Stimulasi

Si Kecil 3 Tahun, Ini Permainan yang Sesuai untuk Dia

12-09-2018

Si Kecil 3 Tahun, Ini Permainan yang Sesuai untuk Dia

 

Memilih mainan yang tepat dan aman untuk si Kecil sering menjadi dilema bagi Bunda. Apalagi ketika Bunda mengajak si Kecil ke pusat perbelanjaan dan menemukan deretan mainan dengan model yang menarik terpajang rapi di toko. Plus ada beberapa jenis mainan terbaru yang sedang menjadi tren.

Menurut buku Standar Keamanan Mainan Anak, sesungguhnya memilih mainan si Kecil dengan hanya mempertimbangkan model atau tren, bukanlah suatu tindakan tepat. Sebab, suatu mainan itu tidak selalu cocok untuk semua anak.

Karena itu, Bunda harus memilih mainan untuk si Kecil dengan mempertimbangkan kondisi perkembangan, pertumbuhan, serta usianya. Memilih mainan untuk anak pun tidak boleh semata-mata hanya untuk menyenangkan hatinya, tetapi juga harus menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang mereka.

Si Kecil yang sudah menginjak usia 3 tahun, akan memiliki kegemaran permainan yang berbeda dari umur sebelum dan sesudahnya. Biasanya, mereka sudah mampu bermain dengan permainan yang menggunakan fungsi kognitif. Seperti:

1. Permainan konstruktif

Dalam permainan ini, Bunda bisa mengajak si Kecil bermain sambil memperkenalkannya akan berbagai macam bentuk. Misalnya permainan menyusun balok, bermain lego, membentuk lilin berwarna atau playdough, atau mengutak-atik robot. Bunda bisa pula menemaninya bermain bola atau melakukan permainan peran, misalnya menjadi dokter, superhero, atau rumah-rumahan.

Permainan ini berguna sebagai sarana untuk melatih koordinasi motorik halus dan kesabaran si Kecil. Juga untuk memenuhi kebutuhannya untuk berbicara dengan orang lain, meskipun perbendaharaan kosakata yang ia miliki masih sedikit.

2. Permainan yang memadukan motorik kasar dan halus

Di usia ini, seluruh aspek perkembangan si Kecil sudah semakin baik. Sehingga semakin banyak mainan dan permainan yang bisa dilakukan olehnya. Kemampuan motorik kasar-halur si Kecil juga sudah jauh lebih berkembang, sehingga bisa melakukan dua aktivitas bermain sekaligus. Misalnya melompat sambil kedua tangannya memegang bola atau berjalan meniti balok dengan seimbang.

Si Kecil juga mulai mengenal konsep warna, bentuk, dan lain sebagainya. Sehingga ia sudah mampu belajar untuk mengelompokkannya, meski masih sebatas pengelompokan yang berdasarkan warna atau bentuknya saja. Contohnya si Kecil akan mengelompokkan benda-benda berwarna merah atau benda dengan bentuk bulat.

3. Permainan dengan aturan sederhana

Pada usia ini kemampuan bicara si Kecil pun sudah semakin bertambah dan mulai mengerti aturan-aturan sederhana. Si Kecil pun bisa bersosialisasi dan melakukan permainan secara kelompok dengan teman sebayanya. Karena itu, Bunda bisa mengajak si Kecil bermain ke taman bermain atau play group. Tujuannya untuk melatih kemampuan sosialisasi si Kecil sejak usia dini. Dengan begitu, ia akan belajar untuk berbagi, sportif, bertenggang rasa, dan sabar menunggu giliran untuk menggunakan perosotan yang ada di tempat bermain umum. Kecerdasan emosionalnya pun akan lebih terasah.

Dari semua permainan yang diberikan untuk si Kecil, Bunda harus memastikan bila mainan tersebut aman, bersih, bertekstur lembut, berwarna menarik, berbunyi untuk merangsang pendengarannya, bentuk yang unik dan bergerak. Bunda bisa pula menjelaskan jenis, warna, nama, dan fungsi dari mainan tersebut.

DANCOW Bisa Lindungi si Kecil dan Dukung Cinta Bunda agar Ia Berani Bereksplorasi #DANCOWLindungi.