Mengapa Anak Usia 1-3 Tahun Perlu Susu Pertumbuhan? | DANCOW Parenting Center
Nutrisi

Mengapa Anak Usia 1-3 Tahun Perlu Susu Pertumbuhan?

09-05-2018

Mengapa Anak Usia 1-3 Tahun Perlu Susu Pertumbuhan?

Usia 1–3 tahun merupakan periode emas atau disebut “windows of opportunity” dimana anak mengalami masa pertumbuhan yang cepat dan irreversible (tak berulang). Pada masa ini, perkembangan sel saraf akan mencapai 80% dari volume keseluruhan saat dewasa sehingga perkembangannya harus dimaksimalkan. Selain itu, sinaps yang berfungsi sebagai “pengirim sinyal” pada otak juga berkembang hingga dua kali lipat pada usia 1–3 tahun (Baby’s Brain Begins Now: Conception to Age 3, Urban Child Institute, 2016).

Oleh karena periode emas ini hanya berlangsung selama tiga tahun, Bunda harus memastikan asupan nutrisi si Kecil terpenuhi.  “Jika  nutrisi  pada masa tersebut tidak terpenuhi, maka akan berakibat pada keterlambatan pertumbuhan yang sulit untuk diperbaiki,” ujar ahli gizi Qonita Rachmah, SGz, MSc, dari Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Di sinilah susu pertumbuhan berperan penting dalam perkembangan saraf dan otak karena terdapat kandungan zat-zat gizi yang esensial seperti DHA dari minyak ikan, omega-3, dan omega-6. Ketiganya merupakan lemak baik yang berfungsi memaksimalkan perkembangan saraf (Nutrition through the life cycle. Cengage Learning, Brown, J.E., 2016). DHA, omega-3, dan omega-6 merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat dihasilkan dari dalam tubuh sehingga harus dipenuhi melalui makanan/minuman, salah satunya yaitu susu.

Perkembangan pesat pada sel saraf dan sinaps dapat dilihat dari perkembangan kemampuan anak dalam berbicara, merespons rangsangan, mendengar, mengikuti kebiasaan orang-orang terdekat, dan kemampuan adaptasi sosial, serta kemampuan lainnya (Positive Parenting Tips for Healthy Child Development, CDC, 2016).

Sebagai bekal untuk mengeksplorasi lingkungan, susu yang dikonsumsi si Kecil harus sesuai tahapan usianya. Nah, kebutuhan susu anak berdasarkan tahapan usia harus disesuaikan dengan kebutuhan energi serta zat gizi lainnya untuk setiap usia.  

Berdasarkan tabel Angka Kecukupan Gizi yang ditetapkan Departemen Kesehatan RI tahun 2013, kebutuhan energi anak usia 1-3 tahun selama satu hari sebanyak 1125 kkal, lemak 44 g, omega-6 7 g, omega-3  0,7 g, dan kalsium 650 mg. Kebutuhan energi, lemak, omega-6 dan omega-3 dapat dipenuhi dengan mengonsumsi susu dan makanan lainnya.

Satu gelas susu full cream (250 ml/4 sendok makan) mengandung ±180 kkal (16% kecukupan), lemak 6 g (14% kecukupan), kalsium 260 g (40% kecukupan), omega-3  0,1 g (14% kecukupan), dan omega-6 1 g (14% kecukupan).

MENGAPA HARUS SUSU PERTUMBUHAN?

Susu pertumbuhan merupakan salah satu minuman bergizi yang dapat membantu pertumbuhan anak, karena di dalamnya terkandung berbagai zat gizi yang diperlukan. Di antaranya, protein, kalsium, DHA, omega-3, omega-6, dan zink. Selain itu, susu pertumbuhan juga dilengkapi zat gizi untuk menjaga kesehatan fungsi saluran cerna seperti serat pangan inulin, vitamin A, C, E, selenium, dan bakteri baik yang umumnya tidak ada pada susu jenis lain.

Susu yang dibutuhkan si Kecil adalah susu yang sesuai dengan usianya, dan mengandung zat-zat gizi maupun non-gizi yang berperan dalam pertumbuhan dan menjaga kesehatan pencernaan seperti tersebut di atas. Namun, “Perlu diingat bahwa susu adalah pelengkap sehingga kebutuhan zat gizi tetap utamanya dipenuhi dari makanan,” ujar Qonita.

Agar susu pertumbuhan ini  dapat memaksimalkan pertumbuhan si Kecil, pemberian stimulasi oleh Bunda dan Ayah serta lingkungan sekitar sangat dibutuhkan. Berbagai studi membuktikan, stimulasi positif akan membantu perkembangan otak terutama dalam perkembangan kemampuan fisik, intelektual, dan emosional (Periode Kritis 1000 Hari Pertama Kehidupan dan Dampak Jangka Panjang terhadap Kesehatan dan Fungsinya, Achadi, 2014; CDC, 2016).

Bunda, yuk baca juga artikel tentang susu pertumbuhan di artikel "Cermati Kandungan Nutrisi Susu Pertumbuhan Si Kecil"