Nutrisi

Bunda Wajib Tahu, Ini Ciri-Ciri Si Buah Hati Kurang Gizi

08-10-2019

Asupan Zat Gizi pada Bayi dan Balita Sangat Penting untuk Mencegah Anak Kurang Gizi

Bunda, tinggi dan berat badan bukanlah satu-satunya indikator anak cukup gizi. Anak disebut cukup gizi jika ia tumbuh dan berkembang dengan optimal tanpa gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang disebabkan oleh pemberian gizi yang kurang. Apa saja upaya yang dapat Bunda lakukan agar Si Buah Hati terhindar dari risiko anak kurang gizi?

Dalam laman WHO disebutkan bahwa malnutrisi atau kurang gizi adalah bentuk dari ketidakcukupan gizi (bisa berupa wasting, stunting, underweight), ketidakcukupan vitamin atau mineral, kelebihan berat badan, obesitas, dan penyakit-penyakit tidak menular yang berhubungan dengan pola makan.

Disebutkan pula ada 52 juta anak di bawah usia 5 tahun yang kurus, 17 juta anak sangat kurus, dan 155 juta anak mengalami stunting, sementara 41 juta anak lainnya kelebihan berat badan atau obesitas.

Ciri-ciri Anak Kurang Gizi

Lalu, apa ciri-ciri Si Buah Hati kurang gizi?

Yang pasti, Bunda harus waspada ketika Si Buah Hati menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi seperti:

  1. merasa lelah sepanjang waktu
  2. merasa lebih lemah
  3. sering sakit dan butuh waktu lama untuk sembuh
  4. memiliki luka yang lama sembuh
  5. memiliki konsentrasi yang buruk
  6. sering merasa kedinginan
  7. tampak murung atau mengalami depresi
     

Bunda harus segera membawa Si Buah Hati berkonsultasi ke dokter jika tanda-tanda anak kurang gizi di atas diikuti dengan gejala berikut:

1. Si Buah Hati tidak tumbuh pada tingkat yang diharapkan, atau berat badannya tidak bertambah seperti yang diharapkan.

2. Si Buah Hati mengalami perubahan perilaku, seperti mudah tersinggung, lamban, atau gelisah.

3. Si Buah Hati mengalami tingkat energi yang rendah dan mudah merasa lelah daripada anak-anak lainnya.

Untuk mengantisipasi masalah kurang gizi pada Si Buah Hati, Bunda harus tahu penyebab kurang gizi, diantaranya anak kurang nafsu makan, kurangnya ketersediaan makanan, dan gangguan pada proses pencernaan.

Pencegahan kurang gizi dimulai dengan pemberian ASI eksklusif sejak bayi lahir. ASI diketahui memberi banyak manfaat kesehatan bagi Ibu dan Si Buah Hati, karena ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkannya dalam enam bulan pertama kehidupan.

Usai masa ASI eksklusif, pemenuhan gizi Si Buah Hati bergantung pada asupan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Seperti yang Bunda tahu, asupan zat gizi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan mencegah risiko kurang gizi. Itu sebabnya, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, yang dilanjutkan dengan pemberian MPASI bergizi dan ASI sampai usia 2 tahun, berkontribusi besar pada pencegahan kurang gizi. 

Gizi yang baik pada ASI dan MPASI akan memberikan perlindungan kesehatan pada Si Buah Hati, sehingga mereka terhindar dari beragam penyakit infeksi yang menyerang saluran pencernaan, pernapasan, dan daya tahan tubuhnya. Ketiga masalah kesehatan ini sangat berisiko menyebabkan pemenuhan gizi Si Buah Hati menjadi terganggu karena penyerapan zat gizi yang tak optimal.

Para pakar kesehatan pun mendorong perlindungan menyeluruh pada Si Buah Hati di 1000 hari pertama kehidupannya, yaitu sejak awal kehamilan sampai Si Buah Hati berusia 2 tahun. Inilah periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk stunting.

Pastikan Bunda terus memantau pertumbuhan dan perkembangan Si Buah Hati secara berkala dengan cara berikut:

  1. Memberikan Makanan yang Dapat Membantu Melindungi Daya Tahan Tubuh

Daya tahan tubuh adalah kunci Si Buah Hati terhindar dari berbagai penyakit infeksi yang dapat mengganggu proses penyerapan zat gizinya. Pastikan Bunda memberinya makanan dengan gizi seimbang yang dapat membantu melindungi daya tahan tubuh Si Buah Hati, yaitu makanan yang mengandung vitamin A, C, E, D, zink, serta bakteri baik untuk melindungi kesehatan pencernaannya.

  1. Melakukan Imunisasi Secara Teratur

Imunisasi akan mencegah Si Buah Hati terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Pastikan Bunda berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis imunisasi yang diperlukan oleh Si Buah Hati sesuai dengan usianya.

  1. Kunjungan Secara Teratur ke Dokter

Hal ini diperlukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan Si Buah Hati, yaitu setiap bulan ketika Si Buah Hati berusia 0-12 bulan, setiap 3 bulan ketika usia 1-3 tahun, dan setiap 6 bulan ketika berusia 3-6 tahun.

  1. Pemenuhan Gizi Lengkap dan Seimbang

Pastikan Bunda memberi Si Buah Hati gizi lengkap dan seimbang sesuai dengan piramida makanan dan ditambah susu sebagai pelengkap. Simak rekomendasi menunya dari Prof. Dr. dr.Saptawati Bardosono, M.Sc. di Piring Nutrisi.

Bunda bisa bantu lengkapi asupan gizi Si Buah Hati dengan memberikan DANCOW Advanced Excelnutri+, susu pertumbuhan anak yang mengandung protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), dan Lactobacillus rhamnosus, serta serat pangan inulin.

Asupan nutirisi yang tercukupi juga penting untuk memberikan perlindungan terhadap kesehatannya, sehingga ia bisa bebas bereksplorasi.