Sayuran Organik VS Non-organik, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil? | DANCOW Parenting Center
Nutrisi

Sayuran Organik VS Non-organik, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

12-05-2018

Pilih Sayuran Organik sebagai Resep Sayur untuk Anak?

 

Tren resep sayur untuk anak yang menggunakan bahan serba organik ramai bermunculan. Mungkin Bunda juga sering memperhatikan hal ini saat scrolling feed Instagram atau Facebook. Apa sih, sebenarnya yang dimaksud dengan sayuran organik itu? Apa beda manfaatnya dengan sayuran non-organik yang biasa dibeli di pasar?

Mengenal Sayuran Organik

Menurut penjelasan di dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 1 tahun 2017 tentang Pengawasan Pangan Olahan Organik, sayuran organik merupakan hasil panen sayuran yang proses penanamannya menerapkan pengelolaan ramah lingkungan. Misalnya, penggunaan daur ulang sisa tumbuhan dan ternak sebagai pupuk, atau pengendalian hama tanpa pestisida. Dari proses penanaman sampai panen, pangan organik ini tidak menggunakan bahan kimia.

Benarkah yang Organik Itu Lebih Sehat?

Sebuah survei dilakukan oleh Pew Research Center pada Juni 2016 dengan mengambil sampel 1.480 orang dewasa di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan bahwa 55% responden percaya bahwa sayuran organik lebih sehat daripada yang ditanam secara non-organik. Apakah Bunda juga meyakini hal ini? 

Mari kita simak penelitian dan pendapat ahli berikut ini. Dalam penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition, Cambridge University, Inggris, diungkapkan bahwa sayuran organik memiliki kadar antosianin dan flavonol 50% lebih banyak dibandingkan sayuran yang ditanam secara non-organik. Kedua senyawa tersebut gunanya untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Meski demikian, menurut Prof. Dr.Ir. Ali Khomsan, MS, guru besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian IPB, menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan manfaat yang signifikan antara tanaman organik maupun yang ditanam biasa. “Dilihat dari aspek keamanan, sayuran organik memang lebih aman, karena cemaran pestisidanya nyaris tidak ada. Tapi, dilihat dari aspek gizi, belum ada kesimpulan yang pasti bahwa sayur organik lebih bergizi,” jelasnya.

Tips Membedakan Sayuran Organik dan Non-organik

Secara kasat mata, bisa jadi sulit membedakan mana sayuran yang organik. Nah, jika Bunda ingin membuat resep sayur untuk anak menggunakan jenis sayuran ini , berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Produk sayuran organik yang dijual di Indonesia wajib memenuhi ketentuan dari pemerintah dan mencantumkan logo bertuliskan “Organik Indonesia”. Ini salah satu jaminan bahwa sayuran tersebut adalah organik. Jadi sebelum membeli, pastikan logo ini ada di kemasan sayur, ya Bunda. 

Salah satu ciri sayuran organik bisa dicek dari penampilan fisiknya. Pada bagian daun biasanya masih terdapat lubang-lubang kecil bekat gigitan ulat. Ini tandanya sayuran tersebut tidak menggunakan pestisida untuk mengusir hama.

  • Ukuran

Jangan tertipu dengan ukuran. Biasanya, sayuran organik itu memiliki ukuran lebih kecil dibanding sayuran non-organik. Ini karena sayuran organik tidak diberikan bahan kimia yang dapat memicu pertumbuhannya.

Mengenalkan beragam sayur, termasuk sayuran organik, dapat menjadi cara mengatasi anak susah makan sayur . Meski begitu, harga sayuran organik biasanya lebih mahal dibanding sayuran non-organik. Selain itu, sayuran jenis ini juga tidak dijual di kebanyakan supermarket atau pasar. Jadi, jangan sampai kesulitan ini malah menghalangi Bunda untuk membuatkan menu sayur bagi Si Kecil. Sayuran non-organik juga masih memberikan manfaat yang sama bagi Si Kecil. Hal yang lebih penting untuk Bunda perhatikan adalah cara membersihkan dan mengolahnya agar kandungan nutrisinya terjaga.

Lengkapi juga menu harian Si Kecil dengan membuatkan susu pertumbuhan. DANCOW Advanced Excelnutri+ 1+  mengandung vitamin A, C, D, E; zat besi, zink, dan Lactobacillus rhamnosus untuk mendukung tumbuh kembangnya dengan optimal.

Nah, sekarang sudah tidak bingung lagi saat berbelanja resep sayur untuk anak, ‘kan Bunda? Baik itu sayuran organik maupun non-organik, keduanya dapat mencukupi asupan gizi Si Kecil. Gizi yang tercukupi dapat mendukung perlindungan Si Kecil saat mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Yuk, katakan Iya Boleh setiap ia ingin bereksplorasi!