Nutrisi

Sehatkan Otak Si Kecil dengan Pola Makan yang Benar

06-09-2018

Sehatkan Otak Si Kecil dengan Pola Makan yang Benar

Di usia 1 tahun, si Kecil sudah bisa menyantap beragam menu. Bukan hanya makanan pokok, tapi juga beragam camilan. Bahkan beberapa anak lebih memilih camilan atau susu, ketimbang makan besar. Menurut ahli nutrisi, dokter Saptawati Bardosono, Bunda boleh saja memberikan camilan dan susu kepadanya. Tapi tidak bisa membuat kedua sajian itu sebagai pengganti makanan pokok.

"Dalam sehari, anak harus menyantap beragam makanan. Dengan pola, tiga kali makan besar, dua kali camilan, dan dua kali minum susu," ujar dokter Saptawati. "Jadwal makan si Kecil juga harus berjarak. Sebaiknya camilan atau susu diberikan 2-2,5 jam sebelum makan agar perut tidak kenyang ketika tiba jam makan."

Sementara Ika Prasetya Aning dan Yohanes Kristianto menulis dalam buku Jurnal Parenting, si Kecil perlu mendapatkan asupan yang mendukung tumbuh kembang otak. Pola makan ini disebut dengan istilah The Brainy Diet yang melibatkan enam sumber gizi esensial, yaitu:

  • Karbohidrat

Karbohidrat merupakan “bahan bakar” untuk otak. Karena untuk bisa berpikir dan bekerja normal, otak memerlukan glukosa yang ada dalam karbohidrat. Bunda bisa menyajikan sarapan untuk si Kecil dengan memberikan karbohidrat kompleks seperti: nasi (ada baiknya nasi merah), mie, kentang, pasta, bubur ayam, oatmeal, dan sereal. Tentunya dengan porsi yang pas baginya.

Karbohidrat kompleks ini memiliki rantai yang lebih panjang. Sehingga proses mencernanya lambat dan pelepasan glukosa atau energi dalam darah pun dilakukan secara bertahap sehingga lebih lama. Karena itu, si Kecil tetap memiliki cadangan energi lebih banyak untuk beraktivitas sepanjang hari.

  • Folat

Folat adalah jenis vitamin B yang berfungsi sebagai nutrisi otak anak agar cerdas dan membantu sistem susunan saraf bekerja dengan baik. Kekurangan folat bisa menyebabkan perbagai masalah dalam perkembangan syaraf otak si Kecil. Bahkan kebutuhan asupan folat harus dipenuhi Bunda sejak ia masih dalam kandungan. Karena itu, pastikan Bunda selalu memberikan jenis makanan sehat bervariasi yang kaya akan folat. Seperti: melon, pisang, jus jeruk, stroberi, lemon, bayam, asparagus, kacang kering, kacang polong, sereal, dan nasi.

  • Lemak

Lemak merupakan “si penyusun” otak. Dalam buku The Baby Book, Martha Sears dan William Sears menuliskan bila 60% susunan otak manusia terdiri dari lemak. Tahukah Bunda, minyak ikan memiliki manfaat bagi perkembangan otak sebab berfungsi untuk menghubungkan sinyal antar sel, juga memperbaiki serta mengganti sel-sel otak yang rusak. Bunda bisa mendapatkan omega-3 dari ikan sarden, salmon, tuna putih, dan makarel.

  • Protein

Protein berfungsi untuk daya ingat dan konsentrasi. Karbohidrat merupakan sumber energi, namun seiring dengan padatnya aktivitas si Kecil, karbohidrat yang diserap tubuh akan semakin berkurang sehingga menyebabkan ia kehilangan konsentrasi. Untuk itulah, dia membutuhkan sumber protein agar tetap bisa berkonsentrasi.

Penuhi kebutuhan protein si Kecil sebagai bahan baku untuk pertumbuhan zat kimia di dalam otak yang berfungsi untuk mengendalikan daya piker kritis, ingatan, dan fokusnya. Karena itu Bunda harus perhatikan porsi makan anak dengan seporsi makanan sehat lengkap karbohidrat dan protein, yang bisa didapatkan dari kacang-kacangan, telur, daging, dan susu.

  • Zat Besi

Zat besi berguna untuk rentang perhatian. Si Kecil butuh cukup zat besi untuk menghasilkan hemoglobin atau sel darah merah yang berguna mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak. Selain itu, zat besi memiliki efek khusus bagi neurotransmitter, yang berfungsi mengatur rentang daya perhatian otak. Kurang zat besi berakibat kurang baik pada area otak yang berperan dalam pembentukan perilaku dan kemampuan kognitif. Untuk sumber zat besi ini, Bunda memperoleh dari gandum, sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan, daging, ungags, dan sereal pasta.

  • Air

Air berfungsi untuk menjernihkan pikiran. Bunda. Karena itu hati-hati bila si Kecil terkena dehidrasi. Sebab ia bisa mengalami pusing dan kelelahan akut, sehingga bisa merusak daya konsentrasi dan proses belajarnya. Dalam sehari, sebaiknya Bunda membiasakannya minum air putih 5-6 gelas perhari. Tambah porsi minum air bila ia lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Pilihlah air putih atau jus buah murni untuk dia, ya Bunda. Hindari minuman bersoda karena akan membuatnya terkena dehidrasi.

Dancow bantu lindungi eksplorasi si Kecil #DANCOWLindungi