Parenting

Benarkah Anak Aktif Itu Berarti Hiperaktif?

31-08-2018

Benarkah Anak Aktif Itu Berarti Hiperaktif?

 

Secara alami, masa kanak-kanak adalah tahap di mana Si Kecil aktif bergerak untuk menjawab rasa ingin tahunya. Namun, bagaimana bila Si Kecil kelewat aktif dan malah merepotkan orang di sekitarnya? Apakah ini berarti ia mengalami hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)? Lalu, bagaimana ? Jangan terlalu khawatir, Bunda dapat menyimak infonya di artikel ini.

Apa Itu ADHD?

Lembaga kesehatan psikologis American Psychiatric Association, menjelaskan bahwa ADHD adalah gangguan perkembangan yang menyebabkan anak kesulitan untuk memerhatikan satu hal (tidak fokus) dan mengendalikan gerakan tubuh. Terkadang hal ini juga dapat menyebabkan anak beraksi secara berlebihan.

Meski demikian, anak yang aktif belum tentu menderita ADHD. Bisa jadi, Si Kecil yang terlalu aktif merupakan tahapan yang normal dari perkembangan atau kepribadiannya. Sisi positifnya, kegiatan aktif Si Kecil dapat mendukung proses belajarnya. Sally Fitzgerald, konsultan dari Goodstart Early Learning, mengungkapkan bahwa Si Kecil yang aktif berarti menggunakan indera mereka untuk bereksplorasi. Tipe anak seperti ini akan lebih mudah menyelesaikan tugas belajar yang lebih kompleks. Seringnya ia berinteraksi dengan lingkungan, juga membantunya mengingat kosakata lebih banyak dibanding anak yang pendiam. 

Salah satu perbedaan utama antara anak yang memiliki gangguan ADHD adalah gangguan yang diciptakan benar-benar mengganggu kemampuan Si Kecil untuk berinteraksi dengan baik di lingkungannya.

Menurut dr. James Perrin, profesor pediatri di Harvard Medical School, dibandingkan dengan anak seusianya, anak dengan ADHD lebih sulit untuk duduk diam, bahkan selama beberapa menit dan mungkin bicara secara berlebihan. “Kebanyakan anak usia empat tahun memang aktif. Tapi ketika saatnya istirahat, mereka akan duduk untuk makan. Berbeda untuk anak dengan ADHD yang tidak bisa diam sepanjang waktu,” jelasnya.

Tanda Si Kecil Menderita Hiperaktif

Untuk mengetahui Si Kecil mengidap ADHD atau tidak, biasanya dokter akan memeriksa daftar panjang perilaku yang sering dilakukan. Bila ditemukan perilaku berulang yang tidak sesuai pada tahap perkembangan Si Kecil, dokter akan mengevaluasinya. Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa tanda Si Kecil memiliki gangguan ADHD di antaranya: sulit fokus, impulsif, dan bergerak secara hiperaktif. 

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Bila Si Kecil memang terbukti memiliki gangguan ADHD, Bunda dapat mengikuti saran dari Dr. Laura Batstra, Ph.D., ahli terkemuka tentang perilaku hiperaktif dari University of Groningen, Belanda :

1. Gali Informasi

Cari info seputar ADHD agar Bunda paham kondisi Si Kecil dan tahu apa yang harus dilakukan. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan saran penanganan yang lebih matang.

2. Perhatian Lebih

Berikan Si Kecil perhatian serta waktu untuk menentukan pilihannya dan ajak ia melakukan apa yang diinginkannya. Puji ide-idenya dan ikuti apa yang ingin dilakukan Si Kecil. Dengan cara ini, kepercayaan Si Kecil akan terbangun, dan di lain waktu Si Kecil akan lebih mungkin untuk mendengarkan pesan Bunda.

3. Berikan Arahan

Jika bunda khawatir Si Kecil akan membuat kegaduhan di pesta ulang tahun temannya, berikan arahan dari awal tentang apa yang harus dilakukannya, misalnya membuat perjanjian kecil untuk duduk saat makan, atau pergi ke halaman jika sudah tak mampu menahan diri untuk berlarian.

4. Tunjukkan Kekompakan dengan Ayah

Tetap jaga keharmonisan dengan Ayah, agar Si Kecil merasa nyaman dan tidak berperilaku yang berlebihan secara tiba-tiba. Karena Si Kecil membutuhkan Ayah dan Bunda untuk dapat mendampinginya di masa petumbuhan.

Menerima kenyataan bahwa Si Kecil memiliki gangguan ADHD memang tak mudah. Meski demikian, Si Kecil yang terlampau aktif juga bisa disebabkan oleh semangat bermain atau energi yang tak tersalurkan. Oleh sebab itu, Bunda perlu mendukung Si Kecil melakukan kegiatan untuk anak hiperaktif. Jadi, jangan ragu mengatakan “iya boleh”, bila Si Kecil ingin aktif bereksplorasi.

Semoga, beberapa cara mengatasi anak hiperaktif tadi bisa membantu Bunda untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Pastikan Bunda selalu mendukung Si Kecil yang aktif untuk bereksplorasi. Yuk, simak tips seputar mendukung eksplorasi Si Kecil di #IyaBoleh !

"