Ketika Bunda Membiarkan Si Kecil Bereksplorasi | DANCOW Parenting Center
Stimulasi

Ketika Bunda Membiarkan Si Kecil Bereksplorasi

04-09-2018

Ketika Bunda Membiarkan Si Kecil Bereksplorasi

“Saya termasuk ibu yang cukup paranoid kalau si Kecil bermain di tempat yang kerap dianggap sebagai sarang virus, bakteri, atau kuman," kata Febri, Bunda dari anak usia 3 tahun, dan sedang mengandung anak keduanya.

Misalnya, si Kecil bermain pasir di pantai, tempat bermain umum, dan sebagainya. Febri langsung was-was semua itu akan berdampak terhadap kesehatan si Kecil. Apalagi sebagai ibu bekerja, Febri terpaksa mengorbankan sejumlah hal dalam pekerjaannya jika si Kecil sakit. "Tapi di sisi lain, saya paham, bermain dengan tekstur, seperti pasir atau tanah, penting untuk melatih motorik anak,” aku Febri.

Dilema yang dihadapi Febri bukan hal yang jarang ditemui. Kebanyakan Bunda di area perkotaan, terutama yang kerap mendapat informasi dari berbagai media, akan berusaha menjauhkan anak dari segala hal yang bisa menimbulkan risiko terhadap kesehatan. Padahal ada kondisi-kondisi tertentu, saat anak bermain di lokasi seperti area pasir di pantai, memiliki manfaat untuk perkembangan pengetahuan anak.

Apalagi anak-anak di usia tiga tahun umumnya mulai ingin mengeksplorasi banyak hal. Kala itu, rasa ingin tahunya sedang membuncah. Kebanyakan di antara mereka suka bermain bongkar-pasang, menjalin pertemanan, bereksplorasi di mana pun, dan mencoba banyak hal baru. Akan sangat disayangkan bila si Kecil kehilangan kesempatan untuk belajar dan berteman karena terbatas rasa takut akan masalah kesehatan. Padahal kekhawatiran Bunda itu bisa diantisipasi dengan perlindungan atau pengawasan tepat terhadap si Kecil.

Menurut Dr Soedjatmiko dalam artikel berjudul Pentingnya Stimulasi Bermain untuk Merangsang Kecerdasan Multipel yang dipublikasikan di situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sel-sel otak anak terbentuk sejak dalam kandungan, sekitar usia 3-4 bulan dalam kandungan hingga usia 3 tahun. Kualitas perkembangannya tergantung stimulasi yang dilakukan oleh lingkungan. Semakin bervariasi stimulasinya, makin baik untuk perkembangan otak anak.

Oleh karena itu, Bunda harus selalu merangsang semua sistem indera si Kecil. Mulai dari pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, dan pengecapan. Juga menstimulasi gerak kasar dan halus kaki, tangan serta jari-jari, mengajak berkomunikasi, merangsang perasaan dan pikiran si Kecil dengan suasana bermain dan kasih sayang.

Salah satu dari delapan kecerdasan multipel adalah kecerdasan naturalis. Merangsang kecerdasan naturalis bisa Bunda lakukan dengan mengajak si Kecil menanam biji-bijian hingga tumbuh, memelihara tanaman dalam pot, memelihara binatang, berkebun, wisata di hutan, gunung, sungai, pantai, mengamati langit, awan, bulan, bintang, dan sebagainya. Artinya, Si Kecil harus memperoleh kesempatan mengenal hal-hal terkait alam, yang mediumnya kebanyakan kerap dinilai tidak higienis.

Menurut Dr Soedjatmiko, kreativitas anak akan berkembang jika orangtua selalu bersikap otoritatif atau demokratik. Yaitu mendengarkan dan menghargai pendapat si Kecil, serta mendorongnya berani mengungkapkan pikiran serta perasaannya. Keluarga, lanjut Dr Soedjatmiko, harus merangsang anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian di sekeliling, yang mereka dengar, lihat, rasakan atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami pentingnya stimulasi kecerdasan, bereksplorasi, dan mengenali banyak hal, Febri sempat mencoba menguatkan diri dan mengambil jalan tengah terbaik yang bisa dipilih. Meski khawatir, ia berpendapat bila si Kecil juga perlu mengeksplorasi dirinya dengan bermain di tempat yang edukatif dan membuatnya senang. "Saya lihat dia enjoy belajar dan mengeksplorasi hal baru, yang artinya merangsang keingintahuannya," kata Febri. "Saya rasa itu penting."

Febri sendiri mencoba melakukan antisipasi dengan memastikan si Kecil sudah mendapat asupan cukup, seperti tidak melewati jam makan atau minum susu, memberlakukan pengawasan esktra agar anak tidak melakukan hal yang berbahaya, mencuci tangan dan mandi dengan bersih, serta minum vitamin jika perlu. "Karena sebenarnya, di tempat-tempat yang tak terlalu higienis, seperti pasir di pantai, asal antisipatif dan diawasi, bisa jadi sarana belajar yang baik untuk si Kecil,” ujarnya.

DANCOW Lindungi Si Kecil dan Dukung Cinta Bunda agar Ia Berani Bereksplorasi #DANCOWLindungi