Stimulasi

Anak Diare? Lakukan Hal-hal Ini untuk Mengatasinya

09-07-2020

Anak diare

Anak diare, atau mencret, adalah gangguan pencernaan yang umum dialami oleh Si Buah Hati. Tetapi Bunda tentu tak tega melihat Si Buah Hati kesakitan saat diare, bukan? Apalagi, meskipun anak diare memang umum terjadi, tetapi apabila tidak ditangani dengan tepat, gangguan pencernaan ini tetap dapat membahayakan. Nah, sebelum kita membahas mengenai bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi anak diare, yuk ketahui dahulu apa itu diare atau mencret dan apa yang menyebabkannya.

 

Apa itu diare atau mencret?

Diare, atau juga dikenal dengan istilah mencret, adalah buang air besar yang frekuensinya lebih sering daripada biasanya. Selain itu saat anak diare konsistensi fesesnya menjadi lebih encer daripada biasanya. Karena itu saat anak mencret tubuhnya akan kehilangan cairan secara cepat pula, sehingga ia berisiko mengalami dehidrasi. Anak-anak yang masih kecil juga lebih mudah mengalami dehidrasi saat sedang mencret dibandingkan dengan anak yang lebih besar atau orang dewasa. Maka Bunda harus selalu waspada jika anak diare dan segera melakukan tindakan penangan yang tepat.

 

 

Apa penyebab anak diare?

Ada beberapa penyebab anak diare, diantaranya adalah infeksi bakteri, virus, parasite, alergi makanan, intoleransi terhadap makanan tertentu, reaksi terhadap obat-obatan, kelainan fungsi pencernaan, dan sebagainya.

 

 

Bagaimana biasanya dokter mencari tahu penyebab anak diare?

Mengetahui penyebab anak diare dapat membantu mengatasi diare dengan cara yang tepat. Apabila Bunda memeriksakan Si Buah Hati ke dokter, biasanya dokter akan bertanya sejak kapan anak diare, seberapa sering, dan makanan apa yang baru-baru ini dikonsumsi Si Buah Hati. Dokter juga akan bertanya mengenai konsistensi feses anak, melakukan pemeriksaan, dan apabila diperlukan dapat memeriksakan sampel feses di laboratorium untuk lebih jauh mengetahui penyebab anak diare.

 

 

Bagaimana mengatasi anak diare?

  1. Berikan Si Buah Hati cairan yang cukup. Karena saat anak mencret tubuhnya akan kehilangan banyak cairan. Agar ia tak mengalami dehidrasi, Bunda perlu memastikan cairan yang hilang tadi tergantikan dengan memberi Si Buah Hati minum yang cukup.

 

  1. Pemberian oralit dapat membantu menggantikan gula, elektrolit, dan mineral yang hilang ketika anak diare. Berikan anak oralit sekitar 10ml untuk setiap kilogram berat badannya. Jadi, sebagai contoh, jika berat badan Si Buah Hati adalah 12kg, maka oralit yang Bunda berikan adalah sebanyak 120ml. Jika anak kemudian muntah, tunggu dulu beberapa saat sebelum kembali memberikan oralit.

 

  1. Berikan makanan yang mengandung cairan untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang, misalnya sup. Tetapi pemberian jus buah segar tidak disarankan karena kandungan sukrosa, fruktosa dan sorbitol yang sulit diserap tubuh anak. Untuk pemberian buah, sebaiknya pilih yang mengandung kalium tinggi seperti pisang.

 

  1. Perlu Bunda ingat, saat anak diare biasanya nafsu makan Si Buah Hati akan menurun. Jadi, Bunda dapat memberikan makanan dalam porsi kecil saja namun sering, untuk memastikan Si Buah Hati tetap mendapatkan nutrisi yang ia butuhkan.

 

  1. Segera bawa Si Buah Hati ke dokter jika ia menunjukkan tanda-tanda mengalami dehidrasi seperti pucat, lemas, air seni berwarna kuning gelap, mulut kering, menangis tanpa air mata dan jika ia sampai deman tinggi, muntah atau mencret selama lebih dari 3 hari. Pemberian obat antidiare juga dilakukan berdasarkan anjuran dokter setelah berkonsultasi terlebih dahulu.

Tentunya, dengan menerapkan beberapa kebiasaan baik, Bunda dapat mencegah ia mengalami diare. Diantaranya adalah dengan membiasakan Si Buah Hati sering mencuci tangan dengan cara yang benar, memastikan kebersihan makanan dan minuman anak, menjaga kebersihan lingkungan rumah, dan memastikan Si Buah Hati mendapat nutrisi yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaannya, seperti probiotik.

Untuk mengoptimalkan perkembangan Si Buah Hati, Bunda juga bisa melengkapi asupan nutrisi nya dengan memberikan DANCOW 1+ Nutritods, susu pertumbuhan yang diformulasi khusus untuk anak Indonesia usia Toddler 1-3 tahun. Dengan kandungan 0 gram sukrosa, lebih banyak laktosa juga 3X lebih banyak vitamin D dibanding formula sebelumnya, protein, kalsium, vitamin (A, D, E, K, C), selenium, zink, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta serat pangan inulin, DANCOW 1+ Nutritods membantu mencukupi kebutuhan gizi Si Buah Hati. Dilengkapi dengan dukungan manfaat Lactobacillus rhamnosus, DANCOW 1+ Nutritods membantu memberikan perlindungan kesehatan saat Si Buah Hati aktif bereksplorasi.

 

Yuk Bunda, terus pantau perkembangan Si Buah Hati untuk optimalkan masa toddler dan prasekolahnya. Apalagi kini pantau tumbuh kembang jadi lebih gampang dengan Nutritods 101 Monitor yang dirancang oleh DANCOW yang berkolaborasi dengan Nutritods Council Expert