Nutrisi

Apa Bedanya Susu Bubuk, UHT, dan Pasteurisasi?

11-01-2019

Apa Benar Susu Pertumbuhan untuk Penambah Berat Badan Anak?

Susu merupakan sumber makanan yang dapat melengkapi asupan nutrisi Si Kecil. Bahkan, sebagian orang tua beranggapan jenis susu tertentu bermanfaat sebagai susu penambah berat badan anak. Padahal, anggapan ini belum tentu benar, Bunda. Nah, dari beberapa jenis susu yang hadir di pasaran, setidaknya ada tiga jenis yang biasanya diberikan pada Si Kecil, yaitu susu bubuk, UHT, dan pasteurisasi. Apa saja sih, perbedaannya? Yuk, simak terus info lengkapnya di bawah ini.

Untuk membantu menjaga berat badan ideal balita, Bunda perlu memastikan ia mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Selain dari makanan bergizi seimbang, susu bisa menjadi sumber nutrisi untuk bantu lengkapi kebutuhan hariannya. Hal ini bisa didapatkan dari susu bubuk, UHT, dan pasteurisasi, yang masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Perlu dicatat, jika Bunda khawatir dengan berat badan Si Kecil yang tidak kunjung naik, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga kesehatan atau dokter, sebelum Bunda memberikannya susu penambah berat badan anak karena mengikuti saran dari anggota keluarga atau teman.

Beda Susu Bubuk, UHT, dan Pasteurisasi

Menurut informasi dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, susu bubuk adalah susu yang dipanaskan hingga kering dan berbentuk bubuk. Dibanding dengan jenis susu lainnya, susu bubuk mempunyai daya tahan yang paling lama dan tidak perlu disimpan di lemari pendingin karena memiliki kandungan uap air yang sangat rendah.

Sedangkan, susu UHT (Ultra High Temperature) adalah susu yang menjalani proses pemanasan untuk mematikan bakteri hingga mencapai suhu 138 ᵒC selama waktu yang singkat, kurang lebih dua detik. Susu UHT umumnya dikemas dalam kemasan tertutup dan steril. Tanpa pendingin, umumnya susu UHT bisa bertahan hingga lebih dari enam bulan. Namun, setelah kemasan dibuka susu UHT tetap perlu disimpan dalam kulkas, dan segera dihabiskan dalam beberapa hari.

Susu pasteurisasi melewati proses pemanasan yang hampir sama dengan UHT, untuk membunuh bakteri patogen (penyebab penyakit) yang mungkin terdapat pada susu. Bedanya, susu ini dipanaskan pada suhu 72 ᵒC, selama kurang lebih 15 detik. Proses pemanasan dengan suhu sebesar ini, tidak cukup untuk membunuh semua mikroba. Inilah sebabnya, susu pasteurisasi hanya dapat bertahan hingga empat jam di suhu ruangan dalam kemasan tertutup.  Setelah dibuka, susu hanya bisa disimpan di lemari pendingin tidak lebih dari lima hari.

Apa Benar Ada Perbedaan Kandungan Nutrisinya?

Ketiga jenis susu di atas umumnya berbahan dasar susu sapi yang sama-sama mengandung protein. Bahkan, susu sapi ini biasanya diberi tambahan vitamin dan mineral yang dapat membantu lengkapi kebutuhan gizi anak. Kandungan vitamin dan mineral yang terkandung di tiap jenis susu tersebut, bisa jadi sedikit berbeda tergantung masing-masing produk. Ini bisa Bunda cek, di label kemasannya.

Bunda direkomendasikan memberikan Si Kecil susu pertumbuhan yang mengandung zat besi dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung proses pertumbuhannya. Susu pertumbuhan yang berbentuk bubuk, biasanya telah diberikan tambahan vitamin dan berbagai nutrisi penting untuk membatu mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil. Selain itu, dari segi penyimpanan, susu bubuk bisa tahan lebih lama.

DANCOW Advanced Excelnutri+ 1+  merupakan susu pertumbuhan anak usia 1-3 tahun, yang mengandung vitamin (A, C, E), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta Lactobacillus rhamnosus untuk membantu melengkapi asupan gizi Si Kecil dan mendukung tumbuh kembangnya dengan optimal. Dengan asupan nutrisi yang cukup, Bunda dapat mendukung perlindungan daya tahan tubuh Si Kecil saat ia bereksplorasi, sehingga Bunda bisa terus bilang #IyaBoleh pada Si Kecil.

Nah, semoga dengan memperhatikan informasi di atas dan memastikan Si Kecil mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, diharapkan Bunda tidak bimbang lagi memilih antara susu bubuk, UHT, pasteurisasi, dan bahkan susu penambah berat badan anak.