Nutrisi

Semakin Besar Usia Anak, Semakin Besar Kebutuhan Gizinya

17-12-2020

Kebutuhan Gizi Anak Tercukupi

Memasuki usia Toddler (1-3 tahun), Si Buah Hati mulai aktif bermain dan bereksplorasi di lingkungan sekitarnya. Selain itu, masa tumbuh kembangnya juga mengalami peningkatan yang pesat. Gizi anak yang tercukupi adalah salah satu kunci untuk mendukung optimalnya proses perkembangan ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar Bunda memenuhi kebutuhan gizi Si Buah Hati, terutama pada dua tahun pertamanya. Ini karena segala perkembangan yang terjadi di usia ini tidak dapat diulang kembali. Untuk itu, Bunda diharapkan dapat mengajarkan Si Buah Hati pentingnya menerapkan pola makan sehat sejak dini.

Kebutuhan Gizi Anak Berbeda dengan Orang Dewasa

Faktanya, jika dibandingkan dengan orang dewasa, kebutuhan gizi anak usia Toddler itu sekitar dua kali lebih banyak, Bunda. Angka Ini didapatkan dari perbandingan kebutuhan energi antara anak usia 1-3 tahun dan usia 19-29 tahun per berat badan, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia tahun 2019.

 

Selain itu, seiring dengan tahap perkembangan Si Buah Hati, kebutuhan gizinya juga semakin meningkat. Anak usia satu, tiga, dan lima tahun, misalnya, mempunyai kebutuhan nutrisi yang berbeda. Ahli gizi Dr. (c) Rita Ramayulis, DCN, MKes, mengatakan, semua zat gizi dibutuhkan semua kelompok usia tersebut, tetapi dengan jenis berbeda.

 

“Semakin besar anak, semakin besar kebutuhan akan zat gizi di usia tersebut. Usia 4-6 tahun pasti lebih tinggi kebutuhannya karena sedang bertumbuh fisiknya dan berkembang kecerdasannya, begitu juga pembentukan sistem imunitasnya,” jelasnya. Tetapi nanti jika telah melewati masa itu dan memasuki masa dewasa sekitar usia 16-17 tahun, kebutuhan gizi anak akan berkurang karena pertumbuhannya mulai melambat.

 

Memastikan Si Buah hati mendapatkan asupan gizi yang cukup, bisa menjadi tantangan bagi Bunda. Ini karena di usia Toddler, Si Buah Hati rentan terhadap penyakit infeksi yang berisiko menghambat penyerapan nutrisinya, dan juga kecenderungan perilaku anak untuk pilih-pilih makanan. Menurut hasil penelitian dari Sandjaja (2013), anak yang memasuki masa Toddler di daerah perkotaan dan perdesaan di Indonesia masih belum dapatkan gizi mikro yang cukup, misalnya zat besi, asam folat, vitamin A, dan vitamin C.

 

Panduan Gizi Seimbang untuk Toddler Indonesia

Supaya asupan gizi Si Buah Hati usia Toddler dapat tercukupi, Bunda perlu mengetahui beberapa pedoman yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI berikut ini:

  1. Konsumsi makan sehari-hari harus mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah (porsi) yang sesuai dengan kebutuhan setiap orang atau kelompok umur. Definisi  gizi seimbang  sendiri meliputi: cukup secara kuantitas, dan cukup secara kualitas.
  2. Mengandung berbagai zat gizi (energi, protein, vitamin dan mineral) yang  diperlukan  tubuh untuk  tumbuh (pada anak-anak),  untuk menjaga kesehatan anak, dan untuk melakukan  aktivitas  dan fungsi  kehidupan sehari-hari (bagi  semua  kelompok umur  dan  fisiologis).
  3. Menyimpan zat gizi untuk  mencukupi  kebutuhan tubuh, yang terdiri atas:
  • Zat tenaga atau energi, diperlukan untuk melakukan aktivitas fisik sehari-hari yang sebagian besar diperoleh dari bahan pangan sumber karbohidrat, lemak, dan protein.
  • Zat pembangun atau protein, penting untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel rusak yang didapatkan dari bahan makanan hewani atau tumbuh-tumbuhan (nabati).
  • Zat pengatur atau vitamin dan mineral, berperan untuk proses metabolisme atau bekerjanya fungsi organ tubuh yang dapat diperoleh dari sayuran dan buah-buahan.

 

Baca Juga: Pentingnya Vitamin A agar Daya Tahan Tubuh Anak Kuat 

 

Bunda juga dapat memberikan susu untuk membantu mencukupi asupan gizi Si Buah Hati. Kuncinya anak harus mendapat gizi seimbang berdasarkan kelompok bahan makanan yang disebutkan di atas.

 

Bunda juga dapat membantu lengkapi asupan nutrisi Si Buah Hati dengan memberikan susu pertumbuhan. Inovasi baru dari DANCOW 1+ Nutritods, susu pertumbuhan yang diformulasi untuk anak Indonesia usia Toddler 1-3 tahun, dengan kandungan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa dibandingkan formula sebelumnya, tinggi kalsium & protein, minyak ikan, omega 3 & 6, serat pangan inulin dan mikronutrien lainnya, serta Lactobacillus rhamnosus. Dengan gizi yang tercukupi, Bunda dapat mendukung perlindungan eksplorasinya.

Semoga dengan membaca fakta di atas, Bunda bisa lebih memperhatikan kebutuhan gizi anak, ya. Nah, mau tahu fakta lain seputar pentingnya masa Toddler? Bunda bisa dapatkan infonya di DANCOW Parenting Center.

#Nutritods101