Inilah Peranan Bakteri Baik yang Menguntungkan untuk Tubuh Si Kecil | DANCOW Parenting Center
Nutrisi

Inilah Peranan Bakteri Baik yang Menguntungkan untuk Tubuh Si Kecil

09-05-2018

Inilah Peranan Bakteri Baik yang Menguntungkan untuk Tubuh Si Kecil

Bunda, pasti sudah sering kan mendengar kata bakteri? Dalam benak kita, bakteri cenderung dipersepsikan negatif sebagai sesuatu yang berbahaya, penyebab berbagai penyakit atau infeksi. Padahal tahukah Bunda? Ternyata tidak semua bakteri itu jahat lho! Ada pula bakteri yang menguntungkan dan justru berperan penting untuk melindungi kesehatan tubuh. Nah, dari mana sih bakteri baik didapat? Apakah benar, tubuh kita penuh dengan bakteri baik? Bila jawabannya ya, apakah dampaknya bagi tubuh kita? Yuk kita pelajari bersama dalam ulasan peranan bakteri yang menguntungkan dan merugikan berikut ini.

bakteri baik

Bakteri baik sendiri sering disebut dengan istilah probiotik. Percaya tidak Bunda? Tubuh kita ini dihuni oleh bakteri baik (probiotik) yang jumlahnya sepuluh kali lebih banyak dibandingkan jumlah sel tubuh lho! Di mana sih bakteri baik ini berada? Ternyata ia ada di dalam mulut, kulit, organ reproduksi, dan jumlah terbesar ada di saluran cerna. Bakteri baik ini telah ada sejak awal kehidupan Bunda dan akan selalu ada selama kehidupan kita.

Sampai saat ini, telah banyak studi ilmiah para ilmuan yang telah berhasil membuktikan peran penting bakteri baik untuk mencegah dan mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk yang terjadi pada anak-anak. Diantaranya adalah infeksi usus besar (kolitis), penyakit Crohn, irritable bowel syndrome, obesitas, diabetes, dan bahkan kanker usus besar.

Disamping itu, para ilmuwan juga berhasil membuktikan bahwa probiotik telah memberi pengaruh terhadap kesehatan si Kecil sejak usia bayi. Di awal kehidupannya, si Kecil mendapatkan asupan bakteri baik melalui persalinan normal dan pemberian ASI. Keduanya memberi manfaat terhadap sistem kekebalan tubuh si Kecil, sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit kronis saat usianya dewasa.

Bunda, kendati tubuh kita dihuni oleh bakteri baik, di dalamnya terdapat pula bakteri jahat. Bakteri jahat biasanya menyerang saluran cerna dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti infeksi saluran cerna, polip pra-kanker, dan kanker usus besar. Kondisi ini dapat terjadi karena tidak seimbangnya jumlah bakteri baik dan bakteri jahat yang terdapat di saluran cerna. Akibatnya, bakteri jahat tumbuh lebih cepat dan lebih banyak dibandingkan bakteri baik.

Oleh karena itu, agar si Kecil tetap sehat terlindungi, dibutuhkan cara untuk membatasi pertumbuhan bakteri jahat dan sebaliknya memicu pertumbuhan bakteri baik, sehingga bakteri menguntungkan tersebut dapat tetap hidup dan menang melawan bakteri jahat.  Lalu, bagaimana nih caranya? Caranya adalah memberikan asupan bakteri baik (probiotik) untuk tubuh si Kecil.

Bunda, baca juga artikel ini: Manfaat Bakteri Baik Bagi Kesehatan Tubuh Si Kecil

Selain diperoleh secara alamiah dari lingkungan, probiotik juga dapat ditemukan dalam makanan dan minuman, umumnya dalam produk susu dan suplemen. Bunda perlu untuk memperhatikan jenis dan jumlah kandungan probiotiknya ya, termasuk berapa lama probiotik itu disimpan dalam makanan atau minuman, serta klaim kesehatan yang harus dapat dibuktikan secara klinis.

Menurut FAO dan WHO (2001), probiotik adalah mikroorganisme hidup yang apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dapat memberi manfaat kesehatan bagi tubuh. Probiotik ini dimasukkan dalam kategori bahan makanan yang dapat memperbaiki kualitas gizi pangan lho Bunda, terutama yang termasuk dalam jenis Lactobacillus (L. acidophilus, L. casei, L. fermentum, L. gasseri, L. johnsonii, L. lactis, L. paracasei, L. plantarum, L. reuteri, L. rhamnosus, L. salivarius) dan Bifidobacterium (B. bifidum, B. breve, B. lactis dan B. longum). DANCOW EXCELNUTRI+ sendiri mengandung L.rhamnosus dan B.longum.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, selain jenis probiotiknya, jumlah atau dosis juga tidak kalah penting untuk Bunda perhatikan. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Pangan Fungsional, belum ada konsensus internasional mengenai dosis probiotik, namun dosis minimum yang dianjurkan adalah 106– 109 CFU/hari. CFU adalah standard satuan yang digunakan untuk menyatakan jumlah bakteri (cfu = colony forming units).