Nutrisi

Bolehkah Menambahkan Gula pada Susu Si Buah Hati?

10-09-2019

Menambah Gula pada Susu Pertumbuhan Anak.

Rasa manis biasanya cenderung disukai oleh Si Buah Hati, termasuk saat mengonsumsi susu. Namun, apakah sebenarnya Bunda perlu menambahkan gula pada susu pertumbuhan anak, agar ia mau meminumnya dengan rutin?

Menambahkan gula pada asupan susu pertumbuhan Si Buah Hati memang bisa jadi godaan untuk Bunda. Bagaimanapun juga, ASI yang sudah dikonsumsi Si Buah Hati sejak lahir pun memiliki kandungan gula, sehingga rasa manis memang familiar untuk lidahnya.Ditambah lagi adanya persepsi masyarakat bahwa gula merupakan salah satu sumber energi untuk Si Buah Hati.

Gula memang salah satu sumber energi bagi manusia. Namun, mengonsumsi makanan yang memiliki kadar gula tinggi dapat berakibat buruk bagi Si Buah Hati dalam jangka panjang. Berikut alasannya:

  1. Melebihi Batas Asupan Gula Anak

Tahukah Bunda bahwa batasan konsumsi gula yang disarankan Kementerian Kesehatan per orang per hari tidak lebih dari 50 gr (empat sendok makan) saja? American Heart Association bahkan merekomendasikan agar anak-anak hanya mengonsumsi ≤25 gr (setara enam sendok teh) gula tambahan per hari, dan agar menghindari gula sama sekali untuk anak-anak yang berusia kurang dari dua tahun.

 

  1. Risiko Penyakit untuk Si Buah Hati

Asupan gula berlebihan meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan kanker terkait obesitas di kemudian hari. Jika penyakit-penyakit tersebut terdengar terlalu "muluk" untuk bisa terjadi pada Si Buah Hati, jangan lupakan juga ancaman karies yang dapat mengganggu perkembangan giginya.

 

  1. Menyebabkan Ketagihan pada Rasa Manis

Kalau begitu, bolehkah menambahkan sedikit gula sesuai batas asupan untuk Si Buah Hati? Ada baiknya Bunda tidak membuatnya terbiasa pada rasa manis dari gula tambahan dalam susu pertumbuhan anak. Semakin dini Bunda memperkenalkan rasa manis pada Si Buah Hati, semakin besar pula kecenderungan Si Buah Hati untuk lebih memilih rasa manis ketika ia memasuki masa balita hingga kanak-kanak dan seterusnya. Dr. Pankaj Vohra, ahli gastroenterologi anak dari BabyCenter, mengungkap bahwa gula memang dapat membuat efek ketagihan, sehingga penggunaan gula, sirup dan jenis pemanis lainnya untuk anak usia dini sebaiknya dibatasi.

 

  1. Susu Pertumbuhan Sudah Mengandung Gula/Pemanis

Selain itu, meskipun jumlahnya sedikit, tambahan gula dalam susu bisa jadi melebihi batasan asupan harian Si Buah Hati. Coba perhatikan kemasan susu pertumbuhan Si Buah Hati. Tanpa Bunda sadari, seringkali susu pertumbuhan itu sendiri sudah mengandung gula. Gula yang sering lolos dari pengamatan Bunda ini biasanya diberi nama lain pada label kemasannya, seperti sukrosa, sirup jagung fruktosa tinggi, barley malt, dekstrosa, maltosa dan sirup beras.Daripada Bunda kesulitan menghitung gula tambahan, lebih baik tidak menambahkan gula sama sekali pada susu pertumbuhan Si Buah Hati, bukan?

Yang paling penting, selain membatasi asupan gula untuk Si Buah Hati, untuk mendukung perlindungan kesehatannya Bunda juga perlu memastikan ia mendapatkan makanan yang bergizi seimbang, yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin A, B, C, D, E, K, mineral, juga protein, dari makanan sehari-harinya.

Lengkapi asupan nutrisi Si Buah Hati dengan memberikan DANCOW Advanced Excelnutri+, susu pertumbuhan untuk anak usia satu tahun ke atas, yang mengandung protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), Lactobacillus rhamnosus, serta serat pangan inulin, untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi Si Buah Hati.

Dengan kesehatan yang terlindungi, Bunda dapat membebaskan Si Buah Hati untuk bereksplorasi, agar tumbuh kembangnya optimal. Yuk Bunda, temukan info seputar mendukung perlindungan kesehatan Si Buah Hati dan juga pentingnya konsumsi susu pertumbuhan anak di DANCOW Parenting Center.