Stimulasi

Manfaat Mengenalkan Seni Sejak Dini untuk Tumbuh Kembang Anak

29-11-2019

Manfaat Pendidikan Seni untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Setiap anak terlahir berbeda, dan karenanya memiliki bakat dan minat yang berbeda pula. Meski memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda, potensi Si Buah Hati dapat digali dan dikembangkan hingga optimal dengan dukungan Bunda. Jadi tidak perlu berkecil hati jika Si Buah Hati lebih menonjol di bidang seni, dibandingkan anak lain yang mungkin lebih mahir kemampuan berhitung atau berbahasa. Sebab bakat seni tidak hanya dapat berkembang menjadi keterampilan seni itu sendiri, tapi juga dapat membantu mengasah kecerdasan lain selama masa tumbuh kembang anak.

Peran Seni Sebagai Stimulasi untuk Si Buah Hati

Dalam seni ada kebebasan untuk memanipulasi berbagai bahan dengan cara organik dan tidak terstruktur yang memungkinkan terjadinya eksplorasi dan eksperimen. Manfaat stimulasi seni ini bersifat universal dan para peneliti telah mengidentifikasi beberapa manfaatnya ketika dimasukkan sebagai fitur pendidikan selama tahun-tahun awal perkembangan anak.

  1. Seni Musik

Musik dapat mempercepat perkembangan otak. Musik amat bermanfaat untuk membantu penguasaan bahasa dan keterampilan membaca anak. Belajar memainkan instrumen juga telah terbukti membantu meningkatkan pembelajaran matematika, meningkatkan memori, dan bahkan memberi hasil tes akademik yang lebih baik. Selain itu, seni musik dapat membantu melatih kemampuan motorik anak, misalnya dengan mengajaknya bergerak dan menari mengikuti irama musik.

 

Musik sebagai alat stimulasi amat cocok untuk tumbuh kembang anak berusia setahun yang mulai menggunakan kemampuan motorik dan berbahasanya. Bunda dapat memberikan mainan seperti piano mini sebagai hadiah untuk anak satu tahun. Ajak Si Buah Hati mengadakan konser mini dengan piano untuk mengenalkannya dengan musik.

 

  1. Seni Visual

Mengenalkan anak kepada seni visual, seperti menggambar, memahat dengan tanah liat dan menyusun manik-manik, membantu mengembangkan keterampilan visual-spasialnya.[5] Tak hanya itu, banyak gerakan yang terlibat dalam membuat seni visual, seperti memegang kuas cat atau menulis dengan krayon yang sangat penting untuk pertumbuhan keterampilan motorik halus pada anak-anak. Coba berikan Si Buah Hati selembar kertas kosong dan berbagai macam cat warna kemudian biarkan ia bereksplorasi.

 

  1. Seni Peran

Selain mendorong keterampilan motorik melalui gerakan, seni peran juga membantu anak-anak membangun kepercayaan diri mereka. Seni peran memberikan Si Buah Hati kebebasan mengekspresikan diri, bekerja sama, dan saling memberikan umpan balik yang membantunya dalam belajar tentang emosi dan perilaku positif. Untuk anak usia satu tahun, Bunda bisa mulai mengenalkan dasar seni peran dengan bercerita menggunakan hand shadow puppet sambil mengajaknya berpartisipasi dalam cerita.

 

Seni untuk Menanamkan Nilai Budaya pada Anak

Tak hanya sebagai stimulasi keterampilan fisik, kognitif, sosial, dan emosional Si Buah Hati saja, seni juga dapat dimanfaatkan untuk membantu memperkenalkan kearifan lokal atau nilai-nilai budaya pada mereka. Penanaman nilai-nilai budaya ini misalnya dilakukan melalui lagu-lagu anak tradisional, mulai dari proses mendengarkan dan mengapresiasi lagu, meniru lagu, mengekspresikan lagu, memahami makna dari lagu, hingga menerapkan nilai-nilai kearifan  lokal tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari Si Buah Hati.

 

Dukung Si Buah Hati dalam mengeksplorasi seni dengan memberikan makanan bergizi lengkap dan seimbang. Lengkapi juga asupan nutrisi Si Buah Hati dengan memberikan DANCOW Advanced Excelnutri+, susu pertumbuhan anak yang mengandung protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), Lactobacillus rhamnosus, serta serat pangan inulin. Dukung juga tumbuh kembang anak dengan stimulasi yang tepat sesuai usia, dan bantu kembangkan potensinya jadi Anak Unggul Indonesia melalui 5 permainan edukatif ini.