Cara Optimalkan Daya Tahan Tubuh si Kecil | DANCOW Parenting Center
Parenting

Cara Optimalkan Daya Tahan Tubuh si Kecil

10-09-2018

Cara Optimalkan Daya Tahan Tubuh si Kecil

 

Daya tahan tubuh merupakan sistem pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri penyebab penyakit atau bakteri patogen. Namun, ternyata di dalam tubuh manusia sendiri tersebar triliunan bakteri atau mikrobiota, yaitu di kulit, selaput lendir, dan terbanyak ditemukan di saluran cerna bagian bawah yang dapat mempengaruhi sistem pertahanan ini. Saluran cerna merupakan tempat utama terjadinya interaksi antara tubuh manusia dengan mikrobiota tersebut, sehingga menyebabkan terjadinya kolonisasi. Kolonisasi bakteri dalam saluran cerna tersebut mempengaruhi perkembangan dan fungsi daya tahan tubuh.

Saluran cerna kaya akan jaringan limfoid yang merupakan sistem pertahanan untuk perlindungan tubuh. Bakteri usus dikenal memiliki peran penting dalam perkembangan organisasi struktur dan fungsi sel sistem pertahanan tubuh. Bersama dengan enzim pencernaan, lendir, gerakan peristaltik dari usus, tahanan/hubungan antar epitel yang rapat, maka bakteri baik yang dikenal sebagai probiotik ini juga dikenal sebagai komponen dari sistem pertahanan selaput lendir yang mampu berkomunikasi dengan komponen daya tahan tubuh dari selaput lendir tersebut. Dengan demikian, probiotik sangat memengaruhi perkembangan sistem pertahanan selaput lendir saluran cerna dan sangat penting dalam perlindungan tubuh terhadap masuknya bakteri patogen melalui stimulasi sistem pertahanan tubuh.

Sampai saat ini dikenal dua jenis probiotik, yaitu Lactobacillus dan Bifidobacterium. Dengan adanya probiotik tersebut maka diharapkan si Kecil dapat terhindar dari berbagai masalah kesehatan baik secara umum (infeksi/peradangan seperti infeksi saluran pernafasan (batuk-pilek), alergi, asma dan lainnya), maupun secara lokal terkait gangguan fungsi saluran cerna, seperti diare, konstipasi, dan lainnya. Selain itu, saluran cerna yang sehat dapat memastikan fungsi penyerapan zat gizi dari saluran cerna dapat berlangsung dengan baik sehingga si Kecil dapat membantu terhindar dari masalah kekurangan zat gizi.

Ketersediaan probiotik bergantung dari berbagai faktor yang berlangsung secara alamiah, yaitu usia kehamilan saat bayi lahir, cara persalinan (melalui vagina atau operasi sesar), pemberian ASI atau susu formula, dan penggunaan antibiotika. Usia kehamilan kurang dari 37 minggu (prematur) menyebabkan terjadinya peningkatan perpindahan/translokasi bakteri, peradangan dan stres oksidatif. Cara persalinan melalui vagina akan meningkatkan probiotik, demikian juga dengan pemberian ASI eksklusif. Sementara pemberian antibiotika akan memperlambat kolonisasi mikrobiota.  Selain itu, adanya prebiotik, yaitu kandungan makanan yang tidak dapat dicerna, seperti serat pangan inulin sangat bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan dan/atau aktivitas biologis probiotik di usus besar.

Selain mendapatkan probiotik secara alamiah, si Kecil perlu mempertahankan koloni probiotik di dalam saluran cernanya dengan salah satu caranya adalah senantiasa mengonsumsi probiotik dan prebiotik dari makanannya sehari-hari. Sumber probiotik dan prebiotik dari makanan dapat diperoleh dari susu dan produk susu yang diperkaya dengan probiotik, yang dapat diketahui dari komposisi dan informasi nilai gizi di kemasan produk tersebut. Sementara sumber prebiotik dapat diperoleh dari berbagai makanan sumber serat, seperti sayur dan buah.

Dengan daya tahan tubuh yang optimal, si Kecil bisa aktif bereksplorasi dan mendapatkan stimulasi sesuai tahapan usianya dan tumbuh dengan optimal.

 

Artikel ini ditulis oleh: Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc.