Nutrisi

Kecukupan Nutrisi, Fondasi Bagi Tumbuh Kembang Fisik dan Otak Si Kecil

11-11-2020

Kecukupan Nutrisi, Fondasi Bagi Tumbuh Kembang Fisik dan Otak Si Kecil

Ibarat rumah kokoh yang berdiri di atas fondasi kuat, pertumbuhan dan perkembangan si Kecil pun akan optimal jika fisiknya memiliki fondasi perlindungan yang baik.

Bagaimana nutrisi dapat berperan sebagai fondasi perlindungan bagi si Kecil? “Awalnya, nutrisi yang terkandung dalam asupan makanan si Kecil diserap untuk kemudian diangkut oleh darah menuju sel-sel tubuh yang jumlahnya miliaran. Sel-sel ini saling berkumpul menurut jenisnya sebagai suatu jaringan. Jaringan-jaringan yang ada kemudian membentuk organ, termasuk organ-organ vital seperti otak, jantung, hati, dan pencernaan,” ungkap pakar gizi Rita Ramayulis DCN, M.Kes., dari Poltekkes 2 Jakarta.

Nah, agar organ-organ tubuh berfungsi optimal, maka jaringan-jaringannya haruslah dalam keadaan baik. Itu berarti, sel-sel yang membangun jaringan harus mendapat asupan nutrisi yang tepat. Penyerapan nutrisi akan optimal jika organ pencernaan juga bekerja dengan optimal. Optimalisasi ini akan terjadi jika  usus si Kecil secara dominan dihuni oleh koloni bakteri baik, seperti Lactobacillus rhamnosus untuk menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit. Hasil penelitian  Department of Clinical Nutrition, University of Kuopio Finlandia pada 2006 yang dimuat jurnal Study of Applied Microbiology menyebutkan, Lactobacillus rhamnosus dapat menurunkan efek kerusakan sel-sel atau organ jaringan hati yang berperan sebagai organ pencernaan dalam produksi asam empedu untuk metabolisme lemak.   

Tidak hanya itu, masih dalam jurnal yang sama dikatakan,  Lactobacillus rhamnosus juga terbukti dapat menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan. Hal ini berlangsung karena bakteri tersebut ikut mengaktivasi sel Natural Killer (NK) di paru-paru. Sel NK kemudian akan membuang sel yang terinfeksi dan memusnahkan mikroba intraseluler (di dalam sel). Pada saluran cerna, bakteri ini dapat menurunkan risiko infeksi saluran cerna dengan cara meningkatkan jumlah sel T, yaitu sekumpulan sel darah putih yang berperan pada sistem kekebalan. Sel T bekerja dengan membedakan bakteri penyebab penyakit sekaligus mengaktifkan sel Natural Killer (NK).

Periode Emas Si Kecil

Dengan organ-organ tubuh yang berfungsi optimal, maka fondasi bagi tumbuh kembang fisik dan otak si Kecil juga menjadi optimal. Untuk memastikannya, pantaulah pertambahan berat badan dan tinggi badan si Kecil dari waktu ke waktu. Pertambahan ini harus sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya. Selain itu, jangan lewatkan pengukuran lingkar kepala untuk memastikan terjadi pertambahan volume otak si Kecil.  “Otak telah terbentuk sejak usia kehamilan 8 minggu dan mengalami tumbuh kembang pesat di periode emasnya. Saat usianya 2 tahun, pertumbuhan otaknya telah mencapai 80% dari berat otak dewasa. Setelah melewati usia 2 tahun pun, pertumbuhan otak si Kecil masih berjalan cukup cepat),” tutur Rita yang juga dosen di Poltekkes Jakarta 2 ini. 

Peran nutrisi yang begitu besar di periode emas (masa dalam kandungan hingga 2 tahun) juga memungkinkan si Kecil memiliki daya tahan tubuh yang baik. Dengan begitu, kegiatan eksplorasinya dapat dilakukan maksimal tanpa Bunda perlu khawatir si Kecil akan diterpa penyakit.

Pentingnya peran nutrisi dalam tumbuh kembang anak, oleh para ahli nutrisi sedunia kemudian dicanangkan menjadi program untuk periode emas sebagai awal kehidupan si Kecil. Tujuannya agar generasi masa depan memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Selain untuk perlindungan, asupan gizi nutrisi di periode emas ini juga sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan otak. Jumlah sel-sel otak dan sambungan-sambungan yang menghubungkan sel-sel tersebut sangat menentukan tingkat kecerdasan seorang anak. Namun, sambungan-sambungan antar sel otak hanya bisa terbentuk jika si Kecil mendapatkan stimulasi yang pas, di antaranya stimulasi dari kegiatan bereksplorasi. “Ingat peran lingkungan, di antaranya  berupa stimulasi dan nutrisi, kontribusinya mencapai 70 persen,” ungkap Rita.

Nutrisi dan eksplorasi karenanya sangat menentukan perkembangan fungsi memori, konsentrasi, pengambilan keputusan, tingkat intelektual, dan  stablilitas emosi si Kecil. Kekurangan salah satu nutrisi nutrisi saja, dalam waktu lama, bisa berdampak pada kondisi fisik dan psikisnya. “Jika sudah parah, kekurangan nutrisi pada masa emas bahkan bisa menyebabkan kelainan atau gangguan yang  bersifat permanen,” tandas  Rita.

Gambaran Kecukupan Nutrisi Anak

Bagaimana cara mencukupi kebutuhan nutrisi nutrisi anak sehari-hari? “Prinsipnya, berikan menu makanan bernutrisi seimbang, yaitu mengandung semua zat gizi makro dan mikro. Makro berarti dibutuhkan dalam jumlah yang besar, yaitu energi (karbohidrat), protein, dan lemak.  Sedangkan mikro berarti dibutuhkan dalam jumlah kecil, yaitu vitamin dan mineral,” ungkap Rita. 

 

Karbohidrat terdiri atas karbohidrat sederhana, misalnya, gula dan karbohidrat kompleks misalnya beras, jagung, kentang, tepung beras, havermut. Setiap gram karbohidrat memberikan energi sebanyak 4 kilokalori (Kkal). Jumlah karbohidrat yang dianjurkan dalam sehari adalah 50-60% dari energi total. Untuk mudahnya, dalam piring jam  makanan utama,  porsi karbohidratnya cukup sebesar kepalan tangan si Kecil. Kelebihan karbohidrat dapat menyebabkan kegemukan, bahkan sampai obesitas.

 

Protein juga memiliki fungsi sebagai sumber energi. NamunPada, dalam masa tumbuh kembang, protein lebih berperan sebagai bahan pembentuk sel dan jaringan baru. Protein didapat dari makanan hewani seperti susu, olahan susu, daging merah, unggas, ikan, dan telur.  Protein juga terdapat dalam sumber makanan nabati, seperti kacang-kacangan (misalnya (kacang tanah, kacang hijau, kacang almond, klacang merah, kacang polong, kacang koro, kedelai, olahan kedelai) dan serealia. Angka kecukupan protein yang dianjurkan adalah 10-15% dari total energi per hari.

Zat gizi makro lainnya, yaitu lemak merupakan salah satu  sumber energi dan sumber asam lemak esensial yang dapat membantu pembentukan sel-sel otak, serta sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. Namun, jumlah asupan lemak sebaiknya dibatasi. Kandungan lemak terdapat pada makanan hewani seperti daging merah, ikan laut dalam, telur, dan susu; maupun makanan nabati, yaitu kacang-kacangan.

 

Adapun fungsi zat gizi mikro vitamin dan mineral adalah memelihara dan mengatur aktivitas metabolisme tubuh. Metabolisme adalah proses mengubah sari-sari makanan menjadi energi bagi tubuh. Berbagai penelitian ilmiah membuktikan, vitamin dan mineral juga berfungsi melindungi sel-sel tubuh, terutama sel-sel otak, dari berbagai penyebab kerusakan yang akan menurunkan fungsi-fungsinya. Umumnya, vitamin dan mineral paling banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Berdasarkan prinsip nutrisi seimbang terbaru yang dikeluarkan Departemen Kesehatan, terdapat visualisasi “Piring Makanku” untuk panduan sekali makan. Dalam panduan itu, porsi buah dan sayur kurang lebih mencapai jumlahnya adalah setengah bagian piring.

 

Demikianlah penjelasan mengenai peran nutrisi sebagai fondasi bagi perlindungan tubuh serta proses tumbuh kembang si Kecil. Dengan mencukupi kebutuhan nutrisinya, ditambah eksplorasi dan cinta Bunda, maka si Kecil dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

 

Bunda, yuk baca juga artikel tentang tumbuh kembang anak lainnya di artikel  "4 Nutrisi Penting pada Masa Emas Tumbuh Kembang Si Kecil"