia Berani Bereksplorasi #DANCOWLindungi