Bagaimana Cara Mengenali Minat Si Buah Hati Usia 1-5 Tahun?

09-12-2019

Tips untuk Mengenal Potensi Anak Sejak Dini

Bunda pastinya memiliki harapan terbaik agar Si Buah Hati dapat tumbuh sesuai dengan potensinya. Tapi, apakah dukung potensi anak usia 1-5 tahun dapat dilakukan sejak dini, ya? Lalu, bagaimana cara mengenali bidang yang menjadi minat Si Buah Hati di usia ini? Yuk, Bunda simak info selengkapnya di bawah ini!

Pentingnya Mengenal Minat Anak Sejak Dini
Orang tua masa kini cenderung mendaftarkan buah hatinya di banyak kegiatan karena ingin anaknya tumbuh menjadi Si Buah Hati yang serba bisa. Namun, hati-hati Bunda, Si Buah Hati yang terlalu banyak aktivitas justru rentan tertekan karena tidak punya waktu untuk bereksplorasi. Akhirnya, rasa ingin tahu dan kreativitasnya pun tidak terasah. Padahal, keduanya adalah bibit untuk minat dan bakat Si Buah Hati.

Bagaimanapun, Si Buah Hati butuh waktu dan ruang untuk mengeksplorasi berbagai hal yang disukainya. Berikan ia kesempatan untuk menemukan dan mengembangkan bakatnya. Tak hanya dibutuhkan latihan, minat Si Buah Hati juga harus didukung dengan stimulasi otak, sehingga ia benar-benar yakin akan menjadi Si Buah Hati yang unggul dalam bidang tertentu. Dengan demikian, perkembangannya dapat berjalan dengan optimal, dan Si Buah Hati pun dapat tumbuh sesuai dengan potensinya.

Cara Mengenali Minat Si Buah Hati yang Masih Balita
Bunda tak perlu bimbang. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengenali minat Si Buah Hati.

1. Posisikan Diri Bunda Sejajar Posisi Anak
Saat bermain bersama Si Buah Hati, ikutlah berbaring dan duduk sejajar dengannya. Sehingga, Bunda pun dapat merasakan sensasi eksplorasi Si Buah Hati. Bila Si Buah Hati betah berlama-lama pada suatu kegiatan, bisa jadi kegiatan tersebut adalah salah satu yang diminatinya.

2. Perhatikan Reaksinya Saat Bermain atau Jalan-Jalan ke Satu Tempat
Amati aktivitas dan reaksi Si Buah Hati selama bereksplorasi. Bila ia terlihat fokus dan memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap hal yang sedang dilakukannya, artinya Si Buah Hati menaruh minat pada hal tersebut. Misalnya, Bunda bisa perhatikan reaksi anak saat diajak pergi ke kebun binatang, museum, planetarium, atau pertunjukan musik.

3. Ajak Ia Lakukan Aktivitas Lain dalam Bidang yang Sama
Bunda dapat mencoba mengajak Si Buah Hati yang senang bernyanyi untuk memainkan alat musik sederhana. Atau, Bunda juga bisa mengajak Si Buah Hati ke pameran alat musik. Perhatikan kira-kira ia lebih tertarik untuk bernyanyi atau coba main alat musik yang seperti apa, ya?

4. Buat Buku Catatan yang Isinya Kecenderungan Minat yang Disukai Anak
Agar terekam dengan baik, Bunda juga bisa mencatat setiap hal yang disukai Si Buah Hati. Sehingga, Bunda bisa merancang agenda kegiatan untuk menstimulasi minat dan bakatnya. Misalnya, apakah Bunda akan mengajaknya ke toko alat lukis atau ke drama musikal anak.

Perlu Bunda catat, bahwa minat anak balita mudah berubah-ubah. Jadi, sebaiknya hindari merasa kecewa kalau ternyata minat anak berbeda dengan keinginan Bunda. Hindari juga mengarahkan Si Buah Hati untuk menyukai satu bidang saja, karena bisa jadi ia memiliki potensi di beberapa bidang. Hal yang paling penting adalah Bunda terus mendukung apa pun minat Si Buah Hati, sehingga ia bisa menjadi yang #TerbaikKarenaBunda.

Nah, apakah Bunda pernah punya pengalaman menghadapi minat Si Buah Hati yang berbeda dengan keinginan Bunda? Yuk, share kisah Bunda di sini, dan dapatkan kesempatan memenangkan total hadiah Rp20.000.000!