Stimulasi

Tips Anti Panik Melepas Anak Usia Dini Mengeksplorasi Dunianya

11-12-2019

Tips Tunjukkan Dukungan Bunda untuk Eksplorasi Anak Usia Dini

Setiap Ibu memiliki insting alami untuk selalu melindungi anaknya. Namun jangan sampai kekhawatiran Bunda menghalangi Si Buah Hati mengeksplorasi dan mempelajari banyak hal baru. Memberikan ia kesempatan untuk mengeksplorasi dunianya, penting bagi tumbuh kembang anak usia dini.

Dukung Terus Si Buah Hati untuk Bereksplorasi

Rasa ingin tahu, ketekunan, mengambil risiko, juga berpikir kreatif dan kritis merupakan sikap yang akan membantu Si Buah Hati menghadapi tantangan di masa depan. Sikap-sikap ini hanya bisa dibangun dengan membiarkan anak bereksplorasi.

Namun, bagaimana caranya agar Bunda lebih percaya diri untuk membebaskan anak berekplorasi? Simak tips berikut ini!

  1. Berpikir Positif

Daripada memikirkan bahaya apa yang mungkin menimpa Si Buah Hati, fokuskan pikiran Bunda pada hal positif apa yang bisa ia dapatkan ketika mengeksplorasi dunianya, contohnya membangun sifat mandiri yang akan berguna hingga ia dewasa nanti.[2] Sebab peran Bunda sebagai orang tua bukan semata untuk melindungi Si Buah Hati selama masa tumbuh kembang anak, namun untuk mempersiapkannya untuk menghadapi hidupnya sendiri di masa mendatang.

 

  1. Latih Si Buah Hati Menghadapi Bahaya

Jika Bunda tidak bisa mendampinginya terus-terusan, tidak perlu melarang anak melakukan semua hal yang ingin dia lakukan, atau melarangnya pergi ke tempat yang ingin ia tuju karena takut bahaya mengintai. Kompensasinya, latih apa yang harus ia lakukan jika ada situasi yang dapat membahayakannya. Misalnya, ajarkan sejauh mana orang dewasa bisa berinteraksi dengannya, dan orang seperti apa yang bisa dipercaya.[4] Lakukan apa yang bisa Bunda lakukan, sisanya Bunda cukup mengawasi saja.

 

  1. Antisipasi

Mencegah lebih baik daripada memperbaiki. Jika Bunda benar-benar tidak nyaman membiarkan Si Buah Hati bereksplorasi sendiri, lakukan tindakan pencegahan. Misalnya dengan mempersiapkan pakaian dan sepatu yang cocok untuk cuaca atau lokasi anak bereksplorasi. Ajari anak usia dini untuk tidak menyentuh benda-benda berbahaya, dan berhati-hati di tempat yang berbahaya (licin, curam, dsb).4

 

  1. Asah dan Percayai Insting Si Buah Hati.

Jika Bunda selalu mengawasi anak-anak di taman bermain dan memperingatkan mereka untuk berhati-hati setiap kali mereka mencoba sesuatu yang terlihat tidak aman bagi Bunda, mereka akan terbiasa untuk bergantung pada pengamatan Bunda daripada

mempercayai insting mereka sendiri.4

  1. Playdate sebagai latihan.

Menurut psikolog Michael Thompson, Ph.D. melalui situs Parents.com, agar anak-anak memiliki kepemilikan psikologis penuh atas pencapaian mereka, mereka harus menjauh dari orang tua mereka. Jadi, tugas orang tua adalah melangkah mundur, membuka kesempatan untuk Si Buah Hati, dan membiarkannya pergi. Playdate bisa menjadi latihan yang cocok untuknya. Ekspedisi kelompok yang menyatukan sekelompok anak di ruang terbuka — taman, gym, pusat rekreasi, atau halaman belakang rumah - bisa menyenangkan bagi orang dewasa dan anak-anak, Si Buah Hati berlatih bermain tanpa orang tua, namun masih berada dalam lingkungan yang aman dan di bawah pengawasan orang dewasa.

Bantu lindungi kesehatan anak usia dini agar Bunda bisa membebaskan ia bereksplorasi tanpa khawatir. Pastikan nutrisi dan asupan gizi anak terpenuhi dengan memberikan asupan makanan gizi lengkap dan seimbang. Bantu juga cukupi asupan nutrisi Si Buah Hati dengan memberikan DANCOW Advanced Excelnutri+, susu pertumbuhan anak usia diatas 1 tahun yang mengandung protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), Lactobacillus rhamnosus, serta serat pangan inulin. Ingin lebih sering bilang Iya boleh untuk dukung anak bereksplorasi, Bunda? Temukan tipsnya di sini