Parenting

Kamus Bahasa untuk si Kecil

05-09-2018

Kamus Bahasa untuk si Kecil

Bunda, kini si Kecil sudah mulai bisa berbicara dengan jelas. Menginjak usianya yang pertama, suara cerewetnya akan semakin sering terderang. Ia akan memanggil 'Ayah dan Bunda' dan kata-kata hingga benda-benda yang mereka lihat dengan suara nyaring.

Inilah saat yang tepat bagi si Kecil untuk belajar merangkai kata menjadi kalimat utuh. Karena pada usianya yang pertama, kebanyakan anak-anak mulai menghubungkan kata-kata untuk memiliki makna. Mereka mulai memahami nama-nama objek, seperti: bagian tubuh, nama manusia, warna, dan hewan. Dalam tahap ini, si Kecil dapat menyederhanakan dengan tiga asumsi dasar:

1. Label atau kata yang mengacu pada seluruh objek, bukan bagian atau kualitas. Contoh: Flopsy adalah mainan tercinta si Kecil, bukan kepala atau warna.

2. Label atau kata yang merujuk kepada kelas atau hal dibandingkan masing-masing item. Contoh: Doggie adalah kata untuk semua hewan berkaki empat.

3. Apapun yang memiliki nama hanya dapat memiliki satu nama. Contoh: Ayah, Bunda, bukan orang atau Budi.

Saat si Kecil berusia 18 bulan, mereka akan menambah kata-kata baru setiap dua jam. Dan pada usia 2 tahun, sebagian besar si Kecil akan memiliki 1 hingga 2.000 kata dan mulai menggabungkan dua kata sekaligus untuk membentuk sebuah kalimat sederhana, seperti: “Aku lapar.” Dan seiring dengan bertambahnya usia si Kecil, mereka akan semakin pintar dalam merangkai kata untuk berbicara dengan Bunda.

Untuk mengembangkan keterampilan bahasa si Kecil, Bunda dapat memberikan kosa kata baru. Tentunya dengan bahasa dan kata yang baik. Bisa juga membacakan buku cerita bergambar atau bernyanyi sehingga si Kecil bisa menirukan nyanyian dan cerita Bunda. Yuk simak tips singkat yang bisa Bunda lakukan untuk melatih dan menambah kosa kata untuk si Kecil:

1. Rajin Berbicara dan Berkomunikasi Dengan si Kecil

Bunda, komunikasi adalah hal yang sangat penting untuk menjalin ikatan dengan si Kecil. Selain itu, komunikasi bisa jadi proses belajar bagi si Kecil untuk melatih berbicara dan paham akan arti kosa kata. Komunikasi dengan si Kecil dimulai saat masih bayi, kapan pun dan di mana pun.

Kenalkanlah semua benda yang Bunda dan si Kecil temui. Ceritakan hal-hal menarik dengan gaya dan bahasa yang baik kepada si Kecil. Karena ini akan menjadi bekal bagi perkembangan bicara dan bahasanya ketika mereka menginjak usia satu tahun ke atas, di mana si Kecil sudah mulai terstimulasi untuk berbicara dengan Bunda dan orang terdekat lainnya.

2. Membacakan Buku Cerita

Seperti yang dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, pada usia 1,5–2 tahun, si Kecil mulai gemar mendengarkan cerita. Membacakan buku cerita adalah salah satu cara terbaik untuk Bunda membantu si Kecil dalam menambah kosa kata. Biasanya buku cerita bergambar akan menarik perhatian si Kecil, ketika mereka melihat dan menunjuk gambar Bunda bisa menjelaskan nama benda yang ditunjuk. Selain itu, si Kecil juga akan belajar membaca dan mengulangi cerita Bunda.

3. Menonton Video Cerita Anak

Sama halnya dengan membaca, menonton video anak yang sesuai dengan usia si Kecil, juga membantu dalam menambah kamus bahasa. Tentunya ketika si Kecil sedang menonton acara anak, Bunda harus tetap mengawasi mereka. Sehingga Bunda bisa memfilter video yang boleh mereka lihat dan tidak. Selain itu, Bunda juga bisa memberitahu benda yang sedang ada dalam tayangan tersebut.

4. Bernyanyi

Menyanyi juga menjadi salah satu cara untuk menambah kamus bahasa si Kecil. Bunda bisa merangkai lagu dengan benda-benda yang ada disekitar rumah dan mengajak si Kecil untuk menyanyi bersama. Selain itu, dengan bernyanyi Bunda juga bisa menyisipkan pesan-pesan baik untuk diajarkan pada si Kecil.

Jadi, sudah siapkah Bunda untuk bermain dan belajar bersama si Kecil? Bunda juga boleh untuk berimprovisasi, karena bisa membantu si Kecil semakin kreatif.

DANCOW Lindungi Si Kecil dan Dukung Cinta Bunda agar Ia Berani Bereksplorasi #DANCOWLindungi.