Nutrisi

Mengenal Kandungan Lemak dalam Susu

22-10-2019

Salah Kaprah Kandungan Lemak dalam Susu Pertumbuhan Anak

Hubungan antara susu pertumbuhan anak dan kegemukan atau obesitas pada anak ternyata cukup menjadi momok untuk para orang tua. Masalahnya, selain mengandung nutrisi penting --seperti protein, kalsium, dan vitamin-- kita juga mengetahui bahwa susu memiliki kandungan lemak. Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan secara online di Archives of Disease in Childhood, konsumsi susu skim dan susu rendah lemak merupakan praktek yang lumrah di kalangan anak-anak prasekolah yang kelebihan berat badan atau obesitas. Artinya, sudah banyak orang tua yang memiliki ketakutan terhadap kandungan lemak dalam susu, dan mulai memberikan susu rendah lemak kepada anaknya bahkan sejak usia prasekolah!

Perlukah Bunda waspada terhadap kandungan lemak dalam susu pertumbuhan anak? Benarkah kandungan lemak dalam susu berakibat buruk terhadap kesehatan Si Buah Hati dan memicu obesitas?

Sebelum mencurigai kandungan lemak dalam susu Si Buah Hati, yuk, kita berkenalan terlebih dahulu dengan macam-macam jenis susu berdasarkan kandungan lemak di dalamnya.

Pada umumnya, jenis susu yang tersedia di pasaran adalah:

  1. Susu murni atau whole milk, mengandung 3,25% lemak susu, paling tinggi di antara jenis susu lainnya
  2. Susu rendah lemak dengan kandungan 2% lemak susu
  3. Susu rendah lemak dengan kandugan 1% lemak susu
  4. Susu bebas lemak, atau juga dikenal sebagai susu skim.

Jika dipaparkan seperti demikian, Bunda mungkin berpikir bahwa semakin banyak kandungan lemak dalam susu pertumbuhan anak, semakin buruk pengaruhnya terhadap tumbuh kembang Si Buah Hati. Namun, dalam penelitian Jonathon Maguire, dokter anak dari St. Michael’s Hospital di Ontario, Canada, menemukan bahwa meminum susu murni (whole milk) malah dapat membuat anak-anak lebih kurus dan meningkatkan kadar vitamin D dibandingkan dengan ketika anak mengonsumsi susu rendah lemak atau susu skim.

Hal ini bisa jadi karena vitamin D larut dalam lemak, alih-alih dalam air. Karena itu susu dengan kandungan lemak lebih tinggi mengandung lebih banyak vitamin D. Menurut Maguire lagi, ada kemungkinan bahwa anak-anak yang minum susu full-fat cenderung tidak mudah lapar, sehingga membuat mereka lebih jarang mengemil makanan berkalori tinggi.

Untuk membantu Bunda mengurangi kekhawatiran terhadap kecukupan gizi, berat badan dan tinggi badan ideal Si Buah Hati, sebaiknya berikan susu yang tepat dengan makanan bergizi seimbang. Iringi juga dengan aktivitas yang dapat menstimulasi dan mendorong tumbuh kembangnya.

Jangan sampai Si Buah Hati melewatkan sarapan, yang justru cenderung menyebabkan kelebihan berat badan daripada yang terbiasa sarapan, tentunya bantu juga dengan asupan susu secara teratur.

Berikan Si Buah Hati DANCOW Advanced Excelnutri+, susu pertumbuhan anak yang mengandung protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), dan Lactobacillus rhamnosus, serta serat pangan inulin, untuk membentu mencukupi kebutuhan gizinya. Dengan gizi yang tercukupi, Bunda dapat membantu lindungi proses belajar dan eksplorasi Si Buah Hati. Dapatkan juga rekomendasi menu bergizi lengkap dan seimbang di Piring Nutrisi.