Stimulasi

Apa Benar Si Kecil Mengalami Keterlambatan Tumbuh Kembang? Jangan Panik Dulu, Bunda!

05-11-2019

Inilah yang Harus Bunda Ketahui Mengenai Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

Kok, kemampuan bicara Si Buah Hati terlambat ya? Kenapa Si Buah Hati belum lancar berjalan? Jangan-jangan ia mengalami keterlambatan perkembangan alias developmental delay? Tunggu, jangan panik dulu, Bunda. Yuk, kenali apa saja perkembangan anak usia dini.

Pertama-tama, Bunda harus kenali dulu apa itu keterlambatan perkembangan atau developmental delay. Si Buah Hati dikatakan mengalami keterlambatan perkembangan apabila ia tidak mencapai tonggak perkembangan pada waktu yang diharapkan. Si Buah Hati tidak dapat disebut mengalami keterlambatan perkembangan jika ia hanya tertinggal sementara.

Keterlambatan perkembangan bisa terjadi dalam satu atau banyak bidang, misalnya pada keterampilan motorik kasar, motorik halus, kemampuan bahasa, sosial, atau berpikir.

Penyebab keterlambatan perkembangan sendiri bisa jadi berbeda-beda. Ada yang disebabkan oleh genetik (seperti sindrom Down), atau komplikasi kehamilan dan kelahiran (seperti bayi lahir prematur atau mengalami infeksi). Namun, seringkali penyebab spesifiknya tidak diketahui.

Lalu, apa yang harus Bunda lakukan jika mencurigai Si Buah Hati mengalami keterlambatan perkembangan? Bunda sebagai orangtua memang merupakan orang pertama yang harus memerhatikan ketika Si Buah Hati dicurigai tidak mengalami kemajuan pada tingkat yang sama dengan anak-anak lain sebayanya. Namun, diagnosis keterlambatan perkembangan haruslah berasal dari dokter berdasarkan pemeriksaan yang cermat.

Jadi, jangan panik dulu, ya, Bunda. Dan untuk menenangkan Bunda, inilah tahap-tahap yang harus Bunda lakukan ketika Bunda berpikir Si Buah Hati mungkin mengalami keterlambatan perkembangan.

1. Jangan Bandingkan Kemampuan Si Buah Hati dengan Anak Seusianya.

Ingat Bunda, masing-masing anak bisa jadi mengalami masa perkembangan yang berbeda. Perkembangan Si Buah Hati mengacu pada bagaimana seorang anak dapat melakukan hal-hal yang lebih kompleks seiring bertambahnya usia, misalnya keterampilan berjalan, berlari, berbicara, dan lainnya. Bedakan dengan pertumbuhan, yang hanya berpatokan pada pertambahan ukuran anak yang semakin besar.

Jadi, tidak bisa disebut sebagai keterlambatan perkembangan jika Si Buah Hati tampak lebih mungil dibanding teman-teman seusianya.

2. Cari Info Terkait Perkembangan Normal Anak Usia Dini

Sebelum Bunda terlanjur panik, coba cari informasi sebanyak-banyaknya tentang perkembangan normal anak usia dini di internet. Cari tahu keterampilan motorik kasar, motorik halus, kemampuan bahasa, kognitif, dan sosial apa saja yang seharusnya sudah dicapai oleh Si Buah Hati di usianya.

3. Tenangkan Diri

Keterlambatan perkembangan Si Buah Hati bisa saja bersifat sementara. Banyak kasus di mana anak mengalami keterlambatan sementara, kemudian pada satu titik tertentu, mereka dapat mengejar ketertinggalannya. Tapi, tentu saja yang bisa memastikan hal ini hanyalah dokter atau ahli tumbuh kembang anak melalui serangkaian pemeriksaan.

4. Konsultasi ke Dokter atau Ahli Tumbuh Kembang Anak

Ingat, hanya dokter anak atau ahli tumbuh kembang anak yang bisa mendiagnosis apakah Si Buah Hati mengalami keterlambatan tumbuh kembang atau tidak.[2] Jadi, berkonsultasilah ke dokter anak dengan menjelaskan secara detail kekurangan Si Buah Hati yang telah Bunda amati.

5. Ikuti Rekomendasi Dokter

Apapun diagnosis dokter, pastikan Bunda mengikuti setiap rekomendasi yang diberikan. Dokter mungkin menganggap Si Buah Hati hanya kurang stimulasi, sehingga hanya memberi saran bagaimana cara mendidik anak untuk mengejar ketertinggalan perkembangannya. Atau, jika memang Si Buah Hati mengalami keterlambatan perkembangan, Bunda mungkin akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan mencari penyebab serta membawa Si Buah Hati mengikuti terapi khusus untuk memperbaiki keterlambatannya.

Bagaimana, apakah kini Bunda sudah lebih tenang dan tak lagi khawatir Si Buah Hati mengalami keterlambatan perkembangan? Sambil memantau perkembangan Si Buah Hati, pastikan Bunda memberi asupan makanan bergizi seimbang yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak usia dini, sekaligus memberinya stimulasi untuk membantu Si Buah Hati tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Jangan lupa untuk lengkapi asupan nutrisi Si Buah Hati dengan memberikan DANCOW Advanced Excelnutri+, susu pertumbuhan untuk anak usia diatas 1 tahun yang mengandung protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), dan Lactobacillus rhamnosus, serta serat pangan inulin, untuk mendukung perkembangan dan kesehatan anak usia dini.