Stimulasi

Sudah Idealkah Tinggi dan Berat Badan Si Buah Hati?

31-08-2018

Sudah Idealkah Tinggi dan Berat Badan Si Kecil?

 

Kebanyakan ibu pasti menginginkan anaknya sehat, tetapi selama ini para ibu mengindikasikan anak sehat dari tubuhnya yang gemuk, atau pipinya yang chubby. Namun, anak dikatakan tumbuh jika terjadi pertambahan ukuran jaringan dan organ, yang terlihat dari adanya pertambahan berat badan dan tinggi badan. Dikatakan berkembang jika terjadi peningkatan fungsi semua organ termasuk fungsi otak, motorik kasar yaitu gerak, dan motorik halus yang melibatkan otot kecil serta koordinasi mata dan anggota gerak.

Menurut ahli gizi Dr. (c) Rita Ramayulis, DCN, MKes, anak dikatakan tumbuh normal jika seiring pertambahan usianya bertambah pula berat dan tinggi badannya. Berat badan dinyatakan dalam bentuk indeks BB/U (Berat Badan menurut Umur) atau melalui perubahan berat badan pada saat pengukuran dilakukan, yang dalam penggunaannya memberikan gambaran keadaan saat ini.

Untuk menilai apakah si Kecil memiliki berat badan yang proporsional, atau mengalami kekurangan atau kelebihan berat badan, dapat dilakukan penilaian  Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut Umur.  IMT adalah rasio standar berat badan terhadap tinggi badan, dan selanjutnya dinilai menurut umur. Caranya adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

                Berat badan (kg)

IMT =    -------------------------

              (Tinggi badan)² (m²)


Misalnya, anak laki-laki usia 4 tahun dengan berat badan 20,5 kg, dan tinggi badan 110 cm. Idealkah indeks massa tubuhnya? Lihat perhitungannya:

                     20,5 kg                      20,5                      20,5
   IMT =  -----------------  =  ----------------  =  ----------------   =  16,9
                    (110 cm) ²            1,10 x 1,10             1,21

 

Kategori Berat Badan untuk Anak Perempuan dan Laki-laki:
 

Jenis Kelamin

Kurus

Normal

Kegemukan

Obesitas

Perempuan

< 17 kg/m2

17 - 23 kg/ m2

23 - 27 kg/m2

> 27 kg/m

Laki-laki

< 18 kg/m2

18 - 25 kg/m2

25 - 27 kg/m2

> 27 kg/m2

(Sumber: Pedoman Praktis Terapi Gizi Medis Departemen Kesehatan RI 2003)

Jika melihat hasil perhitungan di atas, di mana anak laki-laki usia 4 tahun memiliki berat badan 20,5 kg dan tinggi badan 110 cm, indeks massa tubuhnya adalah 16,9. Menurut Pedoman Praktis Terapi Gizi Medis dari Depkes RI ini, berarti ia termasuk kurus. Namun karena berat dan tinggi badan anak terus berubah selama pertumbuhan dan perkembangannya, IMT anak dianggap relatif jika dibandingkan anak dengan usia dan jenis kelamin yang sama. Pada anak-anak, pengukuran berat badan sebaiknya dilakukan setiap bulan untuk  pemantauan pertumbuhan apakah  normal sesuai dengan pita hijau yang ada dalam KMS (Kartu  Menuju  Sehat).

Selain melalui pengukuran IMT, anak sehat juga dapat dinilai dari:

  • Pemeriksaan fisik seperti postur tubuh tegap dan ototnya padat.
  • Rambutnya berkilau dan kuat.
  • Kulit dan kukunya bersih dan tidak pucat.
  • Wajahnya ceria, mata bening, dan bibirnya segar.
  • Giginya bersih dan gusinya merah muda.
  • Nafsu makannya baik, tidurnya nyenyak, dan buang air besar secara teratur.
  • Anak juga bergerak aktif dan berbicara lancar sesuai usianya, selain itu juga penuh perhatian dan bereaksi aktif.

Anak yang mengalami kegemukan artinya memiliki timbunan jaringan lemak yang tidak normal. Timbunan lemak ini menyebabkan terjadinya berbagai perubahan reaksi kimia di dalam tubuh, penurunan kecerdasan, hingga gangguan psikologis. Anak dengan kelebihan berat badan, kemungkinan juga akan mengalami obesitas ketika dewasa. Hal ini berhubungan dengan ketidaksensitifan hormon leptin dalam mengontrol nafsu makan anak.

Meskipun demikian, menurut Rita, IMT pada anak akan turun secara bertahap sejalan dengan penurunan berat badan dan pertambahan tinggi badan.  Anak yang sedang bertumbuh, tinggi badannya akan terus bertambah,  sehingga dengan hanya mencegah terjadinya kenaikan berat badan maka secara bertahan IMT anak akan menurun mendekati normal sesuai tahapan usianya.

Namun perlu Bunda ketahui, untuk menurunkan berat badan pada anak tidak bisa sekadar dengan mengurangi porsi makanannya.  Yang utama perlu dilakukan adalah bagaimana meningkatkan pengeluaran energi pada anak tanpa harus kekurangan zat gizi tertentu.

Dalam bukunya, “Atasi Obesitas pada Anak dengan Diet REST”, Rita mengungkapkan Formula 3M yang tepat dilakukan pada anak gemuk, yaitu:

a. Move: artinya gerak. Anak sedang dalam masa pertumbuhan, sehingga tulang dan ototnya akan bertumbuh dan berkembang terus. Dengan membuat anak lebih sering bergerak, maka pertumbuhan tulang dan ototnya akan berlangsung maksimal sehingga membutuhkan energi lebih banyak.

b. Model: artinya hal yang bisa dicontoh anak. Pada usia di bawah lima tahun anak tidak bisa menyaring perilaku yang dilihatnya, termasuk perilaku makan dan perilaku gerak. Orangtua terutama ibu seringkali menjadi panutan anak, maka orangtua harus bisa memberikan model makan dan model gerak yang baik bagi anak. Misalnya, makan sayur di depan si Kecil.

c. Meet: artinya bertemu anak dan melakukan kegiatan bersama. Maknanya adalah mengajak anak mulai mengurangi makanan makanan yang tinggi lemak dan gula, serta berlatih bersama untuk mulai meningkatkan konsumsi sayur dan buah. Dengan melakukan bersama-sama anak tidak merasa terpaksa untuk makan sayur dan buah yang tidak mereka sukai. Perilaku makan anak secara bertahap akan berubah, dan anak tetap akan punya persepsi positif terhadap makanan.

Saran lainnya untuk membantu anak mendapatkan IMT yang sehat, Bunda juga dapat memberikan susu untuk si Kecil. Susu adalah salah satu kelompok makanan yang harus dikonsumsi anak sebagai sumber protein, lemak, vitamin, terutama vitamin A dan D, serta  mineral terutama kalsium, zat besi, dan zink. Anjuran konsumsi susu pada anak adalah 1-2 gelas sehari.

Dengan memastikan konsumsi nutrisi anak terpenuhi, banyak bergerak, dan cukup istirahat,niscaya Bunda dapat membantu si Kecil mencapai indeks massa tubuh yang sehat.

Bunda, yuk baca juga artikel tentang perkembangan si Kecil di artikel "Atasi Gangguan Berat Badan Anak dengan Memberikan Pola Makan yang Tepat"