Stimulasi Kecerdasan Si Kecil melalui Permainan dan Eksplorasi | DANCOW Parenting Center
Stimulasi

Stimulasi Kecerdasan Si Kecil melalui Permainan dan Eksplorasi

09-05-2018

Stimulasi Kecerdasan Si Kecil melalui Permainan dan Eksplorasi

Sejak dalam kandungan, sel otak mulai terbentuk dan terus berkembang pesat hingga mencapai milyaran sel sampai usia 2 tahun. Sejak usia kehamilan 6 bulan, dibentuklah hubungan antarsel untuk membentuk rangkaian fungsi-fungsi yang kompleks. Semakin bervariasi stimulasi yang diterima si Kecil, maka semakin kompleks pula hubungan antarsel otaknya. Semakin sering dan teraturnya si Kecil menerima stimulasi, maka semakin kuat juga hubungan antarsel otaknya. Kompleksitas dan kuatnya hubungan antarsel otak ini kemudian mempengaruhi tinggi dan beragamnya kecerdasan si Kecil. Jika dikembangkan terus menerus, maka si Kecil akan mempunyai kecerdasan yang optimal. 

Oleh karena itu, Bunda berperan penting untuk mendukung perkembangan kecerdasan si Kecil melalui stimulasi setiap hari pada semua sistem inderanya (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan). Selain itu, penting juga untuk menstimulasi motorik kasar dan halus si Kecil, mengajaknya berkomunikasi, serta merangsang perasaan dan pikiran si Kecil dengan penuh kasih sayang. Bunda dapat memberikan stimulasi kepada si Kecil kapan pun dan dimana pun lho! Setiap interaksi Bunda dan si Kecil seperti ketika sedang memandikan, menyuapi makanan, mengajak berjalan-jalan, bermain, atau menjelang tidur, dapat Bunda jadikan momen yang tepat untuk mulai menstimulasi si Kecil. Mudah bukan?

Tips stimulasi kecerdasan si Kecil

  1. Kecerdasan berbahasa verbal si Kecil dapat distimulasi dengan rutin melakukan percakapan sederhana atau membacakan cerita yang dapat merangsang si Kecil untuk berbicara, bercerita, bahkan menyanyikan lagu anak-anak.
  2. Stimulasi kecerdasan logika-matematik si Kecil dilakukan dengan melatih cara mengelompokkan, menyusun, merangkai, menghitung mainan, bermain angka, halma, congklak, sempoa, catur, kartu, teka-teki, puzzle, monopoli, permainan komputer dll.
  3. Kembangkan kecerdasan visual-spatial si Kecil dengan mengajaknya mengamati gambar, foto, merangkai dan membongkar lego, menggunting, melipat, menggambar, halma, puzzle, rumah-rumahan, permainan komputer dll.
  4. Melatih kecerdasan gerak tubuh si Kecil dengan berdiri menggunakan satu kaki, jongkok, membungkuk, berjalan di atas satu garis, berlari, melompat, melempar, menangkap, latihan senam, menari, atau olahraga permainan yang dapat Bunda lakukan bersama si Kecil.
  5. Kecerdasan musikal si Kecil dapat distimulasi melaui berbagai aktivitas menyenangkan seperti mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada.
  6. Untuk melatih kecerdasan emosi interpersonal, ajak si Kecil untuk melakukan permainan bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, ajak untuk saling berbagi kue, mengalah, meminjamkan mainan, kerjasama tim membuat sesuatu, permainan mengendalikan diri, mengenal berbagai suku, bangsa, budaya, agama  melalui buku, TV dll. 
  7. Sedangkan untuk melatih kecerdasan emosi intrapersonal, Bunda perlu menyiapkan sebuah momen quality time bersama si Kecil agar dapat mulai menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, atau dengan  mengarang cerita sekalipun.
  8. Kecerdasan naturalis juga tak kalah penting untuk dikembangkan. Bunda dapat melakukan beragam bereksplorasi seru bersama si Kecil seperti menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman dalam pot, memelihara binatang, berkebun. Selain itu, mengajak si Kecil untuk pergi berwisata di hutan, gunung, sungai, pantai, mengajaknya mengamati langit, awan, bulan dan juga bintang bisa mengembangkan kecerdasan naturalis si Kecil sekaligus kehangatan keluarga.

Penting sekali bagi Bunda untuk dapat mengetahui potensi kecerdasan si Kecil sedini mungkin. Jika Bunda merasa si Kecil mempunyai suatu potensi kecerdasan, sebaiknya hal tersebut dirangsang secara konsisten agar semakin optimal perkembangannya. Sehingga dewasa nanti, si Kecil akan mempunyai kecerdasanyang membanggakan seperti yang Bunda harapkan.

 

Artikel ini ditulis oleh: Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi.