Stimulasi

Tips Mendukung Kesehatan Respirasi Anak

09-07-2020

Respirasi anak

Bunda tentu tahu bahwa kesehatan respirasi anak perlu dijaga agar Si Buah Hati mendapat asupan oksigen yang dibutuhkan tubuhnya untuk dapat bekerja dengan baik sehingga ia dapat tumbuh kembang secara optimal. Padahal, di masa Toddler, organ respirasi anak masih berkembang sehingga Si Buah Hati memang lebih berisiko mengalami beberapa gangguan pernapasan.

 

Agar Si Buah hati tumbuh kembang dengan optimal, yuk Bunda, kenali lebih jauh mengenai respirasi anak dan bagaimana Bunda dapat membantu menjaga kesehatannya.

 

Perkembangan paru-paru Toddler

Situs British Lung Foundation menyebutkan bahwa dibandingkan dengan orang dewasa yang memiliki 300 juta kantung udara di paru-parunya, paru-paru Si Buah Hati yang baru lahir memiliki 20 sampai 50 juta kantung udara yang belum berkembang sepenuhnya. Di 6 bulan pertama kehidupan anak, jumlah tersebut akan meningkat dengan pesat. Semakin banyak jumlah kantung udara pada paru-paru Si Buah Hati, maka semakin banyak pula udara yang dapat ditampung oleh paru-paru anak. Saat Si Buah Hati berusia 3 tahun, paru-paru mereka akan menyerupai versi mini dari paru-paru orang dewasa.1

 

 

Bagaimana Bunda dapat menjaga kesehatan respirasi Si Buah Hati?

Cara terbaik untuk menjaga kesehatan respirasi anak tentunya melalui pencegahan. Mengingat pentingnya kesehatan respirasi untuk mendukung proses tumbuh kembang Si Buah Hati, Bunda dapat menerapkan kebiasaan-kebiasan baik untuk menjaga kesehatan respirasi anak sejak ia berusia dini. Baik itu yang berhubungan dengan saluran pernapasan atas yang mencakup hidung, mulut, tenggorokan, maupun saluran pernapasan bawah yang mencakup dari paru-paru, bronkus, trakea, dan diafragma. Simak beberapa tipsnya berikut ini ya, Bunda.

 

  1. Kenali hal-hal yang bisa menjadi penyebab gangguan respirasi anak.  Diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Infeksi yang diakibatkan penyakit karena virus, seperti influenza, selesma, atau croup.
  • Infeksi yang diakibatkan oleh bakteri.
  • Alergi
  • Asma
  • Paparan polusi atau asap rokok
  • Penyakit bawaan yang berhubungan dengan pernapasan

 

  1. Menjauhkan anak dari polusi dan asap rokok. Jika paru-paru anak terpapar polusi sejak dini, ia akan lebih berisiko mengalami infeksi pada organ respirasinya. Begitu pula dengan asap rokok. Karena itu, sebisa mungkin hindari Si Buah Hati dari paparan polusi udara dan asap rokok ya, Bunda. Misalnya, saat mengajak Si Buah Hati berjalan-jalan di luar rumah, hindari tempat-tempat yang ramai dilalui kendaraan bermotor dan jadikan lingkungan rumah bebas asap rokok.

 

  1. Cegah Si Buah Hati mengalami infeksi pada organ pernapasan akibat virus. Hal ini bisa Bunda lakukan melalui kebiasaan-kebiasaan baik seperti rajin mencuci tangan, menutup mulut dengan siku saat bersin dan batuk, membatasi anak berinteraksi dengan orang lain yang sedang sakit dan memastikan anak mendapat vaksinasi sesuai jadwal.

 

  1. Jaga juga kebersihan mulut. Ya, mulut yang merupakan bagian dari organ respirasi atas perlu dijaga kebersihannya agar Si Buah Hati tidak mengalami infeksi akibat kuman di mulut. Mari biasakan anak untuk rajin menggosok gigi dan kontrol ke dokter gigi secara rutin.

 

  1. Jauhkan anak dari pemicu alergi. Gangguan respirasi anak bisa diakibatkan oleh berbagai jenis alergi. Apabila anak alergi terhadap jenis makanan tertentu yang reaksinya berupa gangguan respirasi, maka Bunda perlu mencari tahu jenis makanan tersebut dan memastikan Si Buah Hati tidak mengonsumsinya. Menjaga kebersihan rumah juga penting dilakukan, mengingat udara dan debu juga dapat memicu alergi. Bersihkan perangkat dan perabot rumah dari debu dan kotoran secara rutin dan pastikan sirkulasi udara di rumah Bunda mengalir dengan baik.

 

  1. Dorong Si Buah Hati untuk aktif bergerak. Ya, aktif bergerak, termasuk tentunya berolahraga, akan membantu menjaga kesehatan respirasi Si Buah Hati. Karenanya, ayo pastikan Si Buah Hati berolahraga secara rutin, ya. Supaya makin seru, Bunda dapat menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas bersama keluarga. Anak tentu akan semakin semangat apabila ia melihat Bunda juga gemar berolahraga.

 

  1. Pastikan Si Buah Hati mendapat asupan nutrisi harian yang ia butuhkan. Nutrisi yang seimbang akan membantu anak tetap sehat sehingga daya tahan tubuhnya baik dan ia tidak mudah terkena virus yang dapat mengakibatkan gangguan respirasi.

 

Bunda, yuk terus jaga kesehatan respirasi anak agar ia tumbuh kembang dengan optimal. Tahukah Bunda, kini pantau tumbuh kembang jadi lebih gampang dengan Nutritods 101 Monitor, yang dirancang oleh DANCOW berkolaborasi dengan Nutritods Council Expert, lho. Di Nutritods 101 Monitor selain dapat cek perkembangan dan pertumbuhan Si Buah Hati, Bunda juga bisa mencari ide kegiatan untuk mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak.

 

Selain itu, untuk mengoptimalkan perkembangan anak, Bunda juga bisa melengkapi asupan nutrisi Si Buah Hati dengan memberikan DANCOW 1+ Nutritods, susu pertumbuhan untuk anak Indonesia usia Toddler 1-3 tahun. Dengan kandungan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa, 3X lebih banyak vitamin D dibanding formula sebelumnya, protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta serat pangan inulin, DANCOW 1+ dengan Nutritods membantu mencukupi kebutuhan gizi Si Buah Hati. Dilengkapi dengan dukungan manfaat Lactobacillus rhamnosus, DANCOW 1+ Nutritods membantu memberikan perlindungan kesehatan saat Si Buah Hati aktif bereksplorasi.