Nutrisi

Pesan Tersembunyi Ketika Si Buah Hati Pilih-Pilih Makanan

09-03-2020

Pesan Tersembunyi Ketika Si Buah Hati Pilih-Pilih Makanan

Bunda, dari sisi kemandirian, perkembangan anak 3 tahun sampai 5 tahun semakin membuat Bunda jadi bangga, ya. Di usia ini Si Buah Hati mulai belajar melakukan banyak aktivitas tanpa bantuan orang lain, salah satunya adalah makan sendiri. Namun, di periode ini ia juga sudah mampu mengekspresikan perasaan dan melakukan tindakan sesuai keinginannya. Hal tersebut dapat mendorong anak menjadi picky eater (pilih-pilih makanan).

Tantangan Penuhi Asupan Gizi di Masa Prasekolah

Nah, perilaku anak yang suka pilih-pilih makanan, pastinya jadi tantangan tersendiri bagi Bunda. Seperti Bunda ketahui, di masa Prasekolah, anak butuh mendapatkan asupan gizi yang cukup dari beragam makanan bergizi agar tumbuh kembangnya optimal. Namun, saat Si Buah Hati mengunci mulut rapat-rapat atau kabur saat waktunya makan dengan menu yang tidak sesuai keinginan, Bunda mungkin mulai khawatir apakah asupan gizinya sudah terpenuhi.

Menurut studi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, perilaku pilih-pilih makan sering terjadi pada anak di usia Toddler hingga Prasekolah. Jika hal ini terjadi terus menerus, dapat mengurangi keberagaman asupan makanan yang dikonsumsi Si Buah Hati, sehingga berisiko memengaruhi tingkat kecukupan gizi anak.

Ketuhui Fakta Penyebab Si Buah Hati Jadi Picky Eater

Faktanya, belum tentu anak yang suka pilih-pilih makanan itu didorong dengan sikap kebebasan bertindak yang muncul di awal perkembangan anak 3 tahun. Tapi, mungkin sebenarnya Si Buah Hati sedang menyampaikan "pesan tersembunyi" kepada Bunda. Bisa jadi, ia enggan makan menu tertentu karena ada kondisi lain yang menyebabkan itu.

Menurut dr Widodo Judarwanto SpA, yang mengelola klinik kesulitan makan di Jakarta, sebanyak 30% anak yang datang dengan keluhan pemilih menu santapan ternyata mengalami gangguan proses makan di mulut. Tampilan klinis yang terjadi adalah mengalami kesulitan dalam makan bahan makanan yang berserat atau bertekstur kasar, seperti sayur maupun empal daging sapi.

Bagi Si Buah Hati, gangguan serupa bisa mengakibatkan kendala mengunyah dan menelan. "Analisis kejadian ini berkembang bahwa apakah anak memang 'tidak mau' makan sayur atau memang 'tidak bisa' makan sayur," tulisnya, seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI.

Karena itu, Bunda perlu mencermati kondisi fisik Si Buah Hati yang mungkin menyebabkannya pilih-pilih makanan. Sebab bila penolakan makan ini berlangsung lama, Si Buah Hati bisa mengalami kekurangan nutrisi yang diperlukan dalam proses tumbuh kembangnya. Hingga menyebabkan pertumbuhan yang tidak maksimal.

Nah, bagaimana Bunda, sekarang sudah lebih memahami pentingnya memantau perilaku makan Si Buah Hati di masa Prasekolah, kan? Jadi, pastikan Bunda bantu Si Buah Hati dapatkan asupan makanan bergizi seimbang sejak dini, agar ia kelak dapat tumbuh dengan sehat.

Bantu penuhi asupan nutrisi Si Buah Hati dengan memberikan dua gelas DANCOW 3+ dengan Nutritods setiap hari, yang diformulasikan khusus untuk anak di masa Prasekolah usia 3-5 tahun dengan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa, tinggi zat besi & zink, tinggi vitamin A & C, omega 3 & 6, serta Lactobacillus rhamnosus untuk dukung eksplorasi Si Buah Hati.

Yuk Bunda, temukan fakta lainnya tentang perkembangan anak 3 tahun sampai 5 tahun (masa Prasekolah) di DANCOW Parenting Center #Nutritods101 #ToddlerExpert #PreschoolExpert.