Stimulasi

Menari, Cara Asyik Tingkatkan Kecerdasan Kinestetik Si Kecil

06-09-2018

Menari, Cara Asyik Tingkatkan Kecerdasan Kinestetik Si Kecil

 

Ketika berumur 1 tahun, Kuina baru belajar berdiri. Kakinya belum mantap menopang tubuh. Dia masih sering berpegangan pada kursi atau meja dan merambat menelusurinya. Kuina belum berani melangkah sendiri menjauhi sandaran.

Tapi begitu mendengar alunan musik, hasratnya untuk bergerak mengikuti irama seperti tak terbendung lagi. Kuina berjoget sambil bersandar di tembok. Kakinya menekuk-nekuk, sehingga badannya bergerak naik turun. Sementara pergelangan tangannya diputar-putar seperti mengikuti tarian tradisional. Ketika terjatuh, dia tak lantas kapok. Malah duduk sambil menggoyangkan badannya ke kiri, kanan, depan, dan belakang.

Pada tahapan usia 1-3 tahun, si Kecil mulai mematangkan kemampuan psikis dan fisik yang siap merespon rangsangan dari lingkungan. Lagu bisa menjadi media untuk mendukung stimulasi agar si Kecil mau bergerak mengikuti irama. Bunda bisa mengajak si Kecil menari dengan menonton video musik anak di televisi, CD, atau DVD.

Baca juga: Rangsang Kemampuan Mendengar Si Kecil Lewat Kotak Musik

Saat si Kecil sudah mantap berdiri dan berjalan, Bunda bisa mengajaknya melakukan berbagai variasi gerakan yang lebih rumit. Pada satu kegiatan menari, si Kecil bisa melakukan melompat, berputar, menggerakkan lengan ke atas, ke samping, mengayunkan kaki, bertolak pinggang, dan berjalan maju mundur.

Kemudian si Kecil bisa mengekspresikan gerakan berdasarkan musik yang dimainkan. Ayunan tangan yang halus saat si Kecil mendengarkan lagu nan lembut, atau gerakan tegas ketika mendengarkan musik bertempo cepat. Dengan begitu, kecerdasan kinestetik si Kecil sudah mengalami peningkatan. Sebab dia bisa mengekspresikan ide, pemikiran, dan perasaan menggunakan gerak tubuhnya.

Mahasiswa pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Nana Widhianawati menjelaskan bagaimana pengaruh pembelajaran gerak dan lagu dalam meningkatkan kecerdasan musikal dan kinestetik pada anak usia dini. Dalam jurnalnya, Nana menyarankan Bunda memberikan perangsangan pada si Kecil melalui gerak dan lagu. Selain akan menyenangkan si Kecil, gerak dan lagu dapat menyentuh perkembangan bahasa, kepekaan akan irama musik, perkembangan motorik, rasa percaya diri, serta keberanian mengambil risiko.

DANCOW Lindungi Si Kecil dan Dukung Cinta Bunda agar Ia Berani Bereksplorasi #DANCOWLindungi

Baca juga: Pok Ame Ame, Sudahkah Mengajak Si Kecil Bernyanyi