Parenting

Bunda, Ini 5 Cara Mengendalikan Emosi pada Si Kecil

29-05-2019

Pola asuh anak yang sesuai mempengaruhi kecerdasan anak balita

Jadi orangtua perlu sumbu sabar yang panjang.

Kalimat ini tentu sudah sering Bunda dengar bukan?

Saat resmi jadi orangtua, Bunda memang perlu belajar pola asuh anak dan bagaimana cara kontrol emosi pada anak yang efektif. Apalagi jika mengingat bahwa memarahi anak, berteriak, mengeluarkan kata kasar, terlebih jika Bunda menggunakan kekerasan fisik. Cara-cara ini  tidak akan pernah bisa berdampak positif pada anak.

Tentu Bunda tidak ingin Si Kecil hanya patuh sesaat saja bukan? Karena memberikan respon yang salah pada Si Kecil justru berisiko membuatnya meniru apa yang Bunda lakukan. Mengetahui bagaimana cara mengontrol emosi pada anak, justru menjadi hal penting yang perlu Bunda pelajari.

Setidaknya ada 5 cara pola asuh anak serta kontrol emosi pada anak yang efektif yang bisa Bunda coba terapkan. Apa saja?

1. Tanya pada diri sendiri, apakah memang perlu Bunda marah pada Si Kecil ?

Marah merupakan luapan emosi yang yang sangat wajar dan manusiawi. Namun, ketika perilaku Si Kecil yang memancing emosi, coba perhatikan lebih dahulu apakah memang menghadapi perilakunya harus dengan marah?

Salah satu hal yang perlu Bunda ingat, anak-anak usia balita memang sedang masanya sedang ingin bereksplorasi sehingga Si Kecil ingin mengetahui segala macam. Untuk itu, jangan sampai memberikan respon yang salah karena bisa saja keinginannya untuk belajar jadi terhambat lantaran ia takut Bunda marah.

2. Cari tahu apa yang membuat Si Kecil kesal atau marah

Sebelum membentak, coba perhatikan apa yang sebabkan Si Kecil berperilaku menjengkelkan. Penting bagi Bunda untuk bisa belajar memahami apa yang dirasakan anak untuk menerapkan pola asuh anak yang tepat. Cobalah memikirkan dari sudut pandang Si Kecil. Tidak jarang perilakunya terlihat menyebalkan sebenarnya merupakan wujud protes kepada Bunda.

Sayangnya mereka memang belum memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dengan baik. Dengan mencoba memahami keinginan Si Kecil, harapannya bisa membantu Bunda untuk menentukan langkah selanjutnya dan mendapatkan solusi terbaik

3. Time out!

Masih emosi yang ingin marah? Jika, ya, tidak ada salahnya jika Bunda memilih untuk time out. Salah satu cara efektif yang bisa Bunda lakukan untuk meredam emosi adalah memiliki waktu untuk menenangkan diri sebentar saja. Saat emosi 'meledak' jangan memaksakan diri untuk menghadapi Si Kecil.

Terlebih jika sebelumnya Bunda sudah mencoba menenangkan diri dengan menarik napas panjang, dan mengembuskan perlahan-lahan namun tetap tidak berhasil. Jika perlu minta bantuan pasangan atau anggota keluarga untuk mengawasi Si Kecil lebih dahulu, sementara Bunda menenangkan diri.

4. Negosiasi

Jika Si Kecil sudah bisa diajak diskusi, tidak ada salahnya jika Bunda mengajaknya negosiasi lebih dulu. Sebagai contoh, jika ia masih ingin bermain, sementara sudah waktunya tidur, Bunda juga bisa bertanya lebih dulu, "Kakak mau main berapa lama lagi? 5 menit lagi cukup, ya? Setelah itu kakak tidur".

5. Turunkan ekspektasi

Sadarkah Bunda bahwa Si Kecil masih memiliki banyak keterbatasan? Untuk itu, tidak ada salahnya jika Bunda menurunkan ekspektasi lebih dulu. Artinya, Bunda tidak perlu terlalu banyak berharap.

Sebagai contoh, jika usia Si Kecil masih 3 tahun, ada baiknya Bunda tidak berharap ia mampu membereskan mainannya seorang diri. Dengan memiliki harapan yang wajar, akan membantu Bunda untuk menekan emosi yang berlebih.

Percayalah, bahwa saat Bunda tidak bisa mengendalikan emosi akan memengaruhi pola asuh anak dan perkembangan Si Kecil di kemudian hari. Bukan tidak mungkin, jika Bunda tidak bisa mengontrol emosi, akan membuatnya tidak nyaman, timbul rasa takut, hingga akhirnya Si Kecil akan menjaga jarak pada Bunda.

Biarkan Si Kecil bereksplorasi, tetapi dengan terus mendukung aktivitas dan selalu mendampingi di berbagai situasi. Untuk memastikan Si Kecil tetap terlindungi, penuhi nutrisinya dengan DANCOW Advanced Excelnutri+ 1+ merupakan susu pertumbuhan untuk anak usia 1 tahun ke atas, yang mengandung protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), Lactobacillus rhamnosus, serta serat pangan inulin, untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi Si Kecil.

 

Pertanyaannya, apakah Bunda ingin hal ini terjadi?