Nutrisi

Apa Manfaat Sayuran Warna-warni untuk Si Kecil?

13-09-2018

Apa Manfaat Sayuran Warna-warni untuk Si Kecil?

"

Di usia 5 tahun, si Kecil akan memasuki masa pra-sekolah. Meski momen emas pertumbuhan otaknya telah terlampaui, Bunda harus tetap memastikan bahwa si Kecil mendapatkan asupan makanan bergizi dengan porsi yang mencukupi. Kecukupan gizi penting untuk mendukung aktivitas si Kecil yang sudah mulai beragam.

Salah satu menu makanan yang bisa Bunda berikan untuk mendukung kecukupan gizi adalah aneka sayuran "warna-warni". Setidaknya, berikan tiga sayuran berwarna untuk si Kecil setiap harinya.

Sayuran, dengan warnanya masing-masing, mengandung nutrisi baik bagi tubuh dan sejumlah manfaat bagi pertumbuhan si Kecil. Ingin tahu apa saja manfaat sayuran aneka warna?

Hijau


Sayuran hijau kaya akan klorofil, mengandung betakaroten, kalsium, dan zat besi. Kandungan yang ada pada sayuran hijau ini bermanfaat untuk menurunkan risiko kanker, membantu melindungi tulang, gigi, dan ketajaman penglihatan si Kecil. Selain itu, kandungan tersebut juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendorong pembentukan sel-sel darah merah, menjadi sumber energi bagi sel, penguat fungsi otak serta meningkatkan proses alami pembersihan dalam tubuh atau detoksifikasi.

Sayuran berwarna hijau di antaranya, sayuran daun seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau. Serta polong-polongan seperti kapri, kacang polong, dan lain-lain.

Biru dan ungu


Sayuran berwarna gelap seperti biru dan ungu mengandung pigmen protein alami untuk warna biru (fikosianin), ungu serta merah (antosianin), dan zat besi. Manfaat sayuran warna ini penting untuk pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan mata, memelihara kesehatan otak, dan kemampuan berpikir. Juga mencegah beragam penyakit seperti kanker, jantung dan obesitas

Memasukkan sayuran berwarna biru dan ungu ke dalam variasi olahan sayur si Kecil juga akan menambah menarik penampilan, sehingga membuatnya bersemangat untuk menyantapnya. Contoh sayuran berwarna ungu adalah paprika ungu dan terong ungu.

Kuning, jingga, dan merah


Contoh sayuran warna ini adalah jagung manis, paprika kuning, paprika merah, paprika jingga, labu kuning, tomat, wortel, dan ubi jalar merah. Warna yang terkandung dalam sayuran ini kaya akan betakriptoxantin, betakaroten, dan likopen yang bermanfaat untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi, menjaga kesehatan retina mata, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Putih


Sayuran berwarna putih banyak mengandung serat dan kalsium yang bermanfaat untuk mencegah sembelit dan melancarkan BAB, serta menguatkan tulang dan gigi. Contoh sayuran putih, di antaranya tauge, rebung, jamur, sawi putih, dan kembang kol.

**
Dalam buku Hidangan Prasekolah Sehat & Favorit 3-5 Tahun, konsultan gizi dan masakan sehat alami, Wied Harry Apriadji, menganjurkan si Kecil untuk mengonsumsi sayur sebanyak 3 porsi atau lebih. Satu porsi untuk sayuran mentah adalah takaran 1 cangkir, sementara satu porsi sayuran masak adalah ½ cangkir.

Dengan memberikan sayuran yang bervariasi dan berpenampilan menarik, Bunda bisa mengurangi masalah makan pada si Kecil di rentang usia 5 tahun. Sebab pada usia ini, si Kecil menjadi konsumen aktif dalam memilih dan menentukan sendiri makanannya. Tak jarang, hal ini menimbulkan sejumlah masalah, seperti menolak makanan yang tidak disukai dan hanya mau mengonsumsi yang disukainya.

Nah, jika si Kecil pemilih dalam mengonsumsi sayur-mayur yang disukainya, Bunda bisa mengatasinya dengan berkreasi. Misalnya membuat omelet sayur, nasi goreng sayur, dan lain-lain.

DANCOW Bisa Lindungi Si Kecil dan Dukung Cinta Bunda agar Ia Berani Bereksplorasi #DANCOWLindungi

"